DPR Soroti Dugaan Pemborosan BGN: Dalang Pencopotan Dadan Terkuak

Pencopotan Kepala BGN dan Dua Wakilnya: Mengungkap Alasan di Balik Keputusan Presiden Prabowo

Keputusan mengejutkan datang dari Istana Negara pada Selasa, 2 Juni 2026, malam. Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah drastis dengan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Pergantian mendadak ini memicu berbagai spekulasi, terutama mengingat Dadan Hindayana baru saja menerima penghargaan Bintang Utama dari Presiden Prabowo empat bulan sebelumnya atas kontribusinya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pencopotan ini. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pemantauan dan evaluasi kinerja yang dilakukan Presiden Prabowo selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Ada beberapa poin krusial yang menjadi dasar pertimbangan Presiden dalam melakukan pergantian kepemimpinan di BGN.

Alasan di Balik Pergantian Pimpinan BGN

Prasetyo Hadi merinci beberapa alasan utama yang melatarbelakangi pencopotan Dadan Hindayana dan kedua wakilnya:

  • Masalah Standar Operasional Prosedur (SOP): Dadan Hindayana dinilai bermasalah dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, terutama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketidakpatuhan terhadap SOP ini dikhawatirkan dapat mengganggu efektivitas dan kelancaran program.
  • Kualitas Makanan: Isu kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG juga menjadi sorotan. Ditekankan adanya kelalaian dalam menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar yang seharusnya ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan para penerima manfaat.
  • Kedisiplinan: Secara umum, masalah kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pimpinan BGN turut menjadi pertimbangan. Hal ini mencakup kedisiplinan dalam mematuhi SOP dan menjaga standar kualitas yang telah ditetapkan.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa catatan-catatan mengenai masalah ini telah dikumpulkan selama 18 bulan terakhir, yang kemudian menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian. “Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” ujarnya.

Struktur kepemimpinan lama yang dicopot meliputi:
* Kepala BGN: Dadan Hindayana
* Wakil Kepala BGN: Irjen Pol Sony Sonjaya
* Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung

Struktur Kepemimpinan BGN yang Baru

Sebagai gantinya, Presiden Prabowo telah menunjuk pimpinan baru untuk Badan Gizi Nasional:

  • Kepala BGN: Nanik Sudaryanti Deyang
  • Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
  • Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono

Prasetyo Hadi berharap dengan kepemimpinan yang baru, berbagai catatan perbaikan dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas program-program yang dijalankan oleh BGN.

Respons DPR RI

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan pergantian ini. Ia mengapresiasi pemerintah yang dinilai telah mendengarkan aspirasi masyarakat, penerima manfaat, serta masukan dari lintas kementerian dan DPR.

“Kami mengucapkan apresiasi dari DPR RI kepada pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR,” kata Dasco.

DPR berharap evaluasi ini menjadi momentum penting bagi BGN untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. “Kami harapkan dengan adanya evaluasi dan evaluasi ini yang dilakukan secara menyeluruh BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat penerima manfaat,” harapnya.

Lebih lanjut, DPR menaruh harapan besar agar kepemimpinan BGN yang baru dapat mengakselerasi realisasi program pemerintah, khususnya dalam menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). “Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan,” ungkap Dasco.

Tanggapan Dadan Hindayana

Menanggapi pencopotan dirinya, Dadan Hindayana menyatakan bahwa pergantian anggota kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang telah diberikan selama menjabat sebagai Kepala BGN.

“Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan. Ia juga yakin bahwa Presiden Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. “Insyaa Allah Beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dadan juga mengucapkan selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru, Nanik S Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono. Ia berharap estafet kepemimpinan ini akan membawa program MBG menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat.

Kontroversi Laporan 19 Ribu Sapi

Pencopotan Dadan Hindayana tak lepas dari ingatan publik terhadap kontroversi laporan mengenai 19 ribu ekor sapi yang dipotong setiap hari untuk program MBG. Laporan yang disampaikan Dadan dalam sidang kabinet paripurna pada Desember 2025 lalu ini sempat menghebohkan publik.

Namun, belakangan Dadan mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan simulasi atau perhitungan perkiraan, bukan gambaran kondisi riil di lapangan. “Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau masak daging sapi maka butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” jelasnya pada akhir April 2026.

Meski telah ada klarifikasi, isu mengenai kualitas makanan yang terkadang basi atau tidak layak dalam program MBG masih kerap muncul di berbagai daerah.

Pergantian pimpinan BGN ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo meninjau langsung SPPG di Palmerah dan pelaksanaan program MBG di SMPN 111 Jakarta. Dadan Hindayana pun turut hadir mendampingi Presiden saat peninjauan tersebut.

Kabar mengenai potensi pencopotan pimpinan BGN sebenarnya telah santer terdengar beberapa hari sebelumnya. Bahkan, ketika terjadi isu operasi tangkap tangan (OTT) oleh penegak hukum, dugaan langsung tertuju pada pimpinan BGN.

Sorotan Pemborosan Anggaran

Seorang pejabat pemerintahan sempat mengindikasikan bahwa salah satu lembaga memang tengah disorot kinerjanya oleh Presiden, salah satunya terkait dengan pemborosan anggaran. “Ada salah satu lembaga, yang harusnya segera diganti. Karena kinerja dan pemborosan anggaran,” katanya.

Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, menjelang akhir masa jabatannya. Di bawah kepemimpinannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG menargetkan 82,9 juta penerima, termasuk santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Hingga Mei 2026, program ini telah menjangkau 61,9 juta penerima dengan anggaran mencapai Rp268 triliun pada tahun 2026. Dengan jangkauan yang sangat luas dan anggaran yang besar, pengawasan ketat terus dilakukan pemerintah agar program ini berjalan optimal dan sesuai tujuan.

Pos terkait