Wisnus Jateng Anjlok 9,16% Januari 2026

Tren Pergerakan Wisatawan Nusantara ke Jawa Tengah Januari 2026: Analisis Mendalam

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat sebuah tren yang patut menjadi perhatian dalam sektor pariwisata: penurunan signifikan pada kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke provinsi ini pada bulan Januari 2026. Data menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisnus ke Jawa Tengah mengalami kontraksi sebesar 9,16% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menurut Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, pada Januari 2026, tercatat sebanyak 11,95 juta perjalanan wisnus menuju Jawa Tengah. Angka ini merupakan penurunan dari 13,16 juta perjalanan yang dicatat pada Januari 2025. Penurunan tahunan sebesar 9,16% ini mengindikasikan adanya pergeseran dalam pola perjalanan atau faktor-faktor lain yang memengaruhi minat wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jawa Tengah.

Dominasi Wisatawan dari Pulau Jawa

Analisis lebih lanjut dari BPS mengungkapkan bahwa pergerakan wisnus ke Jawa Tengah masih sangat didominasi oleh pengunjung dari provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa. Lima provinsi teratas yang menjadi asal wisnus terbanyak ke Jawa Tengah pada Januari 2026 adalah:

  • Jawa Barat: Mencatat jumlah perjalanan tertinggi, yaitu sebanyak 1.134,27 ribu perjalanan.
  • D.I. Yogyakarta: Menyusul di peringkat kedua dengan 780,16 ribu perjalanan.
  • Jawa Timur: Berkontribusi sebanyak 703,89 ribu perjalanan.
  • DKI Jakarta: Sebanyak 597,26 ribu perjalanan tercatat berasal dari ibukota.
  • Banten: Melengkapi lima besar dengan 343,15 ribu perjalanan.

Dominasi ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah masih menjadi destinasi pilihan utama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Pulau Jawa, kemungkinan karena kedekatan geografis, kemudahan akses transportasi, serta promosi pariwisata yang efektif di wilayah-wilayah tersebut.

Destinasi Favorit Wisnus di Jawa Tengah

Tak hanya pada tingkat provinsi asal, BPS juga merinci daerah-daerah di Jawa Tengah yang paling banyak dikunjungi oleh wisnus pada Januari 2026. Terdapat enam kabupaten/kota yang menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik, yaitu:

  1. Kota Semarang: Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini kembali menduduki peringkat teratas sebagai destinasi favorit wisnus. Posisi ini telah dipertahankan oleh Kota Semarang selama tiga bulan berturut-turut, meliputi November 2025, Desember 2025, hingga Januari 2026.

  2. Kota Surakarta (Solo): Kota budaya ini menunjukkan lonjakan popularitas yang signifikan. Pada Januari 2026, Surakarta berhasil naik ke peringkat kedua, menggeser posisi yang sebelumnya ditempati oleh Kabupaten Banyumas. Pada periode November-Desember 2025, Surakarta masih berada di peringkat ketiga dan keempat.

  3. Kabupaten Banyumas: Meskipun turun satu peringkat dari posisi kedua di periode sebelumnya, Kabupaten Banyumas tetap menjadi salah satu destinasi utama dengan menempati peringkat ketiga pada Januari 2026.

Selain ketiga daerah tersebut, tiga kabupaten lain yang juga menjadi tujuan utama wisnus adalah:

  • Kabupaten Semarang: Menjadi salah satu destinasi favorit yang terus menarik minat wisatawan.
  • Kabupaten Karanganyar: Menawarkan pesona alam dan wisata budaya yang khas.
  • Kabupaten Sukoharjo: Dikenal dengan industri tekstil dan batik, serta potensi wisata lainnya.

Perubahan peringkat di antara destinasi-destinasi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyelenggaraan acara khusus, promosi pariwisata yang gencar, atau penambahan atraksi baru yang menarik perhatian wisatawan.

Dampak Penurunan Kunjungan terhadap Tingkat Penghunian Kamar

Penurunan jumlah kunjungan wisnus ini tampaknya berbanding lurus dengan angka Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah. Pada Januari 2026, TPK hotel secara keseluruhan tercatat sebesar 31,70%, yang berarti mengalami penurunan sebesar 3,42 poin secara tahunan (year-on-year).

Analisis berdasarkan klasifikasi hotel menunjukkan gambaran yang lebih rinci:

  • Hotel Bintang: TPK hotel berbintang pada Januari 2026 juga mengalami penurunan year-on-year sebesar 2,76 poin dibandingkan Januari 2025. Penurunan ini dipengaruhi oleh merosotnya TPK pada empat kelas hotel berbintang yang berbeda. Secara spesifik, TPK hotel berbintang tercatat sebesar 41,04%, dengan penurunan 11,43 poin secara month-to-month (mtm) dan 2,76 poin secara yoy.

  • Hotel Nonbintang dan Akomodasi Lainnya: Sektor ini juga merasakan dampak penurunan. TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebesar 23,29%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,49 poin secara year-on-year dibandingkan Januari 2025 yang berada di angka 23,78%. Secara month-to-month, terjadi penurunan sebesar 3,04 poin.

Penurunan TPK ini menjadi indikator penting bahwa industri perhotelan di Jawa Tengah menghadapi tantangan dalam menarik tamu. Hal ini bisa menjadi sinyal bagi para pelaku industri dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi strategi pemasaran, pengembangan produk pariwisata, serta promosi agar dapat kembali meningkatkan minat kunjungan wisatawan.

Secara keseluruhan, data BPS Provinsi Jawa Tengah pada Januari 2026 menyajikan gambaran yang kompleks mengenai kondisi pariwisata domestik. Meskipun terdapat penurunan dalam jumlah kunjungan dan tingkat hunian kamar, pola pergerakan wisatawan menunjukkan adanya konsentrasi pada destinasi-destinasi tertentu, yang dapat menjadi dasar untuk strategi pengembangan pariwisata yang lebih terarah di masa mendatang.

Pos terkait