Jakarta Diterjang Banjir, Belasan Ruas Jalan Tergenang Akibat Hujan Deras
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) pagi telah menimbulkan genangan di sejumlah ruas jalan utama ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga pukul 06.00 WIB, tercatat ada 16 ruas jalan yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Yohan, genangan tersebut merupakan dampak langsung dari intensitas hujan yang sangat tinggi yang terjadi sejak malam hingga dini hari. Kondisi ini tentu saja menimbulkan gangguan aktivitas warga, terutama bagi para pengendara yang harus ekstra hati-hati saat melintasi area terdampak.
Daftar Ruas Jalan yang Tergenang Banjir:
BPBD DKI Jakarta telah merilis daftar ruas jalan yang mengalami genangan banjir. Berikut adalah rinciannya:
- Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng
- Jalan Daan Mogot KM 13, Kelurahan Rawa Buaya
- Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara
- Jalan Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan
- Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur
- Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke
- Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat
- Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir
- Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir
- Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami
- Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kelurahan Pesanggrahan
- Jalan Beo, Kelurahan Pesanggrahan
- Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami
- Jalan Puri Kembangan (Depan SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan
- Jalan Kramat Raya, Kelurahan Tugu Utara
- Jalan Rawa Indah RT 003 RW 003, Kelurahan Pegangsaan Dua
Upaya Penanganan dan Imbauan dari BPBD DKI Jakarta:
Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah sigap dengan mengerahkan personelnya untuk melakukan pemantauan intensif di seluruh titik genangan. Petugas BPBD disiagakan untuk memantau ketinggian air, arus lalu lintas, serta memberikan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat.
Yohan menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh warga, khususnya para pengendara. “Kami mengimbau masyarakat, terutama pengendara, agar senantiasa berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang tergenang. Perhatikan kedalaman air dan kondisi jalan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat yang tersedia. Dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera, warga dapat menghubungi layanan 112. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, terus dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif.
Selain genangan di ruas jalan, laporan lain menunjukkan adanya dampak banjir di permukiman warga. Tercatat ada 48 Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah Jakarta yang juga terendam banjir, dengan salah satu area di Cipete Utara dilaporkan ketinggian air mencapai hampir 2 meter. Situasi ini memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang lebih komprehensif dari pemerintah daerah.
Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan:
Peristiwa banjir yang terjadi ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Jakarta. Upaya-upaya pencegahan dan mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan, mulai dari normalisasi sungai, pemeliharaan saluran air, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya membangun Jakarta menjadi kota yang lebih baik dan aman bagi seluruh warganya. Berbagai program pembangunan dan perbaikan infrastruktur terus digalakkan untuk meminimalkan risiko bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat membangun Jakarta sebagai rumah aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama, seperti yang disampaikan oleh Rano Karno.
Meskipun tantangan selalu ada, terutama dengan kondisi geografis Jakarta yang rentan terhadap banjir, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap permasalahan, termasuk bencana alam seperti banjir. Dengan informasi yang akurat dan respons yang cepat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan dan aktivitas warga dapat segera kembali normal.






