Harga Emas Antam Turun pada Hari Ini
Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan sebesar Rp10 ribu per gram pada hari ini, Selasa (31/3/2026). Harga emas hari ini berada di kisaran Rp2.827.000 per gram. Sementara itu, harga buyback yang ditetapkan oleh Antam juga turun sebesar Rp11 ribu menjadi Rp2.477.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang diberikan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
Daftar Harga Emas Batangan Antam Per Hari Ini
Berikut ini adalah daftar harga emas batangan Antam dalam pecahan lain:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.463.500.
- Harga emas 1 gram: Rp2.827.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.604.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.388.000.
- Harga emas 5 gram: Rp13.950.000.
- Harga emas 10 gram: Rp27.820.000.
- Harga emas 25 gram: Rp69.385.000.
- Harga emas 50 gram: Rp138.605.000.
- Harga emas 100 gram: Rp277.060.000.
- Harga emas 250 gram: Rp692.340.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.384.400.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.767.600.000.
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP akan mendapatkan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Emas Fisik sebagai Instrumen Investasi Berisiko Rendah
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Ada yang rendah, moderat, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
“Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri,” ucap Andy.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
“Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi,” kata Andy.
Cara Menghitung Keuntungan Investasi Emas
Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih antara harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam sebesar Rp2.827.000 per gram dan harga jual kembali sebesar Rp2.477.000 per gram. Terdapat selisih sebesar Rp350 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.
Apabila kamu membeli emas seharga Rp2.827.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp350 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas sering disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.





