Kesiapan Kru KM Labobar dalam Melayani Arus Mudik Lebaran 1447 H
Kaimana – Menjelang musim mudik Lebaran 1447 Hijriah, Kapten KM Labobar, Muhary Widiono, menegaskan kesiapan penuh seluruh kru kapal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang. Tradisi melayani masyarakat pada momen perayaan hari besar keagamaan, seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas mereka.
“Setiap momen Natal, Tahun Baru, dan Lebaran, melayani masyarakat sudah menjadi kewajiban kami. Oleh karena itu, kami tidak bisa mengambil cuti dan harus tetap bekerja. Baru setelah Lebaran usai, kami dapat mengambil giliran cuti,” ujar Kapten Muhary Widiono saat ditemui di anjungan kapalnya yang sedang bersandar di Pelabuhan Kaimana pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Menurut Kapten Muhary Widiono, segala bentuk persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran tahun 2026 telah dilaksanakan secara komprehensif. Seluruh kru kapal telah mendapatkan pembekalan dan arahan langsung dari manajemen PT Pelni.
“Persiapan kami sudah sesuai prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku. Semua kru telah diinstruksikan dari pusat untuk senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, kami juga dituntut untuk menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak di setiap pelabuhan yang disinggahi,” jelasnya.
Seorang pelaut profesional dengan pengalaman selama 32 tahun ini menambahkan bahwa PT Pelni telah memberikan kebijakan khusus berupa dispensasi kuota penumpang sebesar 10 persen untuk musim mudik Lebaran tahun 2026.
“Penambahan kuota ini diperkirakan dapat menampung kurang lebih 400 penumpang tambahan. Kapasitas normal KM Labobar adalah 3200 penumpang. Dengan adanya penambahan kuota tersebut, total penumpang yang dapat diangkut bisa mencapai 3600 orang,” ungkap Kapten Muhary Widiono.
Optimalisasi Kapasitas dan Layanan
Kebijakan penambahan kuota penumpang ini merupakan langkah strategis PT Pelni dalam menjawab tingginya permintaan transportasi laut selama periode Lebaran. Dengan kapasitas yang lebih besar, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat terfasilitasi untuk pulang kampung atau kembali ke tempat asal setelah merayakan Idul Fitri.
Kapten Muhary Widiono menekankan bahwa penambahan kapasitas ini tidak akan mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. SOP keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Setiap kru kapal memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran operasional, mulai dari proses naik turun penumpang, pengaturan barang bawaan, hingga pelayanan di dalam kapal.
“Kami selalu memastikan bahwa setiap prosedur keselamatan dijalankan dengan ketat. Mulai dari pengecekan kondisi kapal, alat keselamatan, hingga pelatihan simulasi keadaan darurat. Kesiapan kru dalam menghadapi berbagai situasi adalah kunci utama,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi yang baik dengan otoritas pelabuhan, seperti Syahbandar dan pihak kepolisian, juga menjadi elemen penting dalam kelancaran arus mudik. Kerjasama ini meliputi pengaturan jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal, pengamanan penumpang, serta penanganan logistik.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan seluruh pihak di pelabuhan. Tanpa sinergi yang kuat, penyelenggaraan arus mudik ini tidak akan berjalan semulus yang kita harapkan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang baik demi kelancaran bersama,” tutur Kapten Muhary Widiono.
Komitmen Pelayanan Prima
Lebih lanjut, Kapten Muhary Widiono menyampaikan komitmennya dan seluruh kru KM Labobar untuk memberikan pelayanan yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang. Hal ini meliputi pelayanan informasi yang jelas, penanganan keluhan yang cepat, serta memastikan kebersihan dan kenyamanan fasilitas di dalam kapal.
“Bagi kami, setiap penumpang adalah keluarga. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membuat perjalanan mereka menyenangkan dan berkesan. Senyum dan kepuasan penumpang adalah motivasi terbesar kami,” ujarnya dengan penuh semangat.
Momen mudik Lebaran tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga momen emosional bagi banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. Oleh karena itu, KM Labobar berupaya menjadi bagian dari kebahagiaan tersebut dengan menghadirkan pelayanan yang dapat diandalkan.
Persiapan yang matang, SOP yang terstandarisasi, serta dedikasi para kru adalah pondasi utama yang menjadikan KM Labobar siap menyambut dan melayani jutaan penumpang yang akan melakukan perjalanan laut selama musim mudik Lebaran 1447 Hijriah.
“Kami siap memberikan yang terbaik. Semoga perjalanan seluruh penumpang aman, lancar, dan penuh berkah,” tutup Kapten Muhary Widiono.






