Bonek Kecewa! Persebaya Disalip Dewa United, Peluang Masuk 4 Besar Berkurang

Kekhawatiran Suporter Persebaya Surabaya Pasca Hasil Imbang

Bonek, sebutan untuk para suporter Persebaya Surabaya, menunjukkan kekecewaan setelah tim kesayangannya gagal meraih kemenangan dalam pertandingan melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026). Hasil imbang 0-0 membuat posisi Persebaya Surabaya turun ke peringkat lima klasemen Super League 2025/2026. Hal ini terjadi setelah disalip oleh Dewa United FC, sementara kompetisi hanya menyisakan dua pertandingan lagi.

Kekhawatiran langsung muncul di media sosial setelah peluang Persebaya Surabaya untuk masuk empat besar semakin berat. Banyak suporter mengkritik hasil imbang di kandang Persis Solo sebagai pukulan besar di fase akhir musim.

“Bisakah kita finis di posisi 4 besar dengan 2 pertandingan tersisa?” tulis salah satu fanbase suporter. Komentar tersebut muncul karena Persebaya Surabaya kini tertinggal satu poin dari Dewa United FC di klasemen sementara. Beberapa suporter lainnya juga menulis bahwa mereka mulai pesimistis melihat peluang finis di empat besar musim ini.

“Peringkat 4 sulit,” tulis akun suporter lainnya. Reaksi ini mencerminkan tingginya ekspektasi Bonek setelah sebelumnya Persebaya Surabaya sempat mencatat tiga kemenangan beruntun.

Analisis Pertandingan Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang pertandingan melawan Persis Solo. Bruno Moreira dan rekan-rekannya beberapa kali mampu menekan lini belakang tuan rumah dan menciptakan peluang berbahaya. Sepanjang laga, Green Force mencatat lima tembakan tepat sasaran. Namun, solidnya pertahanan Persis Solo membuat seluruh peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.

Pelatih Bernardo Tavares mengakui pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Ia menilai para pemainnya sudah tampil cukup baik terutama pada babak pertama.

“Menurut saya pertandingan berjalan sangat intens. Pada babak pertama, kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Hingga sekitar 15 menit pertama kami mampu mengontrol permainan dengan cukup baik,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persis Solo tampil disiplin dengan strategi menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat. Situasi itu membuat Persebaya Surabaya kesulitan menemukan ruang di area pertahanan lawan.

“Persis lebih banyak menunggu dan mencoba memanfaatkan situasi transisi. Mereka juga berusaha menutup ruang agar kami sulit mengembangkan permainan,” imbuhnya.

Peluang Emas Terbuang Jadi Penyesalan

Bernardo Tavares juga menyoroti penyelesaian akhir timnya yang belum maksimal. Ia menilai hasil pertandingan sebenarnya bisa berbeda apabila peluang yang tercipta mampu dimanfaatkan dengan lebih efektif.

“Jika kami bisa memaksimalkan peluang-peluang di babak pertama maupun kedua, mungkin hasilnya akan berbeda dan kami punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Meski gagal memperpanjang tren kemenangan, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemainnya. Dia menilai satu poin di Stadion Manahan tetap penting mengingat Persis Solo dikenal cukup kuat saat bermain di kandang sendiri.

“Tentu kami ingin menang, tetapi satu poin di stadion yang sulit seperti ini tetap harus disyukuri. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang sudah berjuang keras,” pungkasnya.

Klasemen Super League yang Memengaruhi Momentum Persebaya

Hasil imbang tersebut sekaligus menghentikan momentum positif Persebaya Surabaya yang sebelumnya sukses meraih tiga kemenangan beruntun. Tambahan satu poin ternyata belum cukup menjaga posisi Green Force di papan atas klasemen.

Persaingan papan atas Super League 2025/2026 kini semakin ketat memasuki dua laga terakhir musim ini. Persebaya Surabaya harus rela turun ke posisi lima dengan koleksi 52 poin dari 32 pertandingan. Sementara itu, Dewa United FC berhasil naik ke posisi empat dengan 53 poin.

Berikut klasemen sementara Super League 2025/2026:
1. Persib Bandung — 75 poin

2. Borneo Samarinda — 72 poin

3. Persija Jakarta — 65 poin

4. Dewa United FC — 53 poin

5. Persebaya Surabaya — 52 poin

Dewa United FC juga sedang berada dalam tren positif setelah meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Sebaliknya, Persebaya Surabaya mulai kehilangan momentum usai hanya bermain imbang di kandang Persis Solo.

Situasi tersebut membuat dua pertandingan sisa musim ini menjadi sangat krusial bagi Green Force. Persebaya Surabaya wajib menyapu bersih kemenangan sambil berharap Dewa United FC terpeleset jika ingin kembali masuk empat besar klasemen akhir.

Tekanan terhadap tim juga dipastikan semakin besar karena ekspektasi Bonek masih tinggi. Apalagi performa tim sebenarnya cukup stabil dalam beberapa pekan terakhir sebelum akhirnya tertahan di Stadion Manahan.

Kini, peluang finis di empat besar bukan lagi sepenuhnya berada di tangan Persebaya Surabaya. Green Force harus bekerja lebih keras dan berharap hasil tim pesaing berpihak dalam dua pekan terakhir Super League 2025/2026.

Pos terkait