Haji Faisal Angkat Bicara: Terlalu Berlebihan Menjodoh-jodohkan Fuji dengan Reza Arap
Kabar perjodohan antara selebgram ternama Fujianti Utami alias Fuji dengan YouTuber Reza Arap belakangan ini memang tengah menjadi sorotan publik. Keduanya dijodohkan oleh warganet setelah tampil bersama dalam sebuah sesi live streaming. Namun, di balik ramainya komentar netizen, ayah Fuji, Haji Faisal, merasa prihatin dan menganggap reaksi tersebut sudah kelewat batas.
Haji Faisal mengungkapkan rasa risihnya melihat putrinya kerap dijodoh-jodohkan dengan berbagai pihak. Menurutnya, Fuji hanyalah menjalankan profesionalisme dalam pekerjaannya di industri hiburan, yang seringkali menuntutnya untuk berkolaborasi dengan rekan artis lain.
“Saya baca (komentar) kok begini banget ya, asal anak saya tampil ada aja istilahnya. Padahal mereka hanya tampil, diajak terus datang menghormati tuan rumah,” ujar Haji Faisal, menyikapi fenomena perjodohan yang dialami putrinya. Ia merasa bahwa netizen terlalu berlebihan dalam memberikan komentar.
Lebih lanjut, Haji Faisal menyoroti adanya ungkapan-ungkapan yang dinilai tidak pantas dalam kolom komentar. Tak jarang, komentar tersebut bahkan dikait-kaitkan dengan dirinya atau hal-hal lain yang menurutnya tidak relevan. “Kadang-kadang saya merasa sudah enggak bagus, enggak kondusif, terlalu berlebih-lebihan banget sampai menjodoh-jodohkan. Karena di situ diselipkan kata-kata yang tidak pantas, komen-komen banyak yang tidak pantas, disambung-sambungkan ke saya, disambung-sambungkan ke hal-hal yang tidak tepat menurut saya,” jelasnya.
Situasi ini membuat Haji Faisal merasa bingung dan tidak nyaman. Ia heran mengapa putrinya selalu menjadi sasaran perjodohan setiap kali berkolaborasi dengan orang lain. “Sekarang heboh jadi bingung juga, jadinya risih ya kan,” imbuhnya.
Haji Faisal merasa heran karena fenomena ini tidak terjadi pada artis lain yang juga berkolaborasi. “Di pihak-pihak yang lain kan enggak seperti itu ya, kenapa kalau anak saya terlalu dilebih-lebihkan banget. Saya jadi heran kepikiran juga,” tuturnya.
Reza Arap Turut Kesal dengan Perjodohan Netizen
Tak hanya Haji Faisal, Reza Arap pun dikabarkan merasa kesal dengan perjodohan yang dilancarkan oleh warganet. Dalam sebuah potongan video yang beredar di media sosial, mantan suami Wendy Walters ini secara tegas menyikapi komentar netizen yang menjodohkannya dengan Fuji.
“Furap, furap itu lu mau ngapain sih, mau disapu, mau nyapu juga nggak bisa nih,” ucap Reza Arap dengan nada kesal, seolah menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap julukan “Furap” yang diberikan netizen.
Reza Arap juga menyentil sikap Fuji yang dianggapnya ikut terbawa arus perjodohan yang dibuat-buat oleh netizen. “Fujinya juga lagi dimainin sama dia, mau diarahin ke mana? Gue lagi nggak ada arah Fuji,” terangnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Reza Arap merasa bahwa Fuji juga terjebak dalam narasi yang diciptakan oleh warganet.
Perlu diketahui, Reza Arap baru saja mengalami masa-masa sulit setelah kehilangan kekasihnya, Lula Lahfah, pada Januari 2026 lalu. Lula ditemukan meninggal dunia di apartemennya, sebuah peristiwa yang tentu saja masih membekas bagi Reza Arap. Menghadapi perjodohan dengan Fuji di tengah situasi tersebut, tentu saja menambah beban emosional baginya.
Dampak Perjodohan di Dunia Maya
Fenomena perjodohan selebriti di media sosial bukanlah hal baru. Interaksi antara publik figur di platform digital seringkali memicu imajinasi warganet untuk menciptakan skenario hubungan romantis. Meskipun niat awal mungkin hanya sekadar hiburan, namun dampak dari perjodohan semacam ini bisa berujung pada ketidaknyamanan bagi pihak yang terlibat.
- Tekanan Psikologis: Terus-menerus dijodohkan dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi para publik figur. Mereka mungkin merasa gerah karena kehidupan pribadi mereka seolah menjadi konsumsi publik yang tak berujung.
- Kesalahpahaman Publik: Perjodohan yang berlebihan dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik mengenai hubungan sebenarnya antar kedua belah pihak. Hal ini bisa berdampak pada citra dan reputasi mereka.
- Gangguan Profesionalisme: Seperti yang diungkapkan Haji Faisal, aktivitas kolaborasi yang seharusnya berjalan profesional bisa terganggu oleh narasi perjodohan yang diciptakan netizen. Hal ini dapat memengaruhi fokus dan kenyamanan mereka dalam bekerja.
- Potensi Perundungan Daring (Cyberbullying): Dalam kasus yang lebih ekstrem, komentar-komentar yang tidak pantas dan bernada negatif dapat berkembang menjadi perundungan daring, yang tentu saja sangat merugikan.
Oleh karena itu, penting bagi warganet untuk lebih bijak dalam memberikan komentar dan berinteraksi di dunia maya. Menghargai privasi dan profesionalisme para publik figur adalah kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan positif.




