Ringkasan Berita Gempa Bumi di Sigi, Sulawesi Tengah
Pada hari Kamis, 25 Juni 2026 pukul 06.48 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,5 di wilayah timur laut Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi gempa berada pada koordinat 1,05 LS dan 120,27 BT, sekitar 57 km dari pusat kabupaten Sigi. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 4 km.
Gempa ini dilaporkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang merupakan lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia. BMKG bertugas untuk mengamati dan menganalisis berbagai fenomena meteorologi, klimatologi, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Sigi adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Ibu kota kabupaten ini berada di Kecamatan Sigi Biromaru, yang terletak di sebelah selatan Kota Palu. Wilayah Sigi berbatasan langsung dengan Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Poso, dan juga Kota Palu.
Magnitudo gempa bumi merujuk pada ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi. Magnitudo ini dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Informasi terbaru mengenai gempa bumi di Sigi dapat dilihat melalui media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG.
Berikut informasi lengkap tentang gempa bumi yang terjadi:
- Magnitudo: 2,5
- Tanggal dan waktu: 25 Juni 2026 pukul 06:48:26 WIB
- Lokasi: 1,05 LS, 120,27 BT
- Jarak dari pusat kabupaten Sigi: 57 km timur laut
- Kedalaman: 4 km
BMKG menyampaikan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG juga memberikan informasi mengenai skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang digunakan untuk menilai dampak gempa bumi berdasarkan persepsi manusia dan kerusakan yang terjadi. Berikut penjelasannya:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.





