Emas Antam di Pegadaian Mengalami Penurunan Harga pada 18 Januari 2026
Harga emas batangan Antam yang dijual di Pegadaian terpantau mengalami penurunan pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Penurunan ini berlaku baik untuk harga jual maupun harga buyback (pembelian kembali oleh Pegadaian). Tren pelemahan harga ini juga terlihat pada berbagai pilihan ukuran emas yang ditawarkan, mulai dari ukuran terkecil hingga yang terbesar.
Rincian Penurunan Harga Emas Antam
Penurunan harga emas Antam di Pegadaian pada tanggal tersebut dilaporkan cukup merata di berbagai denominasi berat. Untuk emas batangan Antam dengan berat 1 gram, harga jualnya turun sebesar Rp6.000, kini dibanderol seharga Rp2.930.000 per gram. Sementara itu, harga buyback untuk ukuran yang sama mengalami pelemahan Rp7.000 per gram, menjadi Rp2.518.000 per gram.
Pergerakan harga ini juga tercermin pada ukuran-ukuran lainnya:
- Ukuran 0,5 gram: Harga jual turun Rp3.000 menjadi Rp1.521.000, sedangkan harga buyback melemah Rp3.000 ke level Rp1.259.000.
- Ukuran 2 gram: Harga jual terpangkas Rp13.000 menjadi Rp5.793.000. Harga buyback pun ikut melemah Rp13.000 ke posisi Rp5.037.000.
- Ukuran 3 gram: Emas batangan ini kini dijual seharga Rp8.662.000, yang berarti turun Rp20.000 dari sebelumnya. Harga buyback-nya pun mengalami penurunan Rp19.000 menjadi Rp7.556.000.
- Ukuran 5 gram: Harga jual tercatat Rp14.398.000, mengalami koreksi penurunan Rp34.000. Sementara itu, harga buyback berada di angka Rp12.594.000, turun Rp31.000.
- Ukuran 10 gram: Emas batangan ini dibanderol Rp28.738.000, turun Rp66.000. Harga buyback-nya juga melemah Rp61.000 menjadi Rp25.189.000.
Penurunan harga ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang memengaruhi nilai logam mulia tersebut. Investor dan masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas perlu mencermati pergerakan harga ini untuk mengambil keputusan yang tepat.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian (18 Januari 2026)
Berikut adalah rincian lengkap harga emas batangan Antam di Pegadaian, baik untuk harga jual maupun harga buyback, berdasarkan data per tanggal 18 Januari 2026:
Harga Jual Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.521.000
- 1 gram: Rp 2.930.000
- 2 gram: Rp 5.793.000
- 3 gram: Rp 8.662.000
- 5 gram: Rp 14.398.000
- 10 gram: Rp 28.738.000
- 25 gram: Rp 71.706.000
- 50 gram: Rp 143.325.000
- 100 gram: Rp 286.564.000
- 250 gram: Rp 716.117.000
- 500 gram: Rp 1.432.002.000
- 1.000 gram: Rp 2.863.960.000
Harga Buyback Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.259.000
- 1 gram: Rp 2.518.000
- 2 gram: Rp 5.037.000
- 3 gram: Rp 7.556.000
- 5 gram: Rp 12.594.000
- 10 gram: Rp 25.189.000
- 25 gram: Rp 62.664.000
- 50 gram: Rp 125.328.000
- 100 gram: Rp 250.657.000
- 250 gram: Rp 623.555.000
- 500 gram: Rp 1.247.111.000
- 1.000 gram: Rp 2.494.223.000
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas Antam di Pegadaian ini merupakan cerminan dari dinamika yang lebih luas di pasar komoditas global. Beberapa faktor utama yang kerap memengaruhi fluktuasi harga logam mulia di pasar domestik, termasuk Indonesia, antara lain:
- Kondisi Pasar Global: Harga emas dunia sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global. Ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, inflasi, dan kebijakan moneter bank sentral di negara-negara besar dapat mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset safe haven. Sebaliknya, ketika pasar membaik dan kepercayaan investor meningkat, permintaan emas cenderung menurun.
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS): Emas diperdagangkan secara internasional dalam mata uang dolar AS. Oleh karena itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung membuat harga emas dalam rupiah menjadi lebih mahal. Sebaliknya, penguatan rupiah akan cenderung menurunkan harga emas dalam rupiah. Fluktuasi nilai tukar ini menjadi salah satu indikator penting bagi para pelaku pasar di Indonesia.
- Permintaan dan Penawaran: Seperti komoditas lainnya, hukum permintaan dan penawaran juga berlaku untuk emas. Peningkatan permintaan, baik dari sektor industri, perhiasan, maupun investasi, dapat mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, jika pasokan emas meningkat melebihi permintaan, harga bisa terkoreksi turun.
- Kebijakan Moneter: Keputusan suku bunga oleh bank sentral di berbagai negara memiliki dampak signifikan. Kenaikan suku bunga biasanya membuat aset berpendapatan tetap seperti obligasi menjadi lebih menarik, sehingga dapat mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.
Memahami faktor-faktor ini dapat membantu masyarakat dalam menganalisis pergerakan harga emas dan membuat keputusan investasi yang lebih bijak.





