Kapolda Aceh Tinjau Langsung Korban Banjir dan Pembangunan Huntap di Hari Kedua Ramadhan
Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menunjukkan komitmen kuatnya dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir di berbagai kabupaten di Aceh. Dedikasi ini tidak hanya berhenti pada hari pertama puasa, melainkan terus berlanjut, menunjukkan prioritas penanganan bencana dan kepedulian terhadap warga di tengah situasi sulit.
Sejak awal Ramadhan, jenderal bintang dua ini telah memulai rangkaian kunjungannya dengan menyambangi Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara. Langkah ini berlanjut dengan peninjauan ke Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang juga tak luput dari dampak banjir. Kehadiran langsung Kapolda Marzuki di lokasi-lokasi terdampak banjir bertujuan untuk memastikan kondisi riil masyarakat, sekaligus mengamati semangat mereka dalam menjalankan ibadah puasa di tengah cobaan.
“Walaupun menghadapi ujian berupa musibah banjir yang besar, hal tersebut tidak mengurangi kadar keimanan mereka dalam melaksanakan ibadah puasa,” ujar Irjen Marzuki saat memberikan keterangan, Jumat (20/2/2026). Pernyataannya ini menggambarkan apresiasi mendalam terhadap ketangguhan spiritual masyarakat Aceh yang tetap teguh menjalankan kewajiban agama meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan akibat bencana.
Dalam kunjungannya, Irjen Marzuki menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat berjuang menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi yang serba terbatas. Banyak rumah warga yang mengalami kerusakan, akses jalan terputus, bahkan beberapa jembatan dilaporkan putus akibat terjangan banjir. Namun, kondisi memprihatinkan ini ternyata tidak mampu menyurutkan semangat mereka untuk beribadah.
Progres Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Polri di Aceh Tamiang
Salah satu agenda penting dalam kunjungan Kapolda Aceh ke Kabupaten Aceh Tamiang adalah meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana. Lokasi pembangunan ini berada di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Kapolda Marzuki menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan ini agar warga korban banjir dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Berdasarkan laporan hasil peninjauan, tahapan pematangan lahan melalui kegiatan cut and fill serta penimbunan telah mencapai sekitar 3,7 hektare, atau setara dengan 56,5 persen dari target keseluruhan. Sementara itu, pembangunan 150 unit rumah yang menjadi bagian dari proyek Huntap ini juga menunjukkan perkembangan yang positif.
“Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap ini ditargetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ungkap Kapolda Marzuki, memberikan target waktu yang jelas untuk penyelesaian proyek vital ini.
Pembangunan Huntap ini sendiri terbagi ke dalam tiga seksi, yang masing-masing memiliki tipe dan progres yang berbeda:
* Seksi A: Menangani pembangunan 50 unit rumah tipe precast. Progres pembangunan di seksi ini telah mencapai 32,5 persen.
* Seksi B: Memfokuskan pada pembangunan 50 unit rumah tipe RUSPIN. Progres di seksi ini tercatat sebesar 28 persen.
* Seksi C: Bertanggung jawab atas pembangunan 50 unit rumah tipe kayu. Progres di seksi ini berada di angka 21 persen.
Kapolda berharap agar progres di setiap seksi dapat terus meningkat secara signifikan. “Progres ini diharapkan terus meningkat agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal,” tegasnya, menekankan perlunya kerja keras dan efisiensi dalam setiap tahapan pembangunan.
Peninjauan Infrastruktur Kritis: Jembatan Bailey dan Akses Darurat
Selain memantau pembangunan Huntap, agenda kunjungan Kapolda Aceh juga mencakup peninjauan infrastruktur yang rusak akibat banjir, terutama jembatan yang vital bagi konektivitas masyarakat. Pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), Irjen Marzuki telah mengunjungi lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.
Selanjutnya, pada hari kedua puasa, Jumat (20/2/2026), Kapolda melanjutkan peninjauan pembangunan dua jembatan Bailey yang dikerjakan oleh pihak kepolisian di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan jembatan-jembatan ini sangat krusial karena nantinya akan berfungsi sebagai penghubung utama bagi empat gampong (desa) di wilayah tersebut. Dengan selesainya jembatan ini, akses transportasi masyarakat diharapkan dapat kembali normal, mempermudah aktivitas sehari-hari dan pemulihan ekonomi pasca-bencana.
Tidak hanya itu, Kapolda juga meninjau jembatan kayu darurat yang dibangun oleh tim Polres Lhokseumawe. Jembatan sementara ini berlokasi di Gampong Riseh Tunong dan difungsikan sebagai akses penghubung antar desa yang rusak akibat banjir. Pembangunan jembatan sementara ini menunjukkan respons cepat dan adaptif dari jajaran kepolisian dalam mengatasi kendala aksesibilitas di lapangan.
Tanggung Jawab Kepolisian dalam Penanganan Bencana
Dalam rangkaian kunjungan kerja yang padat ini, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan kembali prinsip dasar tugas kepolisian. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran kepolisian, tanpa terkecuali, memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk hadir membantu masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi musibah.
“Baik Polres yang terkena musibah maupun yang tidak terdampak banjir, semua wajib membantu dan melayani masyarakat,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi semangat gotong royong dan solidaritas di dalam institusi kepolisian, di mana setiap elemen diharapkan berkontribusi dalam upaya penanganan bencana dan pelayanan publik. Kehadiran Kapolda secara langsung di lapangan diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi seluruh personel kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pasca-bencana.






