Tren Penurunan Harga Komoditas Pangan Nasional: Gambaran Terbaru Januari 2025
Pada awal tahun 2025, tepatnya Minggu, 18 Januari, para pemantau harga pangan di Indonesia disuguhkan dengan kabar baik. Berbagai komoditas pangan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat terpantau mengalami penurunan harga rata-rata secara nasional. Data yang dihimpun pada pukul 07.45 WIB menunjukkan tren positif ini, memberikan sedikit kelegaan di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.
Rincian Penurunan Harga Beras
Sektor beras, sebagai makanan pokok utama, menjadi sorotan utama dalam penurunan harga ini. Beras premium, yang seringkali menjadi patokan harga, mencatat penurunan signifikan sebesar 2,68%, kini diperdagangkan di angka Rp15.155 per kilogram. Tidak hanya beras premium, varietas lain pun ikut terpengaruh. Beras medium mengalami penurunan 2,36% menjadi Rp13.122 per kilogram.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog juga menunjukkan hasil positif dengan penurunan harga beras SPHP sebesar 1,15% menjadi Rp12.336 per kilogram. Selain itu, beras medium non-SPHP juga tidak luput dari tren penurunan, terkoreksi 2,83% ke angka Rp13.450 per kilogram. Bahkan, beras khusus lokal pun mencatatkan penurunan harga yang cukup menggembirakan, yaitu 4,30% menjadi Rp14.932 per kilogram.
Komoditas Lain yang Mengalami Koreksi Harga
Penurunan harga tidak hanya terbatas pada beras. Sektor lain pun turut merasakan dampak positif ini:
- Jagung Peternak: Mengalami penurunan 2,83%, kini berada di kisaran Rp6.861 per kilogram.
- Kedelai Biji Kering Impor: Turun 2,73% menjadi Rp10.621 per kilogram.
- Bawang Merah: Mencatat penurunan harga yang cukup tajam sebesar 6,77%, menjadi Rp39.771 per kilogram.
- Bawang Putih Bonggol: Juga terpantau lebih murah, dengan penurunan 3,53% ke angka Rp37.472 per kilogram.
Sektor Cabai dan Daging: Fluktuasi Menuju Penurunan
Sektor pertanian lain yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan pasokan, yaitu cabai, juga menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
- Cabai Merah Keriting: Turun drastis sebesar 15,36% menjadi Rp32.047 per kilogram.
- Cabai Merah Besar: Mengalami penurunan paling signifikan di antara jenis cabai lainnya, yaitu 25,59% ke angka Rp27.988 per kilogram.
- Cabai Rawit Merah: Meskipun masih tergolong tinggi, namun terpantau turun 14,87% menjadi Rp42.787 per kilogram.
Sementara itu, di sektor protein hewani, harga daging juga mengalami penyesuaian:
- Daging Sapi Murni: Turun tipis 1,25% menjadi Rp134.232 per kilogram.
- Daging Ayam Ras: Mengalami penurunan 2,72% ke angka Rp38.108 per kilogram.
- Telur Ayam Ras: Juga terpantau lebih terjangkau dengan penurunan 2,34% menjadi Rp30.272 per kilogram.
Gula, Garam, Tepung, dan Minyak Goreng: Kestabilan Harga
Kebutuhan pokok lainnya seperti gula, garam, tepung, dan minyak goreng juga menunjukkan tren penurunan yang stabil:
- Gula Konsumsi: Turun 1,05% menjadi Rp17.918 per kilogram.
- Garam Konsumsi: Mengalami penurunan 1,25% ke angka Rp11.367 per kilogram.
- Tepung Terigu Curah: Turun 3,09% menjadi Rp9.369 per kilogram.
- Tepung Terigu Kemasan: Turun 3,30% ke angka Rp12.454 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, baik kemasan maupun curah, keduanya mengalami penurunan harga. Minyak goreng kemasan turun 3,56% menjadi Rp20.174 per liter, sementara minyak goreng curah turun 4,50% ke Rp16.898 per liter. Merek populer Minyakita juga tidak ketinggalan, turun 3,59% menjadi Rp17.092 per liter.
Pergerakan Harga Ikan dan Daging Kerbau
Sektor perikanan juga menunjukkan dinamika harga:
- Ikan Kembung: Turun tipis 0,26% menjadi Rp43.735 per kilogram.
- Ikan Tongkol: Mengalami penurunan 3,82% ke angka Rp35.198 per kilogram.
- Ikan Bandeng: Mencatat penurunan yang cukup signifikan sebesar 11,54% menjadi Rp32.145 per kilogram.
Perubahan harga juga terlihat pada komoditas daging kerbau:
- Daging Kerbau Beku Impor Luar Negeri: Turun 4,21% ke Rp103.938 per kilogram.
- Daging Kerbau Segar Lokal: Mengalami penurunan yang lebih dramatis, yaitu 13,51% ke angka Rp122.500 per kilogram.
Secara keseluruhan, tren penurunan harga pada awal Januari 2025 ini memberikan gambaran yang positif bagi stabilitas harga pangan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat dan mendorong daya beli di tengah berbagai tantangan ekonomi.





