Erupsi Marapi & Jemaah Umrah: Berita Populer Sumbar

Erupsi Gunung Marapi dan Dampak Konflik Global: Laporan Terkini dari Sumatera Barat

Sumatera Barat kembali menjadi sorotan dengan serangkaian peristiwa penting yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Mulai dari aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang meningkat menjelang waktu sahur, hingga dampak konflik internasional yang mulai terasa pada perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Selain itu, upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkoba dan minuman keras juga menjadi berita utama yang menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Keluarkan Abu Kemerahan

Pada Selasa (3/3/2026) dini hari, menjelang waktu sahur, Gunung Marapi di Sumatera Barat dilaporkan mengalami erupsi. Fenomena alam ini terekam jelas melalui rekaman video yang beredar, menampilkan kolom abu vulkanik membubung tinggi ke angkasa, disertai lontaran material pijar berwarna merah terang dari puncak gunung. Letusan tercatat terjadi pada pukul 02.19 WIB dan terekam di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.

Ahmad Rifandi, petugas PGA Bukittinggi, membenarkan kejadian erupsi tersebut, meskipun tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual dari pos pengamatan. Namun, aktivitas vulkanik terekam jelas oleh alat seismograf. Saat ini, Gunung Marapi masih berstatus Level II (Waspada). Dengan status ini, masyarakat dan para pendaki diimbau untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yaitu Kawah Verbeek.

Peringatan juga dikeluarkan bagi warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi untuk mewaspadai potensi lahar, terutama saat musim hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan senantiasa mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta pemerintah daerah. Koordinasi erat antara pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam dengan PVMBG terus dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api ini.

Jemaah Umrah Merasakan Dampak Konflik Timur Tengah, Penerbangan Transit Terkendala

Eskalasi konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang memanas belakangan ini mulai menunjukkan dampaknya pada sektor penerbangan internasional, termasuk bagi jemaah umrah asal Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi. Meskipun demikian, dilaporkan bahwa situasi di Madinah secara umum masih kondusif dan aktivitas ibadah berjalan normal.

Elis, seorang jemaah umrah asal Jakarta, menyatakan bahwa situasi di Madinah hingga saat ini masih aman dan pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi tetap berlangsung seperti biasa tanpa pembatasan. Namun, dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai terasa pada sektor transportasi udara, khususnya penerbangan dengan sistem transit. Pesawat yang melakukan transit dilaporkan mengalami kendala untuk masuk, sementara penerbangan langsung ke Arab Saudi masih dimungkinkan.

Ketidakpastian jadwal penerbangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian jemaah, terutama bagi mereka yang masa tinggalnya atau ibadahnya akan segera berakhir. Kepastian kepulangan mereka kini sangat bergantung pada kebijakan maskapai dan izin penerbangan yang dipengaruhi oleh situasi keamanan di kawasan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak travel yang memberangkatkan jemaah tersebut belum menyampaikan adanya perubahan jadwal secara resmi. Seiring dengan memanasnya konflik, sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan telah melakukan penyesuaian jalur penerbangan dan pengetatan ruang udara sebagai langkah antisipasi keamanan. Para jemaah pun berharap situasi segera mereda agar kepulangan ke Tanah Air dapat berjalan lancar sesuai jadwal.

Polda Sumbar Ungkap 3 Kasus Narkoba, Sita 8 Kg Sabu

Dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berhasil mengungkap tiga kasus narkotika jenis sabu selama bulan Februari 2026. Dari pengungkapan ini, polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat delapan kilogram dan mengamankan lima orang tersangka.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus dilakukan di tiga lokasi berbeda. Dua kasus berhasil diungkap di Bandara Internasional Minangkabau pada tanggal 6 Februari dan 12 Februari 2026, di mana dua tersangka berinisial KI dan KA diamankan bekerja sama dengan otoritas bandara. Sementara itu, satu kasus lainnya terjadi di kawasan Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dengan mengamankan tiga tersangka berinisial RH, ECZ, dan YHK.

Seluruh tersangka kini ditahan di Mapolda Sumbar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 114 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (1) dan (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Barang bukti sabu seberat delapan kilogram tersebut telah dimusnahkan di Mapolda Sumbar, disaksikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAM), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar.

Operasi Pekat 2026 Dharmasraya: Pemusnahan Ratusan Botol Miras Jelang Ramadhan

Menjelang bulan suci Ramadhan, Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2026 yang berfokus pada penertiban penyakit masyarakat. Kegiatan ini ditandai dengan pemusnahan ratusan botol minuman keras dan barang bukti kejahatan lainnya di halaman Mapolres Dharmasraya.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, turut hadir dalam acara press release tersebut, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap langkah tegas kepolisian. Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, memaparkan hasil operasi yang dilaksanakan sejak 12 hingga 28 Februari 2025, dengan tujuan menciptakan suasana yang tenang bagi umat Muslim.

Dalam operasi ini, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub berhasil menyita sedikitnya 275 botol minuman keras dari berbagai merek, serta 210 liter tuak. Selain itu, operasi ini juga menyasar praktik perjudian, di mana uang tunai senilai ratusan ribu rupiah turut diamankan. Sektor keamanan kendaraan juga menjadi perhatian, dengan berhasilnya pengamanan 9 unit sepeda motor hasil curanmor dan 21 unit mobil yang diduga terkait pelanggaran hukum. Pemberantasan narkotika juga membuahkan hasil dengan diamankannya barang bukti sabu seberat kurang lebih 21,29 gram dan ganja kering seberat 519,4 gram.

AKBP Kartyana menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk perlindungan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus dalam lingkaran narkoba dan maksiat. Selama operasi berlangsung, petugas secara rutin melakukan razia ke warung remang-remang, hotel, dan lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar. Sebanyak lima warung remang-remang pun diberikan pembinaan dan penertiban.

Bupati Annisa Suci Ramadhani memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Dharmasraya atas hasil operasi ini, yang dinilainya sebagai tindak lanjut nyata dari surat edaran bersama terkait larangan penyakit masyarakat. Ia menekankan pentingnya penertiban ini untuk memastikan warga dapat beribadah dengan khusyuk di bulan Ramadhan tanpa gangguan. Bupati berharap sinergi antara Pemkab, TNI, dan Polri dapat terus diperkuat untuk pengawasan berkelanjutan demi menjaga marwah daerah dan memberikan rasa aman yang permanen bagi seluruh warga Dharmasraya.

Pos terkait