PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mengumumkan kebijakan khusus terkait ibadah puasa selama Ramadan 1447 Hijriah. Menjelang bulan suci ini, para penumpang kini diizinkan untuk berbuka puasa di dalam rangkaian kereta MRT, namun dengan beberapa ketentuan yang harus dipatuhi.
Aturan Khusus Berbuka Puasa di Kereta MRT
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa penumpang diperbolehkan makan dan minum untuk membatalkan puasa maksimal 10 menit setelah azan Magrib berkumandang. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Kamis, 19 Februari 2025, bertepatan dengan dimulainya ibadah puasa.
Namun, ada batasan ketat mengenai apa yang boleh dikonsumsi. Penumpang hanya diizinkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma. Hal ini penting untuk diingat, karena MRT secara umum melarang penumpang makan dan minum di area berbayar maupun di dalam kereta.
Lebih lanjut, Rendy menekankan bahwa penggunaan minuman selain air putih, seperti teh, kopi, sirup, atau soda, tidak diperkenankan untuk berbuka puasa di dalam kereta. Demikian pula, konsumsi kudapan selain buah kurma juga dilarang. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.
Meskipun demikian, bagi penumpang yang ingin melanjutkan kegiatan berbuka puasa setelah waktu 10 menit tersebut, mereka dapat melakukannya di area beranda peron yang tidak berbayar atau yang dikenal sebagai unpaid concourse. Di area ini, tidak ada batasan waktu yang diberlakukan untuk berbuka puasa.
Perbandingan dengan Moda Transportasi Lain
Jika dibandingkan dengan moda transportasi lain, seperti LRT, kebijakan MRT Jakarta memiliki perbedaan. LRT, misalnya, membolehkan penumpang membatalkan puasa hingga pukul 19.00 WIB. Namun, secara umum, semua moda transportasi publik mengimbau agar aktivitas berbuka puasa dilakukan dengan makanan dan minuman ringan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan.
Kampanye #MelajuPenuhMakna Selama Ramadan
Selain kebijakan khusus berbuka puasa, MRT Jakarta juga menghadirkan kampanye menarik bertajuk #MelajuPenuhMakna sepanjang bulan Ramadan. Kampanye ini merupakan ajakan untuk menjadikan setiap perjalanan menggunakan MRT memiliki makna yang lebih dalam dan berkesan.
Melalui kampanye ini, MRT Jakarta akan menyelenggarakan berbagai program yang mencakup:
- Konten Edukatif: Berbagai materi edukatif mengenai Ramadan dan nilai-nilai kebaikan akan disajikan kepada penumpang.
- Aktivasi Digital dan Promo Interaktif: Kegiatan interaktif melalui platform digital akan diselenggarakan untuk melibatkan penumpang.
- Berbagi Takjil: Pembagian takjil (makanan dan minuman untuk berbuka puasa) akan dilakukan di area stasiun.
- Inisiatif Sosial: Program sosial seperti buka puasa bersama anak yatim-piatu dan penyandang disabilitas akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
MRT Jakarta juga membuka kesempatan bagi publik untuk berdonasi. Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk paket berkah Ramadan. Kampanye ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan fisik dari satu stasiun ke stasiun lain, tetapi juga mengajak mereka untuk melangkah bersama dalam semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan selama bulan Ramadan.
Jam Operasional dan Tingkat Penggunaan MRT Jakarta
Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, berikut adalah informasi mengenai jam operasional MRT Jakarta:
- Hari Kerja (Senin-Jumat):
- Pukul 05.00 – 24.00 WIB.
- Frekuensi kedatangan kereta: 5 menit pada jam sibuk dan 10 menit pada jam normal.
- Akhir Pekan/Hari Libur (Sabtu-Minggu):
- Pukul 05.00 – 24.00 WIB.
- Frekuensi kedatangan kereta: 10 menit.
Data penggunaan layanan MRT Jakarta menunjukkan angka yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat total 46.449.629 pelanggan telah menggunakan layanan mereka. Rata-rata keterangkutan harian sepanjang tahun 2025 mencapai 127.259 pelanggan per hari.
Memasuki awal tahun 2026, tepatnya pada bulan Januari, jumlah pelanggan harian tercatat sebanyak 135.332 pelanggan. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Hari Kerja (Senin-Jumat): Angka keterangkutan mencapai 159.492 pelanggan per hari.
- Akhir Pekan (Sabtu-Minggu): Angka keterangkutan mencapai 91.406 pelanggan per hari.
Total angka keterangkutan (ridership) pada bulan Januari 2026 mencapai 4.195.303 pelanggan.
Stasiun dengan Pengguna Terbanyak
Dari seluruh stasiun yang beroperasi, beberapa stasiun mencatat jumlah pengguna tertinggi:
- Stasiun Dukuh Atas BNI: Tercatat sebagai stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi, yaitu 753.380 pelanggan.
- Stasiun Blok M BCA: Berada di urutan kedua dengan 514.064 pelanggan.
- Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta: Menduduki posisi ketiga dengan 435.810 pelanggan.
Angka-angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran MRT Jakarta sebagai salah satu tulang punggung transportasi publik di ibu kota, yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadan dengan penuh makna.





