Banjir Bandang Menerjang Buleleng: Upaya Pencarian Korban dan Pemulihan Pasca-Bencana
Kabupaten Buleleng, Bali, dilanda musibah banjir bandang yang dahsyat pada Jumat sore, 6 Maret lalu. Kecamatan Banjar menjadi lokasi terparah yang merasakan dampak langsung dari luapan air dan material kiriman. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, segera menginstruksikan tim gabungan Search and Rescue (SAR) untuk bergerak cepat dalam misi penyelamatan, dengan fokus utama mencari warga yang dilaporkan hilang terseret arus deras.
Hingga Sabtu kemarin, dua korban banjir bandang telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama diidentifikasi sebagai Dewa Ketut Adi Suarjana, berusia 55 tahun, warga Dusun Santal, Banjar. Sementara itu, korban kedua adalah Komang Suci, 44 tahun. Hingga berita ini diturunkan, pencarian dua korban lainnya yang masih belum ditemukan terus dilakukan. Mereka adalah Putu Wini, 17 tahun, dan Kadek Wahyu, 12 tahun.
“Tim dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, hingga Polair sudah kami terjunkan. Semua elemen dilibatkan untuk menyisir bantaran sungai hingga ke titik muara di Pantai Kalianget,” ujar Bupati Nyoman Sutjidra pada hari Sabtu.
Gerak Cepat Pemulihan Infrastruktur dan Pemukiman
Tidak hanya memprioritaskan pencarian korban, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga bergerak sigap dalam upaya pemulihan kondisi pemukiman warga yang porak-poranda akibat terjangan air dan sampah kiriman. Dua unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk menyingkirkan material lumpur, puing-puing bangunan, serta ranting pohon yang menyumbat aliran sungai dan merusak rumah warga.
Bupati Nyoman Sutjidra menjelaskan bahwa musibah ini dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat sore. “Curah hujan di daerah atas sangat tinggi, sehingga debit air sungai meluap drastis dan menghantam Desa Banjar dengan arus yang sangat deras,” ungkap Bupati Sutjidra.
Mitigasi Bencana dan Peningkatan Kewaspadaan
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai, Bupati Sutjidra mengimbau para camat di empat kecamatan yang terdampak untuk terus memperkuat koordinasi. Langkah-langkah mitigasi bencana diperketat guna mencegah jatuhnya korban jiwa jika terjadi bencana susulan.
Pemerintah daerah juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. “Cuaca buruk bisa terjadi kapan saja. Kami minta warga tetap siaga, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai,” tegasnya.
Bantuan untuk Korban Banjir
Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh banjir bandang, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat. Bantuan tersebut meliputi tenda pengungsian, selimut, alas tidur, serta berbagai kebutuhan pokok seperti sembako.
Curah hujan yang lebat pada Jumat malam, 6 Maret, memang menyebabkan banjir bandang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Buleleng. Selain Kecamatan Banjar yang mengalami dampak terparah, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Busungbiu, Seririt, dan Sukasada.
Di Kecamatan Banjar, banjir bandang menyebabkan kerusakan bangunan yang signifikan dan mengakibatkan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. Upaya pencarian dan pemulihan terus dilakukan secara intensif oleh seluruh pihak terkait.





