Gempa Vulkanik Burni Telong: 85 Guncangan, Waspada Level II

Status Waspada Gunung Burni Telong Dipertahankan, Aktivitas Bawah Permukaan Tetap Tinggi

REDELONG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan bahwa status aktivitas Gunung Burni Telong di Provinsi Aceh masih berada pada Level II, yaitu Waspada. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap aktivitas vulkanik gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, yang dilakukan selama periode 1 hingga 15 Maret 2026.

Meskipun secara umum tren kegempaan menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya ketika gunung ini sempat berstatus Level III (Siaga) pada akhir Desember 2025, kondisi di bawah permukaan Gunung Burni Telong dilaporkan masih berada di atas ambang batas normal.

Analisis Kegempaan: Peningkatan Aktivitas Bawah Permukaan

Data seismik yang berhasil dihimpun selama periode observasi terbaru, yaitu 1 hingga 15 Maret 2026, mencatat aktivitas yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 85 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA). Jika dirata-ratakan, ini berarti terjadi sekitar lima kali gempa vulkanik dalam setiap harinya. Angka ini secara jelas mengindikasikan bahwa aktivitas di bawah permukaan gunung masih terus berlangsung dan berada di atas batas kewajaran.

Selain gempa vulkanik dalam, data instrumental juga mencatat jenis gempa lainnya. Seismograf berhasil merekam 17 kali Gempa Tektonik Lokal, yang menunjukkan adanya aktivitas geologis di sekitar wilayah tersebut yang tidak secara langsung berkaitan dengan proses magma di dalam gunung. Lebih lanjut, tercatat pula 19 kali Gempa Tektonik Jauh, yang mengindikasikan adanya pergerakan lempeng tektonik pada skala yang lebih luas.

Sementara itu, hasil pemantauan menggunakan grafik tiltmeter, yang mengukur deformasi permukaan gunung, menunjukkan adanya fluktuasi. Namun, fluktuasi ini belum mengarah pada akumulasi tekanan yang signifikan di dalam tubuh gunung. Hal ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada pergerakan, belum ada tanda-tanda pembengkakan atau penumpukan energi yang masif yang dapat memicu erupsi besar dalam waktu dekat.

Potensi Bahaya: Erupsi Freatik dan Gas Beracun

Meskipun secara visual puncak Gunung Burni Telong sering kali tertutup kabut dan tidak menunjukkan adanya hembusan asap dari kawah, PVMBG memberikan peringatan penting mengenai potensi bahaya erupsi freatik. Erupsi freatik adalah letusan yang dipicu oleh pemanasan air tanah oleh panas dari dalam bumi, yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Yang paling mengkhawatirkan adalah, erupsi jenis ini sering kali tidak didahului oleh peningkatan kegempaan yang drastis, sehingga sulit untuk diprediksi secara dini.

Selain ancaman letusan, otoritas terkait juga mengingatkan masyarakat akan bahaya gas vulkanik yang beracun. Gas-gas ini cenderung terkonsentrasi di area solfatara dan fumarol, yaitu area di permukaan gunung yang mengeluarkan uap dan gas panas. Konsentrasi gas vulkanik di area-area tersebut sangat rawan untuk melampaui ambang batas aman bagi kesehatan manusia. Risiko ini semakin meningkat, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan, karena gas-gas tersebut bisa terperangkap dan bertahan lebih lama di dekat permukaan tanah.

Rekomendasi dan Mitigasi Bencana

Menyikapi potensi bahaya yang ada, PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat. Sebagai langkah mitigasi dan demi menjaga keselamatan, masyarakat, wisatawan, maupun para pendaki dilarang keras untuk mendekati kawah Gunung Burni Telong. Jarak aman yang ditetapkan adalah dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah.

Pemerintah daerah setempat juga diinstruksikan untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong yang berlokasi di Desa Serule Kayu. Koordinasi yang intensif ini sangat penting untuk memantau setiap perkembangan aktivitas gunung yang dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan pemantauan yang berkelanjutan dan komunikasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat, diharapkan potensi bencana dapat dikelola dengan lebih efektif.

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Burni Telong diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah. Memahami karakteristik gunung berapi dan mengikuti arahan petugas adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.

Pos terkait