Alat Berat Datang, Batu Raksasa Disingkirkan di Jalur Trenggalek-Ponorogo

Longsor Parah Tutup Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo, Akses Terputus Total

TRENGGALEK – Akses utama pada Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo di Desa Ngilinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dilaporkan masih lumpuh total akibat tertimbun material longsor. Kondisi ini telah berlangsung sejak Selasa sore (3/3/2026) dan hingga Rabu pagi (4/3/2026), tim gabungan masih berjuang keras untuk membuka kembali jalur vital tersebut.

Material longsor yang menutup badan jalan cukup masif, bahkan dilaporkan mencakup batu berdiameter hingga 5 meter, ditambah timbunan tanah yang tebal. Akibatnya, seluruh jenis kendaraan tidak dapat melintas sama sekali, menimbulkan kelumpuhan aktivitas transportasi dan logistik antara kedua kabupaten.

Jalan nasional ini memiliki peran strategis sebagai urat nadi penghubung ekonomi dan mobilitas masyarakat antara Trenggalek dan Ponorogo. Penutupan total jalur ini tentu saja menimbulkan dampak signifikan bagi warga dan para pelaku usaha yang bergantung pada kelancaran arus barang dan jasa.

Upaya Pembersihan Material Longsor Diintensifkan

Menanggapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyatakan bahwa upaya pembersihan material longsor akan dioptimalkan sepanjang hari Rabu (4/3/2026).

BPBD Trenggalek telah menjalin koordinasi intensif dengan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah Jawa Timur-Bali. Pihak balai besar tersebut berencana mendatangkan dua unit alat berat jenis ekskavator untuk membantu proses pembersihan.

Namun, melihat skala dan urgensi penanganan longsor, BPBD Trenggalek mengajukan permohonan tambahan alat berat. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pembersihan agar akses jalan nasional ini dapat segera pulih dan kembali berfungsi normal. “Kami mengupayakan agar tersedia total tiga unit alat berat ekskavator untuk mempercepat penanganan,” ujar Triadi pada Rabu (4/3/2026).

Jalur Alternatif Dibuka untuk Mengurai Kemacetan

Selama jalur utama tertutup total, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek bersama dengan elemen masyarakat setempat telah mengambil langkah sigap dengan mengarahkan kendaraan pengguna jalan melalui jalur-jalur alternatif. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan penumpukan kendaraan dan memberikan solusi sementara bagi mobilitas warga.

Menurut Triadi, ada beberapa opsi jalur alternatif yang dapat ditempuh oleh para pengendara yang hendak melakukan perjalanan antara Trenggalek dan Ponorogo.

  • Jalur Alternatif 1: Desa Dermosari ke Desa Tumpakpelem
    Bagi pengendara dari arah Trenggalek menuju Ponorogo, salah satu jalur alternatif yang bisa digunakan adalah melalui jalan yang dimulai dari Desa Dermosari, Kecamatan Tugu. Jalur ini akan melewati area hutan dan perkampungan warga sebelum akhirnya tembus ke Desa Tumpakpelem di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Jalur ini menawarkan pemandangan alam yang khas pedesaan.

  • Jalur Alternatif 2: Simpang Tiga SDN 1 Pucanaganak ke Bendungan Tugu
    Opsi jalur alternatif lainnya adalah melalui simpang tiga SDN 1 Pucanaganak. Rute ini akan membawa pengguna jalan menuju area Bendungan Tugu, yang juga dapat menjadi titik penghubung atau titik awal perjalanan selanjutnya menuju Ponorogo.

Penting bagi seluruh pengguna jalan yang memanfaatkan jalur alternatif ini untuk tetap berhati-hati. Kondisi jalan di jalur alternatif mungkin berbeda dengan jalan nasional utama, dan beberapa ruas bisa jadi lebih sempit atau memiliki kontur yang lebih menantang.

Peringatan Cuaca Ekstrem, Kewaspadaan Tetap Ditingkatkan

Di tengah upaya pemulihan pasca-longsor, Triadi juga memberikan peringatan penting kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Trenggalek dan sekitarnya masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

“Mulai kemarin sempat terjadi hujan deras, bahkan sebelum kejadian longsor ini pun sempat diguyur hujan deras,” pungkasnya. Intensitas hujan yang tinggi merupakan salah satu faktor pemicu utama terjadinya tanah longsor. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan, terutama saat melintasi daerah perbukitan atau daerah yang rawan longsor.

BPBD Trenggalek terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lapangan. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat, akan terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan keselamatan warga tetap terjamin. Warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang terkait kondisi terkini.

Pos terkait