35 Koperasi Merah Putih Tangsel Beroperasi, Layani Ribuan Anggota

Koperasi Merah Putih di Tangerang Selatan: Motor Penggerak Ekonomi Lokal yang Semakin Berkembang

Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan geliat positif dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih. Dari total 54 koperasi yang direncanakan untuk hadir di setiap kelurahan, sebanyak 35 unit kini telah aktif beroperasi dan melayani lebih dari 4.200 anggota. Angka ini menandakan kemajuan signifikan dalam mewujudkan visi pemerataan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.

Program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program berskala nasional ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh penjuru Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat perekonomian pedesaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, serta memberikan akses terhadap layanan simpan pinjam dan fasilitas usaha bagi para anggotanya. Lebih dari itu, program ini berupaya membebaskan masyarakat dari jerat praktik rentenir dan secara keseluruhan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Fase Operasional Dimulai: Pemanfaatan Aset Lokal

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tangsel, Bachtiar Priyambodo, menjelaskan bahwa tahap awal pembentukan badan hukum koperasi telah rampung pada Juli tahun lalu. Kini, fokus utama telah bergeser ke tahap operasional. “Tiga puluh lima koperasi yang sudah aktif ini dapat memanfaatkan aset yang ada, baik kantor koperasi maupun ruang publik di kelurahan,” ungkap Bachtiar saat ditemui di ruang kerjanya. Pemanfaatan aset pemerintah yang tidak terpakai menjadi kunci agar koperasi dapat segera beroperasi tanpa terbebani biaya sewa lahan atau bangunan yang besar.

Semangat Gotong Royong Tanpa Bantuan Modal

Yang menarik dari pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di Tangsel adalah penerapannya yang sepenuhnya mengedepankan prinsip swadaya dan gotong royong. Pemerintah daerah tidak memberikan bantuan modal secara langsung kepada koperasi-koperasi tersebut. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dalam setiap program kerakyatan.

“Bagaimanapun, koperasi itu kan berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat,” tegas Bachtiar. “Jadi, di Tangsel kami tidak memberikan bantuan modal. Pak Wali Kota hanya memberikan surat imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar mau menjadi anggota koperasi.” Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih besar di kalangan anggota, sekaligus memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Tantangan dan Solusi: Mengatasi Keterbatasan Sumber Daya

Meskipun menunjukkan progres yang menggembirakan, koperasi di Tangsel masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan sumber daya manusia, modal, dan lahan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Seperti yang diungkapkan Bachtiar, 35 koperasi yang saat ini beroperasi masih bergantung pada pemanfaatan gedung milik pemerintah yang tidak terpakai. Hal ini dikarenakan adanya persyaratan dalam petunjuk pelaksanaan program yang mengharuskan lahan untuk gedung Koperasi Merah Putih seluas 1.000 meter persegi.

Namun demikian, optimisme tetap membuncah. Dengan adanya rencana pendampingan dari tenaga profesional yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah pusat, diharapkan seluruh koperasi di Tangsel dapat segera beroperasi secara penuh sebelum akhir tahun.

Target Jangka Pendek dan Harapan ke Depan

Bachtiar menargetkan bahwa sebagian besar koperasi sudah dapat berjalan aktif pada bulan Maret ini. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemanfaatan fasilitas yang tersedia, ia yakin bahwa seluruh Koperasi Merah Putih di Tangsel akan mampu beroperasi secara aktif dan produktif. Keberhasilan program ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga akan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Keberadaan Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi di tingkat kelurahan, mulai dari akses permodalan yang lebih mudah hingga ketersediaan bahan pokok yang terjangkau. Dengan demikian, Tangsel dapat semakin memantapkan posisinya sebagai kota yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warganya.

Pos terkait