Momentum Hardiknas 2026 untuk Meningkatkan Literasi Gizi di Nabire
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momen penting bagi Korwil BGN Nabire, Marsel Asyerem. Dalam kesempatannya, ia menekankan betapa pentingnya sinergi antara pendidikan dan gizi dalam membangun masa depan generasi muda khususnya di Tanah Papua.
Marsel mengatakan bahwa Hardiknas bukan hanya sekadar seremonial atau perayaan hari jadi Ki Hajar Dewantara. Ia menilai bahwa momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi untuk melihat sejauh mana fondasi masa depan generasi bangsa, terutama di wilayah Nabire.
Pendidikan dan Gizi: Keduanya Tidak Terpisahkan
Menurut Marsel, pendidikan dan gizi adalah dua aspek yang saling berkaitan. Anak yang sehat akan lebih siap belajar, bereksplorasi, dan menciptakan prestasi. Oleh karena itu, ia berharap setiap sekolah di Nabire dapat memperkuat edukasi literasi gizi di lingkungannya.
“Karena sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menyemai kebiasaan hidup sehat,” ujarnya.
Marsel menyarankan agar seluruh satuan pendidikan di Nabire meningkatkan literasi gizi kepada setiap siswa. Hal ini penting agar anak-anak tidak hanya makan untuk kenyang, tetapi juga memahami nutrisi yang masuk ke tubuh mereka.
Literasi Gizi sebagai Investasi Jangka Panjang
Literasi gizi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang unggul, baik secara intelektual maupun fisik. Dengan pemahaman gizi yang baik, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Selain edukasi, Marsel menekankan pentingnya pemerataan pelayanan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan MBG harus menjangkau seluruh pelosok Nabire, mulai dari kawasan pesisir Wapoga hingga pegunungan di Siriwo dan wilayah lainnya.
“Tidak boleh ada satupun anak yang tertinggal hanya karena kendala geografis. Kita tidak ingin melihat anak-anak absen sekolah karena harus ikut orang tua bekerja akibat faktor ekonomi atau kelaparan,” tegasnya.
Sinergitas Antara Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah Daerah
Marsel mengajak seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah untuk membangun sinergitas yang kuat. Ia menilai bahwa tantangan besar ini tidak bisa diselesaikan sendirian.
“Mari kita jadikan Hardiknas ke-67 ini sebagai titik tolak kolaborasi. Kita bangun sekolah di Nabire agar bukan hanya menjadi pusat ilmu, tapi juga menjadi lumbung generasi emas yang sehat dan cerdas.”
Kesimpulan
Dalam peringatan Hardiknas 2026, Marsel Asyerem memberikan pesan yang jelas tentang pentingnya kombinasi antara pendidikan dan gizi. Dengan memperkuat literasi gizi dan memastikan pemerataan layanan, Nabire dapat menciptakan SDM yang unggul dan siap menghadapi masa depan.






