Jakarta Terendam Banjir Akibat Hujan Deras, Puluhan RT dan Belasan Jalan Tergenang
Jakarta kembali dilanda genangan air menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Minggu (8/3/2026) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan peningkatan signifikan pada titik-titik yang tergenang, mencakup 39 Rukun Tetangga (RT) dan 13 ruas jalan yang terdampak dengan ketinggian air bervariasi.
Kondisi ini merupakan konsekuensi langsung dari hujan ekstrem yang turun di Jakarta dan wilayah sekitarnya, serta luapan dari beberapa aliran sungai yang tidak mampu menampung volume air yang ada. “Banjir terjadi akibat hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sampai dengan Minggu,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, pada Minggu (8/3/2026).
BPBD DKI Jakarta telah bergerak cepat mengerahkan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak banjir di lokasi-lokasi yang terdampak. Data terkini yang dihimpun menunjukkan bahwa banjir merendam sejumlah RT dan ruas jalan yang tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Sebaran Titik Banjir di Jakarta
Ketinggian air yang dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter (cm) hingga mencapai ketinggian yang cukup mengkhawatirkan, yaitu 1,5 meter. Salah satu lokasi yang mengalami ketinggian air tertinggi adalah Kelurahan Pela Mampang, di mana satu RT dilaporkan terendam banjir hingga 1,5 meter.

Merawat mobil usai terkena banjir. – ()
Berikut adalah rincian 39 RT yang tergenang hingga Minggu dini hari:
Jakarta Barat: 19 RT
- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT dengan ketinggian air berkisar antara 60-70 cm.
- Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT dengan ketinggian air mencapai 30 cm.
- Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
- Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT dengan ketinggian air mencapai 120 cm.
- Kelurahan Joglo: 1 RT dengan ketinggian air sekitar 65 cm.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT dengan ketinggian air mencapai 50 cm.
- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT dengan ketinggian air sekitar 60 cm.
Jakarta Selatan: 20 RT
- Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT dengan ketinggian air mencapai 120 cm.
- Kelurahan Cipete Utara: 3 RT dengan ketinggian air mencapai 100 cm.
- Kelurahan Petogogan: 12 RT dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
- Kelurahan Pela Mampang: 1 RT dengan ketinggian air mencapai 150 cm.
- Kelurahan Duren Tiga: 1 RT dengan ketinggian air sekitar 50 cm.
- Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT dengan ketinggian air mencapai 120 cm.

Ilustrasi banjir Jakarta – (/Daan Yahya)
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama di Jakarta. Berikut adalah 13 jalan yang dilaporkan tergenang:
- Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng.
- Jalan Daan Mogot, KM 13, Kelurahan Rawa Buaya.
- Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara.
- Jalan Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan.
- Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur.
- Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke.
- Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat.
- Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir.
- Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir.
- Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami.
- Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kelurahan Pesanggrahan.
- Jalan Beo, Kelurahan Pesanggrahan.
- Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami.
Ketinggian air di ruas-ruas jalan yang tergenang ini bervariasi antara 10 cm hingga 120 cm, menimbulkan gangguan lalu lintas dan potensi kerusakan kendaraan.
Upaya Penanggulangan dan Imbauan
BPBD DKI Jakarta tidak tinggal diam. Personel dikerahkan untuk memantau secara intensif kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penyedotan genangan air dan memastikan fungsi saluran air serta tali-tali air berjalan optimal.
Pihak BPBD DKI Jakarta juga mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” ujar Yohan.
Dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi nomor telepon darurat 112. Layanan ini disediakan secara gratis dan beroperasi selama 24 jam penuh untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan efektif.






