Dzikir Pagi Petang: Bacaan, Terjemahan, dan Manfaat Lengkap

Memperdalam Makna Dzikir Pagi dan Petang: Panduan Lengkap dan Keutamaannya

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rutinitas ini menjadi sarana bagi setiap Muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT, baik di awal maupun di akhir aktivitas harian. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang seringkali penuh tekanan, praktik dzikir ini menawarkan oase ketenangan batin, memperkuat ikatan spiritual antara hamba dan Tuhannya, serta menjadi benteng pelindung dari berbagai marabahaya.

Waktu pelaksanaan dzikir pagi adalah setelah salat Subuh hingga matahari terbit sepenuhnya. Sementara itu, dzikir petang dianjurkan untuk diamalkan sejak usai salat Asar atau menjelang Maghrib hingga malam tiba. Setiap rangkaian bacaan dzikir pagi dan petang memiliki makna yang mendalam, mencakup pujian kepada Allah SWT, permohonan ampunan, perlindungan, serta harapan akan keberkahan. Memahami arti dari setiap lafal dzikir menjadi kunci untuk menghadirkan kekhusyukan dan penghayatan yang lebih dalam.

Pada hakikatnya, mengamalkan dzikir, baik itu dzikir pagi, petang, maupun dzikir lainnya, adalah perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu:

“Ada dua orang Arab badui mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu dari mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Yang panjang umurnya dan baik amalannya.’ Orang yang lain bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam sangat banyak. Perintahkanlah aku suatu amalan yang bisa aku pegang erat.’ Beliau bersabda, ‘Hendaklah lisanmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.'” (HR. Ahmad, dengan sanad yang dinilai sahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Melalui pemahaman mendalam terhadap bacaan dzikir pagi dan petang beserta terjemahannya, umat Islam diharapkan dapat lebih meresapi makna doa yang dilantunkan. Pemahaman ini akan memfasilitasi kekhusyukan, sehingga dzikir tidak sekadar gerakan lisan, melainkan terinternalisasi dalam hati dan termanifestasi dalam perilaku sehari-hari.

Rangkaian Bacaan Dzikir Pagi dan Petang

Berikut adalah beberapa bacaan dzikir pagi dan petang yang ringkas namun sarat makna, yang dapat diamalkan secara rutin:

1. Ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

  • Bacaan: “Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa membacanya saat petang, ia akan dilindungi hingga pagi. Barangsiapa membacanya saat pagi, ia akan dilindungi hingga petang.

2. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

  • Surat Al-Ikhlas:
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    • Bacaan: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)
    • Jumlah Bacaan: 3 kali
  • Surat Al-Falaq:
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    • Bacaan: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)
    • Jumlah Bacaan: 3 kali
  • Surat An-Naas:
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

    • Bacaan: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)
    • Jumlah Bacaan: 3 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa membacanya masing-masing tiga kali di pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan baginya.

3. Doa Pagi

  • Bacaan: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
  • Terjemahan: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Memohon kebaikan di hari ini dan sesudahnya, serta perlindungan dari kejelekan. Doa ini juga memohon perlindungan dari kemalasan, kejelekan di usia senja, serta siksa kubur dan neraka.

4. Doa Pagi dan Petang

  • Bacaan: Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
  • Terjemahan: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali

5. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

  • Bacaan: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
  • Terjemahan: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dan meninggal sebelum pagi.

6. Doa Pagi untuk Persaksian

  • Bacaan: Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
  • Terjemahan: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”
  • Jumlah Bacaan: 4 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkannya di pagi dan petang sebanyak empat kali, Allah akan membebaskannya dari siksa neraka.

7. Doa Memohon Keselamatan

  • Bacaan: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
  • Terjemahan: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Doa ini tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa ini mencakup perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga, dan harta dari segala gangguan dari berbagai arah.

8. Doa Abu Bakar Ash-Shiddiq

  • Bacaan: Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
  • Terjemahan: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang, dan sebelum tidur.

9. Perlindungan dari Segala Bahaya

  • Bacaan: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
  • Terjemahan: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
  • Jumlah Bacaan: 3 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkannya tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak ada bahaya yang datang tiba-tiba menimpanya.

10. Pernyataan Ridha

  • Bacaan: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
  • Terjemahan: “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.”
  • Jumlah Bacaan: 3 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkannya tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.

11. Doa Memohon Pertolongan

  • Bacaan: Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.
  • Terjemahan: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali
  • Keutamaan: Diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah untuk diamalkan pagi dan petang.

12. Doa Dzikir Pagi

  • Bacaan: Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin.
  • Terjemahan: “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali (khusus pagi hari)

13. Tasbih dan Tahmid (Jumlah Banyak)

  • Bacaan: Subhanallah wa bi-hamdih.
  • Terjemahan: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.”
  • Jumlah Bacaan: 100 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkan kalimat ini sebanyak 100 kali di pagi dan petang hari, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan, kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.

14. Tasbih dan Tahmid (Jumlah Sedang)

  • Bacaan: Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
  • Terjemahan: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.”
  • Jumlah Bacaan: 3 kali (khusus pagi hari)
  • Keutamaan: Dzikir ini dikisahkan mengalahkan dzikir yang dibaca dari selepas Subuh hingga waktu Dhuha.

15. Tahlil (Jumlah Sedang)

  • Bacaan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
  • Terjemahan: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”
  • Jumlah Bacaan: 10 kali
  • Keutamaan: Barangsiapa membacanya di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatat baginya 10 kebaikan, menghapus 10 kesalahan, memberinya kebaikan setara memerdekakan 10 budak, serta melindunginya dari gangguan setan hingga petang. Keutamaan yang sama berlaku jika diucapkan di petang hari.

16. Tahlil (Jumlah Banyak)

  • Bacaan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
  • Terjemahan: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”
  • Jumlah Bacaan: 100 kali (dalam sehari)
  • Keutamaan: Barangsiapa mengucapkannya 100 kali dalam sehari, pahalanya setara membebaskan 10 budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 kesalahan, terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang. Tidak ada yang lebih baik amalnya kecuali yang mengamalkan lebih dari itu.

17. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal

  • Bacaan: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
  • Terjemahan: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”
  • Jumlah Bacaan: 1 kali (setelah salam salat Subuh)

18. Istighfar dan Taubat

  • Bacaan: Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
  • Terjemahan: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
  • Jumlah Bacaan: 100 kali (dalam sehari)

Manfaat Dzikir Pagi dan Petang

Mengamalkan dzikir pagi dan petang secara rutin mendatangkan berbagai manfaat spiritual dan duniawi, di antaranya:

  • Memperkuat Hubungan dengan Sang Pencipta: Dzikir adalah jembatan spiritual yang menghubungkan hamba dengan Allah SWT. Pengulangan doa dan pujian mengarahkan hati dan pikiran kepada-Nya, menumbuhkan rasa kedekatan, dan mengingatkan akan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Hubungan yang kokoh ini memberikan ketenangan batin dan kekuatan menghadapi cobaan.
  • Membawa Ketenangan dan Kedamaian Jiwa: Di tengah tekanan hidup, dzikir menjadi sumber ketenangan. Melalui doa yang khusyuk, pikiran yang gelisah dapat ditenangkan. Fokus pada pujian kepada Allah membebaskan dari kekhawatiran, mengarahkan pikiran pada hal positif, dan memperkuat kedamaian batin.
  • Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kesadaran: Dzikir pagi dan petang adalah wujud rasa syukur atas nikmat Allah. Pujian dan pengakuan atas kebesaran-Nya menumbuhkan kesadaran akan berkah yang diterima, mengajarkan untuk menghargai kehidupan. Dzikir menjadi pengingat konstan akan kehadiran-Nya.
  • Meningkatkan Kualitas Spiritual dan Moral: Amalan ini membina kesadaran akan nilai-nilai kebaikan, mengendalikan hawa nafsu, dan mengembangkan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Dzikir tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga memperbaiki karakter dan akhlak.
  • Menghadirkan Berkah dalam Kehidupan: Dengan dzikir yang konsisten dan tulus, seorang Muslim berharap mendapatkan rahmat dan berkah Allah. Berkah ini meliputi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pribadi, keluarga, pekerjaan, hingga hubungan sosial. Menjadikan Allah sebagai pusat setiap langkah diyakini akan membawa keberkahan dan kemudahan dalam hidup.

Pos terkait