Banjir Landa 10 Wilayah di Kota Bekasi Akibat Hujan Deras
Kota Bekasi, Jawa Barat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi sejak Sabtu (7/3/2025) malam, akhirnya menyebabkan banjir di 10 titik berbeda yang tersebar di enam kecamatan pada Minggu (8/3/2025). Ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga hampir dua meter di beberapa lokasi, memaksa warga untuk mengungsi dan mengganggu aktivitas transportasi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham Kholid, mengonfirmasi dampak serius dari curah hujan tinggi tersebut. Enam dari 12 kecamatan di Kota Bekasi dilaporkan terdampak banjir, yaitu Mustikajaya, Pondokgede, Pondok Melati, Jatiasih, Rawalumbu, dan Bekasi Barat.
Rincian Titik Banjir di Setiap Kecamatan
BPBD Kota Bekasi telah melakukan pemetaan dan penanganan terhadap titik-titik banjir yang melanda kota tersebut. Berikut adalah rinciannya:
Kecamatan Mustikajaya:
- Terjadi banjir di Perumahan Mutiara Gading Timur dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter. Genangan ini cukup mengganggu aktivitas warga di sekitar perumahan tersebut.
Kecamatan Pondokgede:
- Wilayah ini menjadi salah satu yang paling parah terdampak, dengan tiga titik banjir yang dilaporkan.
- Salah satu titik berada di Jalan Kenanga VI, RT 14 RW 15, Komplek Duta Indah, Jatimakmur. Ketinggian air di lokasi ini cukup signifikan, menyebabkan kesulitan bagi warga.
- Banjir juga melanda Perumahan Jatibening Permai, Kelurahan Jati Bening, dengan ketinggian air yang mencapai kurang lebih satu meter. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk mencari tempat yang lebih aman.
- Titik banjir terparah di Pondokgede berada di Perumahan Komplek Dosen IKIP, Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jatiasih, dengan ketinggian air mencapai 190 sentimeter atau 1,9 meter. BPBD telah mengerahkan dua pompa air aktif dan tim siaga di lokasi ini.
Untuk mempercepat surutnya air di Komplek Dosen IKIP, satu unit pompa air berkapasitas besar juga telah didatangkan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSCC) untuk membantu penanganan.
Kecamatan Pondokmelati:
- Satu titik banjir dilaporkan terjadi di Perumahan Chandra Baru, meliputi RW 017, 021, dan 022 di Kelurahan Jatirahayu. Ketinggian air di area ini bervariasi, mulai dari 60 hingga 80 sentimeter.
Kecamatan Jatiasih:
- Satu titik banjir tercatat di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kelurahan Jatimekar, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Genangan ini menghambat akses warga di sekitar perumahan tersebut.
Kecamatan Rawalumbu:
- Wilayah ini juga mengalami tiga titik banjir yang cukup mengkhawatirkan.
- Di Perumahan Taman Narogong Indah, Kelurahan Pengasinan, ketinggian air berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter.
- Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Sepanjang Jaya, tergenang air setinggi 80 sentimeter.
- Selain itu, sempat terjadi genangan di area jembatan 0, Kelurahan Pengasinan, dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter. Namun, laporan terbaru menyebutkan genangan di lokasi ini sudah berangsur surut.
Kecamatan Bekasi Barat:
- Satu titik banjir dilaporkan berada di Jalan Raya Bintara, tepatnya di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kelurahan Bintara.
- Banjir di lokasi ini disebabkan oleh luapan dari Kali Cakung. Akibatnya, akses jalan di area tersebut untuk kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat
Menyikapi kondisi banjir yang meluas, BPBD Kota Bekasi secara sigap telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Tim BPBD telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan asesmen mendalam mengenai skala kerusakan dan kebutuhan warga.
Selain itu, upaya evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir juga telah dilakukan di sejumlah titik. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga, terutama mereka yang berada di area dengan ketinggian air yang membahayakan atau berisiko tinggi. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama BPBD guna meringankan beban mereka yang terdampak bencana. Penanganan banjir ini melibatkan koordinasi erat dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan respons yang cepat dan efektif.






