Doa Berkurban Sesuai Sunnah Nabi di Hari Raya Idul Adha

Penetapan Tanggal Zulhijah dan Idul Adha 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan awal bulan Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha berdasarkan metode hisab dan rukyat. Penetapan ini jatuh pada tanggal 27 Mei 2026 dan berlaku secara serentak di seluruh Indonesia. Keputusan ini disepakati bersama oleh Pemerintah melalui hasil Sidang Isbat Kementerian Agama dan juga telah ditetapkan sebelumnya oleh PP Muhammadiyah.

Pentingnya Ibadah Kurban

Kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah serta tiga hari berikutnya, yaitu 11-13 Zulhijah. Kurban adalah syariat yang berasal dari Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, yang kisahnya sangat masyhur dalam sejarah umat Islam.

Ibadah kurban memiliki banyak manfaat, seperti melebur dosa orang yang berkurban, baik dosa karena melakukan larangan atau kurang dalam hal ketaatan. Selain itu, kurban juga dapat menjadi perantara untuk meluaskan rezeki bagi keluarga yang berkurban dan mereka yang menerima bagian dari kurban.

Urutan Bacaan Doa Saat Berkurban

Sebagai sebuah ibadah, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan cara yang benar dan disertai dengan membaca doa. Berikut ini adalah urutan bacaan doa saat berkurban:

  1. Baca “Bismillâhir rahmânir rahîm”

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.

  2. Baca shalawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya: Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad saw dan keluarganya.

  3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.

  4. Baca doa menyembelih

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْkَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

    Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama.

Tuntunan Nabi dalam Membaca Doa Berkurban Idul Adha

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang sangat jelas dalam pelaksanaan kurban, termasuk bacaan doa berkurban Idul Adha yang sesuai syariat. Doa ini tidak boleh diabaikan karena merupakan bagian dari sunnah yang mengiringi ibadah kurban.

Bacaan yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menyembelih hewan kurban adalah:

Latin:

Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu.”

Doa ini menjadi inti dari doa berkurban Idul Adha, yang menunjukkan bahwa seluruh proses kurban dilakukan atas nama dan untuk mencari keridaan Allah semata. Rasulullah SAW selalu membaca doa ini setiap kali menyembelih kurban sebagai bentuk keteladanan yang wajib diikuti oleh umatnya.

Makna dan Keabsahan Doa Berkurban

Membaca doa berkurban Idul Adha sebelum penyembelihan bukan hanya sunnah, tapi juga bagian dari keabsahan penyembelihan hewan. Jika tidak menyebut nama Allah, maka daging tersebut bisa menjadi tidak halal untuk dikonsumsi, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-An’am ayat 121.

Di samping itu, doa berkurban Idul Adha juga mencerminkan kekhusyukan dan penghormatan terhadap ibadah tersebut. Melafalkan doa dengan penuh penghayatan membuat proses kurban menjadi lebih bermakna, bukan hanya sebatas rutinitas tahunan.

Kesimpulan

Maka dari itu, penting bagi setiap Muslim untuk tidak sekedar melaksanakan kurban secara fisik, tetapi juga memahami esensi dan keindahan spiritual yang terkandung dalam doa berkurban Idul Adha sesuai tuntunan Nabi.

Pos terkait