BATAM (KEPRIZONE.COM) – PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center memperkuat kerja sama penyediaan energi untuk mendukung pengembangan pusat data di Kawasan Nongsa, Batam. Kedua perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total daya 2 x 345 MVA.
Pasokan listrik tersebut akan diberikan secara bertahap mulai 2027. Kerja sama ini menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan data center dengan kebutuhan listrik yang dapat mencapai 700 MVA.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan penandatanganan PJBTL menunjukkan kepercayaan investor terhadap kesiapan sistem kelistrikan di Batam.
“Melalui PJBTL ini, PLN Batam akan menyediakan pasokan tenaga listrik bagi pengembangan PT Altiva Identity Data Center. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi energi bagi pertumbuhan ekonomi digital di Batam,” ujar Kwin dalam keterangan yang diterima di Batam, Kamis.
Menurut Kwin, kepastian pasokan energi merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan pelaku industri data center ketika menentukan lokasi investasi. Karena itu, PLN Batam terus mempersiapkan sistem serta infrastruktur kelistrikan agar dapat mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri.
Kerja sama dengan Altiva juga menambah daftar dukungan PLN Batam terhadap pengembangan data center berskala besar. Sebelumnya, PLN Batam telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah investor yang membutuhkan pasokan listrik dalam kapasitas besar.
Direktur PT Altiva Identity Data Center, Edi Haryanto, mengatakan kehadiran perusahaannya di Batam tidak sekadar membangun fasilitas pusat data. Menurut dia, investasi tersebut juga diarahkan untuk ikut mendorong Batam menjadi salah satu pusat ekonomi digital di Indonesia.
“Dengan dukungan BP Batam, kesiapan PLN Batam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Edi.
Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai penandatanganan PJBTL tersebut menjadi momentum penting bagi pertumbuhan investasi sektor digital di Batam.
Amsakar menyebut posisi geografis Batam yang strategis, aksesibilitas yang baik, kedekatan dengan Singapura, serta perannya sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia di wilayah barat menjadi sejumlah keunggulan yang mendukung masuknya investasi.
Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kata dia, siap memberikan dukungan terhadap investasi yang masuk, termasuk melalui percepatan perizinan, kemudahan proses, serta koordinasi lintas sektor.
“Apabila kebutuhan kelistrikannya telah dipersiapkan oleh PLN Batam, maka dari sisi perizinan dan dukungan lainnya kami juga siap mempercepat dan memudahkan apa yang dibutuhkan investor,” kata Amsakar.
Ia mengatakan momentum investasi yang berlangsung di Batam pada 2026 dan 2027 perlu dimanfaatkan secara maksimal. Masuknya perusahaan teknologi dan pengembangan data center dengan kebutuhan listrik besar dinilai menunjukkan semakin kuatnya daya tarik Batam sebagai tujuan investasi digital.
“Pilihan berinvestasi di Batam semakin menegaskan bahwa daerah ini memiliki prospek yang sangat besar. Karena itu, mari kita membangun narasi yang produktif dan lebih banyak membicarakan kekuatan Batam agar daerah ini benar-benar menjadi pusat investasi dan lokomotif pertumbuhan ekonomi,” ujar Amsakar. (Rudi)





