Curah hujan tinggi yang melanda DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) pagi telah mengakibatkan meluasnya genangan air di berbagai titik strategis ibu kota. Peningkatan signifikan dalam jumlah area yang terdampak banjir dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Dampak Banjir di Ibu Kota
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, hingga Minggu pagi pukul 09.00 WIB, tercatat puluhan Rukun Tetangga (RT) dan belasan ruas jalan utama masih tergenang. “BPBD mencatat saat ini terdapat 105 RT dan 19 Jalan tergenang,” ungkap Yohan dalam keterangan resminya.
Data yang dihimpun BPBD menempatkan Jakarta Timur sebagai wilayah dengan konsentrasi titik pengungsian dan genangan terbanyak. Disusul kemudian oleh Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, yang juga mengalami dampak banjir cukup parah.

Rincian Wilayah yang Terdampak Banjir
Berikut adalah perincian wilayah yang terdampak banjir berdasarkan data BPBD:
Jakarta Timur (57 RT)
- Kelurahan Kampung Melayu: 19 RT dengan ketinggian air mencapai 130 cm.
- Kelurahan Cipinang Melayu: 13 RT tergenang air setinggi 100 cm.
- Kelurahan Halim Perdana Kusuma: 12 RT terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 25-70 cm.
- Kelurahan Cawang: 7 RT mengalami genangan air setinggi 50-90 cm.
- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT terendam air dengan ketinggian signifikan, mencapai 150-160 cm.
- Kelurahan Cililitan: 2 RT terdampak banjir setinggi 90 cm.
Jakarta Selatan (22 RT)
Beberapa area di Jakarta Selatan mencatat ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan akibat meluapnya sungai-sungai.- Kelurahan Cipete Utara: 3 RT tergenang air setinggi 170 cm.
- Kelurahan Pela Mampang: 1 RT terdampak banjir dengan ketinggian 170 cm.
- Kelurahan Cilandak Barat & Cilandak Timur: Ketinggian air dilaporkan mencapai 120 cm.
- Kelurahan Petogogan: 12 RT mengalami genangan air setinggi 20 cm, khususnya akibat luapan Kali Krukut.
Jakarta Barat (26 RT)
- Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT terendam air setinggi 100 cm.
- Kelurahan Kedaung Kali Angke & Rawa Buaya: Ketinggian air berkisar antara 60-70 cm.
- Kelurahan Kembangan Selatan & Utara: Genangan terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan luapan dari Bendungan Kali Pelopor.

Gangguan Akses Transportasi Akibat Banjir
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menimbulkan hambatan serius pada akses transportasi di sejumlah titik vital. Ketinggian air di ruas-ruas jalan yang terdampak bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 120 cm, membuat lalu lintas menjadi terganggu.
Berikut adalah daftar beberapa ruas jalan yang mengalami genangan dan hambatan transportasi:
- Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng.
- Jalan Daan Mogot, KM 13, Kelurahan Rawa Buaya.
- Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara.
- Jalan Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan.
- Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur.
- Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke.
- Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat.
- Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir.
- Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir.
- Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami.
- Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kelurahan Pesanggrahan.
- Jalan Beo, Kelurahan Pesanggrahan.
- Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami.
- Jalan Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan.
- Jalan Kramat Raya, Kelurahan Tugu Utara.
- Jalan Rawa Indah RT 003 RW 003, Kelurahan Pegangsaan Dua.
- Jalan Karet Pasar Baru Barat I Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kelurahan Karet Tengsin.
- Jalan Petamburan II, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kelurahan Petamburan.
- Jalan Bendungan Hilir, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kelurahan Bendungan Hilir.

Respons dan Imbauan Pemerintah
Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan pengerahan tim gabungan yang terdiri dari personel Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Fokus utama tim gabungan adalah mempercepat proses penyurutan air di lokasi-lokasi yang terdampak banjir.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik,” jelas Yohan lebih lanjut.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk senantiasa menjaga kewaspadaan. Jika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan segera, warga dapat menghubungi layanan gratis Jakarta Siaga di nomor 112.






