59 Bus TransJakarta Zhongtong Kandas Akibat Kasus Pancoran

59 Bus TransJakarta Merek Zhongtong Diistirahatkan Akibat Insiden di Halte Pancoran

Jakarta – Suasana operasional TransJakarta mengalami sedikit kekacauan setelah insiden teknis yang terjadi di Halte Pancoran, Jakarta Selatan. Sebanyak 59 unit bus TransJakarta dengan merek Zhongtong terpaksa harus ‘perpal’ atau diistirahatkan sementara dari lintasan layanan. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan dan audit menyeluruh menyusul adanya kejadian bus yang mengeluarkan asap di halte tersebut.

Istilah ‘perpal’ sendiri merupakan singkatan dari ‘prei ngaspal’, yang dalam bahasa sehari-hari diartikan sebagai bus yang sedang beristirahat atau diliburkan dari operasionalnya dan masuk ke dalam garasi untuk pemeriksaan.

Peristiwa pemicu penonaktifan armada Zhongtong ini terjadi pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 13.33 WIB. Sebuah unit bus TransJakarta yang melayani penumpang di Koridor 9, dengan rute Pinang Ranti–Pluit, mengalami gangguan teknis. Bus dengan kode DMR 715, yang dioperasikan oleh Damri, tiba-tiba mengeluarkan asap putih tebal dari bagian belakang mesinnya saat berada di Halte Pancoran.

Kejadian ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang. Namun, beruntung, petugas TransJakarta sigap dalam menangani situasi tersebut. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa sumber masalah utama dari insiden tersebut adalah kebocoran pada sistem radiator. Kebocoran inilah yang menyebabkan cairan radiator menguap dan menghasilkan asap putih tebal dari bagian mesin belakang bus.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas gangguan teknis yang terjadi pada armada bus DMR 715, milik operator Damri rute Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) di Halte Pancoran pada Sabtu (14/2) pukul 13.33 WIB,” ujar Ayu pada keterangannya.

Menurut Ayu, tim lapangan segera bertindak cepat begitu insiden terjadi. Prioritas utama adalah keselamatan penumpang. Seluruh penumpang yang berada di dalam bus yang bermasalah tersebut berhasil dievakuasi dengan aman ke area halte. Mereka kemudian dialihkan ke bus TransJakarta berikutnya yang datang, sehingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti. Pihak TransJakarta juga memastikan bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini.

“Insiden munculnya asap dari kap mesin belakang akibat kebocoran radiator telah ditangani dengan cepat oleh petugas di lapangan,” jelas Ayu. “Seluruh pelanggan telah dievakuasi dengan aman ke area halte dan dialihkan ke bus berikutnya dengan tertib.”

Audit Menyeluruh untuk 59 Unit Bus Zhongtong

Menindaklanjuti insiden tersebut, TransJakarta tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap unit bus yang bermasalah. Sebagai langkah antisipasi dan untuk memastikan standar keselamatan tertinggi terjaga, manajemen TransJakarta memutuskan untuk melakukan audit internal terhadap seluruh armada bus gandeng berbahan bakar gas (BBG) merek Zhongtong yang berjumlah 59 unit. Fokus utama dari audit ini adalah pada komponen-komponen penting, terutama pada sistem pendingin atau radiator.

“Langkah ini diambil guna melakukan inspeksi menyeluruh (comprehensive check) dan memastikan setiap unit memenuhi standar kelaikan jalan yang ketat sebelum diizinkan kembali melayani pelanggan,” terang Ayu.

Langkah ini menunjukkan komitmen TransJakarta terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpangnya. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi segala bentuk kelalaian terhadap standar teknis yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk tidak menoleransi segala bentuk pengabaian standar teknis demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama,” tegas Ayu. “Seluruh armada (Zhongtong) yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan.”

Manajemen TransJakarta memandang bahwa tindakan penonaktifan sementara dan audit menyeluruh ini merupakan bagian penting dari upaya mereka untuk menjaga kepercayaan publik. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap armada yang kembali beroperasi benar-benar telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jakarta.

Dengan adanya audit ini, diharapkan seluruh armada bus TransJakarta, khususnya yang bermerek Zhongtong, dapat kembali beroperasi dengan aman dan nyaman, serta meminimalkan potensi gangguan teknis di masa mendatang.

Pos terkait