BATAM (KEPRIZONE.COM) – Kesadaran terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana diperkuat Srikandi PT PLN Batam melalui kegiatan edukasi di Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi’i Batam.
Kegiatan yang dikemas melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement tersebut mengusung tema Perempuan Tangguh Bencana. Selain memberikan edukasi, PLN Batam turut menyerahkan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketua Srikandi sekaligus VP HCGA PLN Batam, Euis Hermawati, mengatakan pemahaman mengenai keselamatan dan penanganan kondisi darurat perlu diperkenalkan sejak dini. Menurutnya, pengetahuan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan manfaat berupa penyediaan sarana pendukung keselamatan dan peningkatan kapasitas para santri dan santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kami berharap mereka mampu memahami langkah-langkah pencegahan, merespons kondisi darurat dengan tepat, serta menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Euis.
Ia menegaskan, Srikandi PLN Batam juga terus menjalankan berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kami percaya bahwa budaya keselamatan harus dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Euis.
PPIT Imam Syafi’i dipilih karena menerapkan sistem boarding school, sehingga para santri tinggal dan beraktivitas selama 24 jam di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, termasuk risiko kebakaran dan bahaya kelistrikan, menjadi penting.
Dalam kegiatan tersebut, PLN Batam tidak hanya menyerahkan bantuan. Para peserta juga mendapatkan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan serta mengikuti simulasi penggunaan APAR.
Sebanyak 269 siswa, 181 siswi, serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Kepala PPIT Imam Syafi’i, Khaidir, mengapresiasi perhatian PLN Batam terhadap dunia pendidikan, terutama dalam mendorong kesadaran keselamatan di lingkungan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Batam, khususnya Srikandi PLN Batam, atas bantuan yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi keadaan darurat sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Khaidir. (Rudi)





