Emas Hari Ini: Merosot ke Rp2,359 Juta/Gram, Buyback Rp2,555 Juta

Pasar Emas Perhiasan Mengalami Penurunan Signifikan di Awal Tahun 2026

Memasuki tahun baru Imlek 2026, pasar emas perhiasan di Indonesia menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan. Pada hari Rabu, 18 Februari 2026, para pedagang dan konsumen menyaksikan adanya pergeseran harga yang menarik untuk dicermati, terutama bagi mereka yang berencana melakukan investasi atau pembelian perhiasan. Penurunan ini memberikan kesempatan bagi sebagian orang untuk memiliki perhiasan emas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan periode sebelumnya.

Analisis Harga di Sejumlah Toko Emas

Penurunan harga ini terlihat di berbagai gerai emas ternama yang menjadi acuan pasar. Salah satu contohnya adalah Rajaemas, yang pada hari tersebut menawarkan emas perhiasan dengan kadar 24 karat seharga Rp2.555.000 per gram. Angka ini mencerminkan nilai emas murni, yang seringkali menjadi patokan utama dalam industri emas.

Tidak hanya emas dengan kadar tinggi, emas dengan kadar yang lebih rendah pun turut mengalami penyesuaian harga. Di Rajaemas, emas perhiasan dengan kadar 5 karat dibanderol pada angka Rp472.000 per gram. Perbedaan harga yang mencolok antara kadar 24 karat dan 5 karat ini menunjukkan bagaimana kandungan logam mulia memengaruhi nilai keseluruhan perhiasan.

Sementara itu, Lakuemas, toko emas lain yang juga memiliki pangsa pasar cukup besar, mencatat harga emas perhiasan pada level Rp2.539.000 per gram. Perbedaan tipis antara kedua toko ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk biaya operasional, stok barang, serta strategi penetapan harga masing-masing perusahaan.

Secara umum, pergerakan harga emas perhiasan di berbagai tempat menunjukkan konsistensi dalam tren penurunan. Hal ini menjadi kabar baik bagi para calon pembeli yang telah lama menantikan momen yang tepat untuk meminang perhiasan impian mereka atau menambah koleksi investasi emas.

Rincian Harga Emas Perhiasan per 18 Februari 2026

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasar, berikut adalah rincian harga emas perhiasan per gram pada hari Rabu, 18 Februari 2026, di dua toko emas terkemuka:

Rajaemas

Rajaemas menyajikan daftar harga yang cukup komprehensif untuk berbagai kadar emas perhiasan:

  • K24*: Rp 2.555.000 per gram
  • K24: Rp 2.415.000 per gram
  • K23: Rp 2.190.000 per gram
  • K22: Rp 2.095.000 per gram
  • K21: Rp 2.000.000 per gram
  • K20: Rp 1.905.000 per gram
  • K19: Rp 1.809.000 per gram
  • K18: Rp 1.715.000 per gram
  • K17: Rp 1.619.000 per gram
  • K16: Rp 1.524.000 per gram
  • K15: Rp 1.430.000 per gram
  • K14: Rp 1.334.000 per gram
  • K13: Rp 1.238.000 per gram
  • K12: Rp 1.144.000 per gram
  • K11: Rp 1.048.000 per gram
  • K10: Rp 952.000 per gram
  • K9: Rp 857.000 per gram
  • K8: Rp 760.000 per gram
  • K7: Rp 660.000 per gram
  • K6: Rp 570.000 per gram
  • K5: Rp 472.000 per gram

Perlu dicatat bahwa tanda bintang pada K24* kemungkinan merujuk pada standar kemurnian emas yang sedikit berbeda atau harga khusus.

Lakuemas

Sementara itu, Lakuemas juga menawarkan berbagai pilihan kadar emas perhiasan dengan harga sebagai berikut:

  • 24K (99%): Rp. 2.539.000 per gram
  • 23K: Rp. 2.205.000 per gram
  • 22K: Rp. 2.109.000 per gram
  • 21K: Rp. 2.016.000 per gram
  • 20K: Rp. 1.919.000 per gram
  • 19K: Rp. 1.821.000 per gram
  • 18K: Rp. 1.724.000 per gram
  • 17K: Rp. 1.626.000 per gram
  • 16K: Rp. 1.529.000 per gram
  • 15K: Rp. 1.433.000 per gram
  • 14K: Rp. 1.337.000 per gram
  • 13K: Rp. 1.241.000 per gram
  • 12K: Rp. 1.144.000 per gram
  • 11K: Rp. 1.047.000 per gram
  • 10K: Rp. 951.000 per gram
  • 9K: Rp. 854.000 per gram

Perbandingan antara kedua toko menunjukkan bahwa harga emas 24 karat di Lakuemas sedikit lebih rendah dibandingkan di Rajaemas. Namun, untuk kadar yang lebih rendah, perbedaannya menjadi lebih bervariasi.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga

Beberapa faktor global maupun domestik dapat memicu penurunan harga emas perhiasan. Secara umum, harga emas dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan internasional, kebijakan moneter bank sentral di negara-negara besar, nilai tukar mata uang, serta tingkat inflasi.

Di awal tahun 2026 ini, kemungkinan ada beberapa sentimen pasar yang membuat permintaan emas sebagai aset safe haven sedikit menurun. Misalnya, jika pasar saham global menunjukkan performa yang positif dan dianggap lebih menarik bagi investor, sebagian dana yang biasanya mengalir ke emas bisa beralih ke instrumen lain.

Selain itu, penguatan nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar Amerika Serikat juga bisa menjadi faktor penurun. Emas seringkali diperdagangkan dalam dolar, sehingga pelemahan dolar cenderung membuat emas lebih murah bagi negara-negara yang mata uangnya menguat.

Di tingkat domestik, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga juga dapat mengurangi kekhawatiran investor, sehingga mengurangi permintaan akan aset pelindung nilai seperti emas. Ketersediaan pasokan emas dari penambang dan produsen juga bisa berperan, meskipun dampaknya biasanya lebih kecil dibandingkan faktor global.

Peluang bagi Konsumen dan Investor

Penurunan harga emas perhiasan ini tentu menjadi angin segar bagi berbagai kalangan. Bagi konsumen, ini adalah momen yang tepat untuk membeli perhiasan sebagai pelengkap gaya atau sebagai hadiah. Dengan harga yang lebih rendah, konsumen dapat memperoleh gramase emas yang lebih banyak dengan anggaran yang sama.

Bagi investor, penurunan harga ini bisa menjadi sinyal untuk melakukan akumulasi emas. Meskipun harga sedang turun, emas tetap dianggap sebagai salah satu aset investasi yang aman dalam jangka panjang. Membeli saat harga rendah berpotensi memberikan keuntungan saat harga kembali merangkak naik.

Namun, penting bagi setiap individu untuk tetap melakukan riset dan memahami tujuan investasi mereka sebelum membuat keputusan. Pasar emas bisa sangat fluktuatif, dan penting untuk tidak hanya tergiur oleh harga rendah semata, tetapi juga mempertimbangkan analisis pasar yang lebih luas.

Secara keseluruhan, tren penurunan harga emas perhiasan di awal tahun Imlek 2026 ini memberikan dinamika menarik di pasar komoditas. Konsumen dan investor perlu memantau perkembangan selanjutnya untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Pos terkait