Daihatsu Buka Suara Soal Pick Up Koperasi Desa Merah Putih

Daihatsu Buka Suara Mengenai Potensi Pasokan Kendaraan untuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) akhirnya memberikan tanggapannya terkait kemungkinan penyediaan kendaraan jenis pick-up untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang belakangan ini mencuri perhatian publik. Pernyataan ini disampaikan oleh pihak ADM sebagai respons atas maraknya diskusi mengenai program tersebut dan peran yang mungkin dimainkan oleh produsen otomotif nasional.

Komunikasi Resmi Menjadi Kunci

Sri Agung Handayani, selaku Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima adanya pembahasan langsung atau permintaan resmi dari pihak pemerintah mengenai kebutuhan kendaraan spesifik untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Sri Agung, Daihatsu pada dasarnya memiliki sikap yang terbuka dan siap untuk menjajaki kemungkinan penyediaan kendaraan niaga apabila memang ada komunikasi yang jelas dan permintaan yang resmi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menutup diri terhadap potensi kolaborasi, namun menekankan pentingnya jalur komunikasi yang terstruktur dan formal.

“Begini, mungkin bisa cek kebutuhan mereka apa dulu ya, jadi mungkin teman-teman bisa bertanya kira-kira kami diajak bicara atau enggak,” ujar Sri Agung saat ditemui di Cikarang, Bekasi, pada Sabtu (7/3/2026). Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa langkah awal yang diharapkan dari pemerintah adalah penyampaian kebutuhan yang terperinci, sehingga Daihatsu dapat mengevaluasi kesiapannya.

Keterbukaan Daihatsu untuk Berbagai Kebutuhan Kendaraan

Sri Agung menegaskan kembali komitmen dan keterbukaan Daihatsu dalam melayani berbagai segmen kebutuhan kendaraan. Perusahaan selalu membuka diri untuk memenuhi permintaan, baik itu dari konsumen perorangan (ritel) maupun pembelian dalam skala besar atau yang dikenal sebagai fleet.

“Jadi sebenarnya, kami welcome dan terbuka untuk menerima dari siapapun dengan satu catatan adalah kami yakin mereka memiliki kebutuhan, dan kami memiliki komitmen untuk memenuhi setiap kebutuhan baik itu retail maupun fleet-nya,” jelasnya lebih lanjut. Komitmen ini mencakup kesiapan untuk beradaptasi dengan berbagai jenis permintaan, asalkan didasari oleh kebutuhan yang nyata dan dapat dipenuhi oleh kapabilitas produksi Daihatsu.

Sejarah Panjang Komitmen Daihatsu di Indonesia

Lebih dari sekadar respons terhadap program spesifik, Sri Agung mengingatkan kembali mengenai komitmen jangka panjang Daihatsu dalam mendukung industri otomotif di Indonesia. Komitmen ini bukan hanya sekadar pernyataan, melainkan tercermin dari investasi berkelanjutan dalam fasilitas produksi yang kian berkembang di Tanah Air.

“Prinsipnya ADM ada di Indonesia sudah jalan 48 tahun dan memproduksi kendaraan sudah 9 juta unit,” ucapnya dengan bangga. Angka tersebut menjadi bukti nyata dari eksistensi dan kontribusi Daihatsu dalam lanskap otomotif nasional selama hampir lima dekade.

Fasilitas Produksi dan Tingkat Lokalisasi yang Tinggi

Daihatsu kini memiliki sejumlah fasilitas produksi yang strategis, mencakup pabrik mesin hingga fasilitas perakitan kendaraan. Fasilitas-fasilitas ini tersebar di beberapa kawasan industri vital, seperti Sunter dan Karawang, yang menunjukkan skala operasi dan jangkauan produksi perusahaan di Indonesia.

“Kalau lihat investment kami terhadap fasilitas yang diinvestasikan di Indonesia sudah ada 9 fasilitas. Pabriknya dari engine bahkan sampai assembly-nya ada di Sunter dan Karawang,” papar Sri Agung.

Selain itu, salah satu pilar utama komitmen Daihatsu terhadap industri nasional adalah tingkat penggunaan komponen lokal yang sangat tinggi. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada komponen impor, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan industri pendukung di dalam negeri.

“Artinya Daihatsu sangat commit, tapi catatan kedua yang harus dilihat adalah mengenai komitmen untuk lokalisasi. Lokal purchase kami sudah lebih dari 80 persen untuk produk line up yang kami produce,” ungkap Sri Agung. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas komponen yang digunakan dalam produksi kendaraan Daihatsu berasal dari produsen lokal, sebuah pencapaian signifikan dalam upaya penguatan industri dalam negeri.

Dengan fondasi komitmen yang kuat ini, Daihatsu menegaskan kesiapannya untuk mendukung berbagai kebutuhan kendaraan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri otomotif dalam negeri. Termasuk di dalamnya adalah potensi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dari program-program pemerintah, seperti apabila nantinya ada kebutuhan spesifik dari program Koperasi Desa Merah Putih. Perusahaan siap berperan aktif dalam setiap inisiatif yang sejalan dengan visi pembangunan industri nasional.

Pos terkait