Harga Pangan Pasca Lebaran: Mendag-Menko Pantau, Minyakita Melorot

Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran: Tinjauan di Pasar Minggu

Jakarta – Sepekan setelah perayaan Idulfitri, para menteri kabinet memantau langsung kondisi pasar guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) bagi masyarakat. Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara rutin melakukan pemantauan harga bapok setiap hari, terutama menjelang dan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Upaya ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Strategi Distribusi Minyakita Diperkuat

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng rakyat (MGR) bermerek Minyakita. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa Kemendag terus berkoordinasi erat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan untuk memastikan pasokan Minyakita tetap mencukupi.

“Minimal 35% distribusi Minyakita diserahkan ke ID Food dan Bulog. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35%,” ungkap Budi dalam keterangan resminya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan Minyakita di pasaran dan mencegah penimbunan atau spekulasi harga.

Pasokan Stabil, Harga Terkendali di Pasar Minggu

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi terhadap kondisi bapok di Pasar Minggu yang dinilainya cukup baik. “Persediaan seperti beras, ayam, telur, dan sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” ujarnya. Peninjauan langsung ke pasar tradisional seperti Pasar Minggu memberikan gambaran yang akurat mengenai realitas pasokan dan harga yang dihadapi oleh konsumen.

Penurunan Harga Komoditas Kunci

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, beberapa harga komoditas bapok menunjukkan tren penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Penurunan ini memberikan angin segar bagi rumah tangga dalam mengelola anggaran belanja pasca-lebaran.

Berikut adalah beberapa komoditas yang terpantau mengalami penurunan harga:

  • Minyakita: Harga Minyakita tercatat turun sebesar 7,5%. Pada periode Idulfitri tahun lalu, harga minyak goreng rakyat ini sempat menyentuh Rp 17.200 per liter. Namun, pada tahun ini, harga berhasil dijaga di kisaran Rp 15.700 per liter, memberikan kelegaan bagi konsumen.
  • Bawang Merah: Komoditas penting dalam bumbu dapur ini juga mengalami penurunan harga, diperkirakan antara 8% hingga 10%.
  • Cabai: Harga berbagai jenis cabai juga terpantau menurun. Cabai keriting mengalami penurunan sekitar 3% hingga 20%, sementara jenis cabai lainnya juga menunjukkan tren serupa.
  • Bawang Putih: Komoditas bawang putih menjadi salah satu yang paling signifikan mengalami penurunan harga, diperkirakan mencapai 16%.

Harga di Bawah Acuan Pemerintah

Lebih lanjut, sejumlah komoditas di Pasar Minggu dilaporkan telah dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan yang melimpah dan persaingan yang sehat di tingkat pedagang mampu menekan harga hingga ke tingkat yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Contoh harga beberapa komoditas yang terpantau di bawah acuan:

  • Beras medium: Rp 13.000 per kilogram
  • Beras premium: Rp 14.800 per kilogram
  • Cabai merah keriting: Rp 50.000 per kilogram
  • Cabai merah besar: Rp 50.000 per kilogram

Secara keseluruhan, pemerintah menilai bahwa tren harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Ramadan dan Idulfitri 2025. Stabilitas harga ini merupakan hasil dari berbagai upaya koordinasi dan pemantauan yang terus dilakukan oleh kementerian terkait, serta partisipasi aktif dari para pelaku usaha dan distributor.

Pos terkait