Peringatan untuk Penderita Hipertensi: Beberapa Bahan Herbal yang Harus Dihindari
Banyak orang mengira bahwa semua bahan herbal aman untuk membantu menurunkan tekanan darah. Namun, kenyataannya tidak sedikit dari bahan herbal tersebut justru bisa memicu peningkatan tekanan darah, mengganggu kerja obat hipertensi, atau memberi efek samping jika dikonsumsi sembarangan. Karena berasal dari bahan alami, bahan herbal sering dianggap bebas risiko, padahal tubuh tetap bisa bereaksi berbeda terhadap kandungan di dalamnya. Inilah yang membuat orang dengan hipertensi perlu lebih hati-hati sebelum rutin minum jamu, teh herbal, atau suplemen tertentu.
Beberapa herbal bahkan diam-diam mengandung senyawa yang dapat mempercepat detak jantung atau memengaruhi pembuluh darah. Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, penting untuk mengetahui jenis herbal apa saja yang sebaiknya dihindari saat sedang berusaha mengontrol tekanan darah.
1. Arnica
Arnica berasal dari tanaman bunga perennial dan umumnya ditemukan dalam krim topikal untuk membantu menyembuhkan memar, keseleo, bengkak, dan peradangan. Meskipun arnica aman untuk penggunaan pada kulit, tetapi herbal ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara oral karena dapat meningkatkan tekanan darah. Konsumsi arnica oral dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada mulut, tenggorokan, dan perut. Hal ini juga dapat menyebabkan muntah, diare, ruam, sesak napas, detak jantung cepat, kerusakan organ, peningkatan perdarahan. Dalam kasus yang parah, ini dapat menyebabkan koma atau kematian.
2. Guarana
Guarana merupakan tanaman asal hutan Amazon yang terkenal karena bijinya memiliki kandungan kafein sangat tinggi. Konsumsi suplemen guarana maupun minuman energi yang mengandung bahan ini bisa memberi dampak kurang baik bagi kesehatan jantung, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan kafeinnya dapat memicu detak jantung menjadi lebih cepat dan berpotensi membuat tekanan darah meningkat. Singkatnya, efek guarana mirip seperti mengonsumsi kafein dalam jumlah terlalu banyak.
3. Akar Licorice
Akar licorice mengandung senyawa yang dikenal sebagai glisirizin. Glisirizin meniru kerja hormon dalam tubuh yang disebut aldosteron. Aldosteron menyebabkan tubuh menahan natrium, kehilangan kalium, dan dapat meningkatkan tekanan darah.
4. St. John’s Wort
St. John’s wort merupakan suplemen herbal yang sering digunakan untuk membantu meredakan gejala depresi. Herbal ini bekerja melalui sistem CYP3A4 di hati, yaitu sistem yang berperan memproses berbagai jenis obat di dalam tubuh. Karena banyak obat juga menggunakan jalur yang sama, St. John’s wort dapat memicu interaksi dengan beragam obat tertentu. Itulah sebabnya penggunaan herbal ini perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi orang yang rutin mengonsumsi obat. St. John’s wort diketahui bisa berinteraksi dengan obat antidepresan maupun obat untuk penyakit jantung, seperti pengencer darah dan obat antiaritmia. Walaupun tidak secara langsung menaikkan tekanan darah, tetapi herbal ini dapat memengaruhi efektivitas obat yang sedang dikonsumsi.
5. Bitter Orange
Suplemen ini diambil dari buah atau kulit jeruk pahit (Citrus aurantium). Buah dan kulitnya dapat digunakan untuk menambah rasa pada minuman atau aroma pada parfum. Suplemen bitter orange sering digunakan untuk membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan performa olahraga. Bitter orange mengandung p-Synephrine, sejenis stimulan yang mirip dengan efedrin. Stimulan efedrin telah dilarang di banyak negara karena dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti stroke dan serangan jantung.
6. Ephedra (Ma Huang)

Ephedra sinica, juga dikenal sebagai ma huang, adalah tanaman dengan sejarah panjang dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tanaman ini umumnya dikonsumsi untuk menurunkan berat badan, asma, dan hidung tersumbat. Ephedra adalah stimulan yang mengaktifkan respons “lawan atau lari”. Ini dapat menyebabkan efek samping, seperti peningkatan tekanan darah, detak jantung yang lebih cepat, dan pernapasan yang cepat. Efek ini dapat mengancam jiwa dalam beberapa kasus.
7. Yohimbe
Yohimbe adalah suplemen yang terbuat dari kulit pohon Afrika yang disebut Pausinystalia yohimbe. Kulit kayu mengandung bahan bernama yohimbine, yang digunakan untuk meningkatkan performa seksual, menurunkan berat badan, dan meningkatkan performa atletik. Sebelum sildenafil (Viagra) masuk ke pasaran, yohimbine merupakan obat populer untuk gejala disfungsi ereksi. Sekarang, yohimbe biasanya tidak direkomendasikan karena banyak efek sampingnya, termasuk peningkatan tekanan darah.
Jika kamu memiliki hipertensi, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mulai mengonsumsi suplemen apa pun. Mereka dapat membantu menentukan apakah suplemen tersebut aman untuk kamu konsumsi.





