BMKG: Jakarta & Bandung Diguyur Hujan Sedang Siang Ini

Prakiraan Cuaca Nasional: Potensi Hujan dan Pengaruh Bibit Siklon Tropis

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk berbagai wilayah di Indonesia pada hari Senin, 9 Maret 2026. Prediksi ini mencakup potensi hujan dengan berbagai intensitas, serta mengidentifikasi adanya bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi pola cuaca di beberapa daerah.

Prakiraan Hujan di Kota-Kota Besar:

BMKG memprediksi adanya potensi hujan sedang di beberapa kota besar di Indonesia. Wilayah yang diperkirakan akan mengalami hujan sedang antara lain:

  • Jakarta
  • Kota Bengkulu
  • Bandung
  • Semarang
  • Kota Tanjung Selor

Sementara itu, beberapa kota lain diprakirakan akan dilanda hujan yang disertai dengan petir. Hujan disertai petir berpotensi terjadi di:

  • Bandar Lampung
  • Banjarmasin

Selanjutnya, potensi hujan ringan diprediksi akan mengguyur sejumlah kota, termasuk:

  • Medan
  • Padang
  • Pangkal Pinang
  • Palembang
  • Serang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Pontianak
  • Samarinda
  • Palangkaraya

Kondisi Cuaca di Wilayah Timur Indonesia:

Perhatian khusus diberikan pada wilayah Indonesia bagian Timur. Di Merauke, diprediksi akan terjadi potensi hujan yang disertai petir. Sementara itu, hujan sedang berpotensi melanda:

  • Kupang
  • Mamuju
  • Makassar

Hujan ringan juga diprediksi akan terjadi di beberapa kota di wilayah timur, seperti:

  • Denpasar
  • Mataram
  • Kendari
  • Palu
  • Gorontalo
  • Manado
  • Ambon
  • Ternate
  • Sorong
  • Manokwari
  • Dabire
  • Jayapura
  • Jayawijaya

Selain potensi hujan, kondisi berawan tebal dan berawan juga diprediksi terjadi di beberapa kota di Sumatera, yaitu:

  • Banda Aceh
  • Tanjung Pinang
  • Pekanbaru
  • Jambi

Pengaruh Bibit Siklon Tropis:

Analisis BMKG juga menyoroti keberadaan dua bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca di Indonesia.

Bibit Siklon Tropis 93S

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, terdeteksi adanya bibit siklon tropis 93S yang berlokasi di Samudera Hindia, sebelah selatan Lampung. Sistem ini memiliki kecepatan angin sekitar 30 knot dengan tekanan udara 999 hektopaskal dan bergerak ke arah barat daya.

  • Perkembangan Lanjutan: Meskipun demikian, kemungkinan bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan tergolong rendah.
  • Prediksi Pelemahan: Dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam ke depan, diperkirakan kekuatannya akan melemah. Kecepatan angin diprediksi turun menjadi sekitar 25 knot, sementara tekanan udara naik menjadi 1000 hektopaskal. Sistem ini diperkirakan akan tetap bergerak ke arah barat daya.
  • Dampak Atmosfer: Bibit siklon ini memicu aliran angin kuat di lapisan bawah atmosfer, khususnya di wilayah Samudera Hindia selatan Lampung. Aliran angin ini kemudian membentuk pertemuan dan belokan angin di area tersebut, yang berpotensi memicu pembentukan awan hujan.

Bibit Siklon Tropis 95W

Selain itu, teridentifikasi pula bibit siklon tropis 95W yang berada di Samudera Pasifik, sebelah utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin sekitar 15 knot dengan tekanan udara 1006 hektopaskal, dan bergerak ke arah barat laut.

  • Potensi Perkembangan: Potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan juga dinilai rendah.
  • Prediksi Menghilang: Dalam periode 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diperkirakan akan melemah dan perlahan menghilang.
  • Dampak Atmosfer: Bibit siklon ini menyebabkan aliran angin kuat dan pertemuan angin di wilayah Pasifik utara Papua, hingga ke utara Papua Barat dan sekitar Halmahera. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di area tersebut.

Sirkulasi Siklonik dan Peningkatan Awan Hujan:

Selain kedua bibit siklon tropis tersebut, BMKG juga mendeteksi adanya pusaran angin atau sirkulasi siklonik di dua lokasi berbeda:

  1. Perairan Barat Aceh: Terdapat sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh. Sistem ini membentuk daerah pertemuan angin yang membentang dari perairan barat Aceh hingga wilayah daratan Aceh.
  2. Laut Sulawesi: Sirkulasi siklonik juga terdeteksi di Laut Sulawesi.

Kedua sirkulasi siklonik ini berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah-wilayah tersebut.

Potensi Cuaca Ekstrem:

Kombinasi dari berbagai kondisi atmosfer yang diuraikan di atas, termasuk keberadaan bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik, berpotensi menimbulkan cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG memperingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah-wilayah berikut:

  • Bengkulu
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur

Pos terkait