Citicon & Bapas Surabaya: Keterampilan Konstruksi untuk Narapidana

Kolaborasi Inovatif: PT Citicon Nusantara Industries Berdayakan Klien Pemasyarakatan Melalui Pelatihan Keterampilan Konstruksi

SURABAYA – PT Citicon Nusantara Industries, sebuah perusahaan yang dikenal sebagai produsen bahan bangunan inovatif, menjalin kemitraan strategis dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya. Kolaborasi ini memfokuskan diri pada penyelenggaraan program pelatihan pertukangan dasar yang dirancang khusus untuk membekali klien pemasyarakatan. Tujuannya jelas: memberikan keterampilan yang relevan dan membuka peluang baru bagi mereka yang akan kembali ke tengah masyarakat.

Program ini merupakan wujud komitmen Citicon untuk tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan dan siap menjalani reintegrasi sosial, pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi, baik melalui jalur wirausaha maupun penyerapan tenaga kerja.

Direktur PT Citicon Nusantara Industries, Cipto Prabowo Atmojo, menegaskan visi perusahaan yang melampaui sekadar produksi. “Citicon memposisikan diri bukan sekadar sebagai produsen bahan bangunan, melainkan juga sebagai pelopor edukasi konstruksi di Indonesia, khususnya untuk solusi dinding ringan,” ujarnya. Pendekatan edukasi ini dilakukan melalui berbagai kanal, mencakup pemanfaatan media sosial digital hingga sesi pelatihan tatap muka yang menekankan metode pembelajaran aplikatif dan langsung praktik.

Pelatihan Pertukangan Dasar: Modal Kemandirian Ekonomi

Pelatihan pertukangan dasar yang diberikan kepada klien Bapas Kelas I Surabaya ini merupakan bagian integral dari program edukasi berkelanjutan perusahaan. Tujuannya adalah mendorong terciptanya ekosistem konstruksi yang lebih berkualitas dan inklusif. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memperoleh kompetensi teknis yang memadai, yang kelak dapat menjadi modal berharga untuk meraih kemandirian ekonomi.

Kerja sama ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) mengenai pelatihan pertukangan dasar antara PT Citicon Nusantara Industries dan Bapas Kelas I Surabaya pada awal Maret 2026. Selain penguatan aspek sosial melalui pemberdayaan keterampilan, Citicon juga terus berkomitmen pada inovasi produk. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar konstruksi yang kian menuntut efisiensi, kecepatan, dan ketahanan struktur bangunan.

Inovasi Produk Konstruksi Citicon: Keunggulan dan Relevansi

Dalam ranah inovasi produk, Bata Ringan Citicon telah menunjukkan keunggulannya. Produk ini, yang berada pada kelas BAA-4, diklaim memiliki kekuatan tekan yang superior dibandingkan produk sejenis di kelasnya. Keunggulan ini didukung oleh berbagai sertifikasi, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Green Label. Tak hanya itu, Bata Ringan Citicon juga telah meraih penghargaan Top Brand selama 12 tahun berturut-turut, sebuah bukti konsistensi kualitas dan kepercayaan pasar.

Terbaru, Bata Ringan Citicon mendapatkan sertifikat sebagai material dinding tahan gempa. Sertifikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, terutama dalam konteks mitigasi risiko bencana dan upaya penguatan standar keselamatan bangunan di wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik.

Selain bata ringan, Citicon juga menawarkan Panel Lantai Citicon sebagai solusi alternatif yang inovatif. Produk ini diposisikan sebagai pengganti dak cor beton konvensional, sejalan dengan tren konstruksi ringan yang semakin diminati. Baik untuk proyek pembangunan baru maupun renovasi bangunan eksisting, panel lantai pracetak ini menawarkan bobot yang lebih ringan dan proses instalasi yang relatif cepat. Keunggulan ini secara signifikan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya konstruksi.

Dampak Positif Pelatihan bagi Klien Bapas

Kepala Bapas Kelas I Surabaya, Surakhmat, A.Md.IP., S.Sos., menyambut baik program pelatihan pertukangan yang diselenggarakan oleh Citicon. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam proses pembinaan klien Bapas. Pelatihan ini tidak hanya menumbuhkan minat belajar, tetapi juga secara aktif mendorong klien untuk mempertimbangkan profesi pertukangan sebagai pilihan karier yang menjanjikan pasca-penyelesaian masa hukum.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pertukangan dari Citicon. Klien kami menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berminat menekuni profesi pertukangan,” ungkap Surakhmat. Ia menambahkan bahwa banyak klien yang kini mulai menggunakan produk bata ringan Citicon, karena dinilai mempermudah proses pembangunan sekaligus menghasilkan struktur yang kuat dan memuaskan.

Program ini juga memberikan dorongan tambahan bagi jajaran Bapas Surabaya dalam melaksanakan tugas pembinaan. Selain memperoleh keahlian teknis baru di bidang pertukangan, pelatihan ini ternyata tetap diminati bahkan oleh klien yang sebelumnya sudah memiliki latar belakang sebagai tukang.

“Meski beberapa klien sudah memiliki pengalaman sebagai tukang, mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran dari Citicon karena materi yang diberikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” jelas Surakhmat. Hal ini menunjukkan bahwa Citicon mampu menyajikan materi yang mendalam dan praktis, bahkan bagi mereka yang sudah memiliki dasar pengetahuan.

Ke depannya, Surakhmat berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperkuat. Ia melihat program ini sebagai bagian krusial dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi klien Bapas Surabaya. Dengan adanya pelatihan semacam ini, diharapkan semakin banyak klien yang terinspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mengubah paradigma dalam mencari pekerjaan, dan memiliki bekal keterampilan yang memadai setelah menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Kemitraan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga pemerintah dapat menciptakan dampak sosial yang positif dan signifikan.

Pos terkait