Taufik Hidayat Akui Tahan Pacar di Bandung, 3 Ucapan Jitu Mantan Bos Bocor

Penangkapan Taufik Hidayat yang Menyekap Pacarnya Selama 3 Tahun

Seorang pria bernama Taufik Hidayat akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya, YTR, selama tiga tahun di Bandung, Jawa Barat. Penangkapan tersebut berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

YTR adalah seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Awalnya, ia dan Taufik Hidayat berstatus sebagai pasangan kekasih. Namun, tak disangka, Taufik justru melakukan penyiksaan terhadap YTR dengan cara yang sangat keji. Selama tiga tahun lamanya, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya, termasuk luka di kepala yang bernanah, bibir yang hilang, hingga mata yang buta.

Keluarga YTR kesulitan untuk berkomunikasi dengan korban selama bertahun-tahun. Baru pada bulan Juni 2026, YTR ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumah sakit. Ia dilarikan ke rumah sakit oleh penjaga kos dan Taufik sesaat sebelum pelaku kabur. Polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Taufik pada hari yang sama.

Setelah penangkapan, muncul fakta bahwa Taufik menyerahkan diri setelah dibujuk oleh mantan bosnya, Dadang Ahyar Ismail. Siapa sosok Dadang Ahyar Ismail?

Dadang Ahyar Ismail: Mantan Bos yang Membujuk Taufik Menyerahkan Diri

Dadang Ahyar Ismail, yang pernah menjadi atasan Taufik Hidayat beberapa tahun lalu, memainkan peran penting dalam proses penyerahan diri Taufik. Proses ini berlangsung di rumah Dadang di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026) sore.

Menurut informasi yang didapat, Dadang tidak hanya membujuk Taufik untuk menyerahkan diri, tetapi juga memberikan pemahaman logis tentang konsekuensi yang akan dihadapi jika terus melarikan diri. Ia menyodorkan tiga pilihan pahit yang akan dihadapi pelaku jika terus melarikan diri:

  • Pertama, Taufik harus terus lari sampai kapan pun, pasti akan lelah.
  • Kedua, karena kasusnya sudah ramai, Taufik bisa ditangkap warga dan dihakimi sampai mati.
  • Ketiga, jika ketangkap polisi, seperti di TV, bisa ditembak.

Setelah berpikir lama, Taufik akhirnya luluh dan berkata, “Ya sudah, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri.”

Taufik Tiba-Tiba Datang Ke Rumah Mantan Atasan

Meski sudah berjanji, Taufik sempat menghilang beberapa saat. Pada pagi hari Selasa (23/6/2026), saat Dadang bersiap berangkat kerja, Taufik tiba-tiba sudah berdiri di depan rumahnya di Ciparay. Dadang awalnya bingung karena harus bekerja dan belum sempat menghubungi kepolisian. Namun, ia dengan tegas mengunci komitmen pelaku agar tidak melarikan diri lagi dari pertanggungjawaban hukum.

“Akhirnya saya bilang ke TH, ‘kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri’,” tegas Dadang.

Barulah pada sore hari, jajaran kepolisian datang ke lokasi setelah berkoordinasi. Sesuai perjanjian di awal, Taufik bersikap kooperatif saat dijemput petugas dengan syarat didampingi oleh Dadang dari belakang hingga ke Mapolda Jabar.

Uang Sayembara Rp250 Juta yang Dibagikan Untuk Korban

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya mengumumkan hadiah uang sayembara sebesar Rp250 juta bagi warga yang berhasil menemukan keberadaan Taufik Hidayat. Namun, setelah Taufik ditangkap oleh aparat kepolisian, muncul pertanyaan mengenai siapa yang berhak mendapatkan hadiah tersebut.

Dadang Ahyar Ismail, yang merupakan mantan atasan Taufik, mengungkapkan bahwa ia tidak akan mengambil sepeser pun uang sayembara tersebut untuk pribadi. Ia memilih mengalihkannya demi membantu biaya pengobatan korban yang menderita luka sangat berat.

“Kalau diberikan oleh Pak Dedi, uangnya saya berikan pada korban,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Jabar, Rabu (24/6/2026).

Kini, setelah pelarian sang buron berakhir damai berkat ketegasan mantan atasannya, publik tinggal menunggu realisasi dari komitmen mulia Dadang yang memilih mendonasikan uang sayembara tersebut untuk pemulihan fisik dan psikis korban YTR.

Pos terkait