BCL Terisak di Pemakaman Vidi, Vincent Tegar

Kepergian Vidi Aldiano: Ratusan Pelayat Hadiri Pemakaman yang Penuh Haru

Jakarta – Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3/2026) pagi. Ratusan pelayat, terdiri dari keluarga, kerabat, sahabat, hingga rekan sesama artis, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada penyanyi Vidi Aldiano. Prosesi pemakaman yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB ini berlangsung penuh haru, diwarnai isak tangis dari para pelayat yang hadir.

Awak media yang meliput acara tersebut diberikan jarak sekitar 50 meter dari liang lahat, memungkinkan keluarga dan kerabat terdekat untuk menjalankan prosesi secara khidmat. Kehadiran sejumlah nama besar di dunia hiburan tanah air turut menambah kesedihan momen perpisahan ini. Di antara para artis yang terlihat hadir adalah Anya Geraldine, Vincent Rompies, Bunga Citra Lestari, Caesar Hito dan Felicya Angelista, Reza Chandika, Enzy Storia, Deddy Corbuzier, Habib Jafar, serta Afghan Syahreza, dan masih banyak lagi.

Momen Perpisahan yang Menggetarkan Hati

Prosesi pemakaman Vidi Aldiano diwarnai dengan kesedihan yang mendalam. Vincent Rompies, yang awalnya tampak tegar dengan balutan busana serba hitam, tak kuasa menahan air mata. Raut wajahnya terlihat bergetar, menandakan kesedihan yang tak terperikan. Begitu pula dengan Bunga Citra Lestari, yang hadir bersama sang suami, Tiko. Meski berusaha tegar, wanita yang akrab disapa Unge ini akhirnya menangis tersedu-sedu saat menyaksikan jasad sahabatnya dikebumikan. Tiko segera merangkul dan memeluk sang istri, memberikan kekuatan di tengah momen yang berat tersebut.

Di tengah kesedihan, pihak keluarga mencoba menguatkan para pelayat dengan mengajak mereka bersaksi atas kebaikan almarhum. “Assalamuallaikum, buat para pelayat, kita semua bersaksi Vidi orang baik?” tanya salah seorang perwakilan keluarga. Pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh para pelayat dengan ucapan “Baik.” Pertanyaan kembali diajukan, “Kita semua bersaksi Vidi orang baik, khoir?” dan dijawab kembali dengan tegas, “Khoir.” Pengakuan ini menjadi bukti betapa Vidi Aldiano dicintai dan dikenang sebagai pribadi yang baik oleh banyak orang.

Perjuangan Melawan Kanker Hingga Akhir Hayat

Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026), setelah berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun terakhir. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Kecapi, Cilandak, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya dimakamkan keesokan harinya. Perjalanan panjang Vidi melawan penyakitnya diwarnai dengan kondisi kesehatan yang naik turun, hingga akhirnya takdir berkata lain.

Wajah Damai Sang Musisi di Peristirahatan Terakhir

Suasana duka juga terasa kental di rumah duka Vidi Aldiano di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Sabtu (7/3/2026). Di balik tangis yang pecah, ada satu pemandangan yang memberikan sedikit ketenangan bagi mereka yang hadir. Wajah Vidi Aldiano, setelah melalui proses pemandian dan shalat jenazah, terlihat begitu damai, tampan, dan seolah tersenyum.

Musisi senior Armand Maulana, yang hadir bersama sang istri, Dewi Gita, mengungkapkan kesannya usai melihat langsung wajah sahabatnya untuk terakhir kali. Menurut Armand, momen perpisahan ini terasa sangat khidmat dan penuh keikhlasan. Ia merasakan kedamaian yang luar biasa saat mengikuti prosesi shalat jenazah, melihat kepergian Vidi sebagai akhir dari perjuangan panjangnya melawan kanker.

“Tadi waktu lihat wajah Vidi juga kayak senyum. Jadi saya rasa semua yang shalat jenazah tadi benar-benar ikhlas melepasnya,” tutur Armand Maulana dengan nada lirih namun tenang. Dewi Gita, yang berada di samping suaminya, mengamini kesaksian tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menggambarkan betapa rupawan dan damainya paras sahabatnya itu, bahkan di saat-saat terakhirnya. “Ganteng banget,” ucap Dewi Gita singkat, menggambarkan betapa tenangnya raut wajah Vidi Aldiano.

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia dan para penggemarnya. Namun, kenangan akan sosoknya yang baik hati, karyanya yang inspiratif, serta semangat juangnya dalam menghadapi penyakit akan selalu dikenang.

Pos terkait