Bapanas: Harga Pangan Stabil di Ramadan

Menjaga Kestabilan Harga Pangan: Upaya Pemerintah Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang periode krusial Ramadan hingga Idulfitri. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan selama periode tersebut telah berhasil dijaga agar tidak melonjak berlebihan, sebuah upaya yang dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Instruksi dari Presiden untuk memastikan harga pangan tetap stabil sejak sebelum Ramadan telah menjadi prioritas utama.

“Sesuai arahan bapak presiden sejak sebelum Ramadan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga,” ungkap Amran Sulaiman. Beliau juga secara tegas meminta para produsen untuk mengeluarkan stok pangan yang ada. “Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya,” tegasnya, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Upaya ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari serangkaian program intervensi pangan yang dijalankan secara kolaboratif oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Rangkaian Program Intervensi Pangan

Selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, berbagai program intervensi pangan telah diimplementasikan secara masif. Program-program ini dirancang untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Beberapa program unggulan yang telah dijalankan antara lain:

  • Distribusi Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Program ini menjadi tulang punggung dalam menjaga ketersediaan beras di pasaran. Melalui SPHP, pemerintah memastikan pasokan beras tercukupi dan harganya tetap stabil, sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok ini dengan mudah.
  • Gerakan Pangan Murah (GPM): GPM merupakan inisiatif yang sangat disambut baik oleh masyarakat. Melalui GPM, berbagai komoditas pangan pokok ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Hal ini membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
  • Penyaluran Bantuan Pangan: Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng telah disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat. Program ini merupakan jaring pengaman sosial yang memastikan keluarga yang membutuhkan tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka di tengah potensi kenaikan harga.

Realisasi dan Target Program

Bapanas mencatat data realisasi yang menunjukkan efektivitas program-program intervensi tersebut. Hingga tanggal 19 Maret 2026, realisasi penjualan beras melalui program SPHP telah mencapai 42,3 ribu ton. Target total SPHP beras untuk tahun 2026 sendiri ditetapkan sebanyak 828 ribu ton.

Sebelumnya, Bapanas telah mengajukan anggaran yang lebih besar untuk program SPHP beras, yaitu sebesar 1,5 juta ton. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan mendalam, termasuk evaluasi realisasi program di tahun-tahun sebelumnya, anggaran akhirnya ditetapkan sebesar Rp 4,97 triliun. Anggaran ini setara dengan biaya subsidi harga untuk 828 ribu ton beras.

Sementara itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) secara nasional menunjukkan angka partisipasi yang signifikan. Hingga Maret 2026, GPM telah diselenggarakan sebanyak 789 kali. Program ini menjangkau 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, menunjukkan cakupan yang luas dan merata.

GPM Khusus untuk Komoditas Strategis

Tidak hanya GPM yang menyediakan beragam komoditas pangan secara umum, pemerintah juga menginisiasi Gerakan Pangan Murah khusus yang menargetkan komoditas tertentu yang memiliki permintaan tinggi dan potensi fluktuasi harga.

  • GPM Khusus Daging Ayam Beku: Dalam rangka menjaga pasokan dan harga daging ayam, pemerintah menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku berkualitas premium. Daging ayam ini ditawarkan sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan. GPM khusus ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan terus beroperasi hingga sehari sebelum Idul Fitri. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bapanas dengan tiga perusahaan besar di industri unggas, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.
  • GPM Khusus Daging Sapi dan Kerbau: Selain daging ayam, pemerintah juga berkolaborasi dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk menggelar GPM khusus yang menyediakan daging sapi dan kerbau dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan alternatif protein hewani yang lebih ekonomis bagi masyarakat.

Upaya-upaya ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk mengerahkan segala upaya dalam menjaga dan mengendalikan harga pangan selama periode Ramadan 2026. Presiden pun mengapresiasi kerja keras para menteri dan jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan program-program pangan ini. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan hari raya Idulfitri.

Pos terkait