Gol Kontroversial Girona Jatuhkan Barcelona, Flick Salahkan Pemain

Barcelona Tumbang di Derbi Catalunya, Hansi Flick Salahkan Pemainnya atas Gol Kontroversial

Pertandingan penutup pekan ke-24 La Liga musim 2025-2026 mempertemukan dua tim asal Catalunya, Barcelona dan Girona, dalam sebuah duel bertajuk Derbi Catalunya yang sengit. Bertandang ke Estadi Montilivi pada Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, Barcelona harus menelan pil pahit kekalahan dengan skor akhir 1-2. Gol kemenangan Girona yang tercipta di menit akhir pertandingan menjadi sorotan utama, namun pelatih Barcelona, Hansi Flick, memilih untuk tidak menyalahkan keputusan wasit, melainkan mengarahkan kritik kepada performa para pemainnya sendiri.

Jalannya pertandingan sejatinya menunjukkan potensi Barcelona untuk membawa pulang poin penuh. Tim Catalan tersebut menampilkan permainan yang menjanjikan, dan bahkan sempat dihadiahi penalti pada menit ke-45+3. Sayangnya, kesempatan emas ini gagal dimanfaatkan oleh Lamine Yamal. Momentum Barcelona sempat berlanjut ketika Pau Cubarsi berhasil membuka keunggulan di menit ke-59 melalui sundulan tajamnya. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit sebelum Thomas Lemar berhasil menyamakan kedudukan untuk Girona.

Puncak drama terjadi pada menit ke-82 ketika Girona mencetak gol kemenangan melalui tendangan jarak jauh Fran Beltrán. Gol ini memicu kontroversi karena diduga terjadi pelanggaran terhadap bek Barcelona, Jules Koundé, sebelum Beltrán melepaskan tembakan. Koundé terlihat tergeletak di lapangan, dekat dengan sumber gol tersebut, memperkuat dugaan adanya pelanggaran yang luput dari perhatian wasit.

Meski demikian, Hansi Flick dalam konferensi pers pasca-pertandingan memilih untuk tidak terpaku pada kontroversi gol tersebut. Pelatih asal Jerman ini mengakui bahwa gol kedua Girona memang layak dianulir karena adanya pelanggaran yang jelas. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah alasan utama kekalahan Barcelona.

Flick Ungkap Kelemahan Fatal Barcelona

Flick secara tegas menyatakan bahwa performa pertahanan timnya, terutama dalam fase transisi, sangatlah buruk. Ia menyoroti bagaimana lini tengah Barcelona terlalu mudah ditembus dan tidak berada pada posisi yang tepat saat timnya kehilangan bola. Hal ini membuka celah lebar bagi lawan untuk melancarkan serangan balik yang berbahaya.

“Saya tidak ingin membicarakan hal itu (gol kontroversial). Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas (menang),” ujar Flick, menekankan bahwa ia tidak ingin mencari alasan.

Ia melanjutkan, “Pertahanan kami sangat buruk, terutama saat transisi, kami terlalu terbuka, lini tengah kami tidak berada di posisi yang tepat.”

Flick merasa bahwa terlalu banyak membahas soal gol kontroversial akan terdengar seperti keluhan dan mencari-cari alasan. Baginya, fokus utama adalah pada peningkatan kualitas permainan tim.

“Tentu saja pelanggaran itu jelas, tapi memang seperti itu. Bagi saya, mungkin saya akan berbicara lebih banyak tentang itu jika kami bermain bagus, tetapi kami tidak bermain bagus,” tegasnya.

Pelatih yang pernah sukses bersama Bayern Muenchen ini menekankan pentingnya kembali ke level permainan yang diinginkan. Ia ingin para pemainnya segera bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di pertandingan mendatang.

“Itu terlihat seperti alasan, mengeluh. Saya tidak menginginkan itu. Kita harus bermain lebih baik. Kita harus kembali ke level ini,” pungkasnya dengan nada tegas.

Dampak Kekalahan Terhadap Papan Klasemen

Kekalahan ini berdampak signifikan pada posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga. Mereka harus merelakan posisi teratas kepada rival abadi mereka, Real Madrid. Saat ini, kedua tim terpaut dua poin saja di puncak klasemen. Real Madrid memimpin dengan 60 poin, sementara Barcelona tertahan di angka 58 poin, keduanya telah memainkan 24 pertandingan.

Sementara itu, bagi Girona, kemenangan atas Barcelona ini menjadi dorongan moral yang berharga. Hasil positif ini membuat mereka tetap tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan raihan 29 poin. Poin mereka saat ini sama dengan Getafe yang berada di peringkat ke-11, dan hanya terpaut enam poin dari zona Eropa, tepatnya di peringkat keenam yang dihuni oleh Espanyol. Posisi ke-12 ini menunjukkan bahwa Girona masih memiliki peluang untuk merangkak naik di papan klasemen seiring berjalannya sisa musim.

Pos terkait