Cek paket stimulus semester II-2026: diskon transportasi hingga pajak penulis



.CO.ID-JAKARTA.

Pemerintah sedang mempersiapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi untuk kuartal kedua dan semester II tahun 2026. Kebijakan ini mencakup berbagai insentif, mulai dari pajak bagi penulis hingga diskon transportasi selama musim liburan dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program magang dan vokasi nasional untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan memberikan insentif perpajakan bagi para penulis melalui skema Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5%. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas industri kreatif dan meningkatkan literasi nasional.

“Untuk perpajakan bagi penulis, kita sudah putuskan memberikan insentif pajak dengan PPh Final (Royalti) sebesar 1,5%,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Selain insentif pajak, pemerintah juga menyiapkan stimulus sektor transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode liburan sekolah dan Nataru. Untuk liburan sekolah 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 190,5 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 3.074.899 orang.

Dalam program tersebut, tiket kereta api akan mendapat potongan harga sebesar 30% untuk perjalanan antara 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni memberikan diskon tarif dasar sebesar 30% pada periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Untuk penyeberangan, pemerintah memberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan melalui ASDP Indonesia Ferry pada 20 Juni sampai 5 Juli 2026.

Di masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, pemerintah kembali menyiapkan stimulus transportasi dengan anggaran sebesar Rp 161,4 miliar dan target penerima manfaat sebanyak 2.874.581 orang. Potongan tiket kereta api sebesar 30% berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Diskon tarif dasar Pelni sebesar 30 persen berlaku untuk perjalanan 17 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027, sedangkan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP berlangsung pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Pemerintah juga memberikan stimulus untuk transportasi udara melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Pada masa liburan sekolah 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang. Sementara untuk periode Nataru, anggaran PPN DTP diperkirakan mencapai Rp 722 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 3,7 juta penumpang.

Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan diskon berupa pengurangan tarif PJP2U atau airport tax sebesar 50% dan diskon PJP4U sebesar 50%.

Di sektor ketenagakerjaan, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan melanjutkan Program Magang Nasional pada Juli 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau 150.000 peserta dengan dukungan anggaran Rp 4,14 triliun. Menurut hasil evaluasi pemerintah, program magang mendapat respons positif baik dari peserta maupun perusahaan karena dinilai mampu membuka akses pengalaman kerja sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional bagi 220.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 2,12 triliun untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional.

Pos terkait