Hilal Hari Ini Sulit Terlihat, Sidang Isbat Menanti

Menanti Hilal Ramadan 1447 H: Pantauan BMKG dan Proses Sidang Isbat

Penentuan awal bulan suci Ramadan merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, proses ini melibatkan berbagai instansi pemerintah dan tokoh agama melalui pemantauan hilal (bulan sabit muda) dan Sidang Isbat. Untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada tahun 2026 Masehi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan serangkaian persiapan dan pemantauan yang komprehensif.

Peran BMKG dalam Pemantauan Hilal

BMKG, sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, turut serta dalam upaya memantau hilal untuk penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Pada tanggal 17 dan 18 Februari 2026, BMKG telah menyebarkan tim yang terdiri dari para ahli di 37 titik strategis di seluruh penjuru Indonesia. Tim ini bertugas melakukan pengamatan langsung atau yang dikenal sebagai rukyatul hilal.

Tujuan utama dari penyebaran tim ini adalah untuk mengumpulkan data ilmiah yang akurat mengenai penampakan hilal. Data ini nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam Sidang Isbat yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Berdasarkan analisis data hisab (perhitungan astronomis) yang telah dilakukan, posisi hilal pada tanggal 17 Februari 2026 diperkirakan masih berada di bawah ufuk atau dalam posisi “minus”. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan besar hilal baru akan memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat) pada keesokan harinya, yaitu 18 Februari 2026. Pada tanggal tersebut, ketinggian hilal diprediksi akan mencapai antara 7,62 hingga 10,03 derajat di atas ufuk.

Meskipun demikian, BMKG secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu keputusan resmi dari Pemerintah. Keputusan final mengenai penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah akan diumumkan setelah Sidang Isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama.

Masyarakat yang tertarik untuk menyaksikan langsung proses pengamatan hilal dapat melakukannya melalui siaran langsung (live streaming) yang disediakan di situs web resmi BMKG, yaitu pada tautan https://hilal.bmkg.go.id/. BMKG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan hati yang tulus dan bersih dalam menyambut bulan penuh keberkahan ini, seraya berharap agar seluruh persiapan ibadah umat Muslim diberikan kelancaran.

Sidang Isbat: Penentu Resmi Awal Ramadan

Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag), akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menentukan secara resmi kapan dimulainya bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Acara penting ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore, 17 Februari 2026, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Agenda penetapan awal Ramadan ini akan diawali dengan pelaksanaan seminar mengenai posisi hilal. Seminar ini direncanakan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan akan bersifat terbuka untuk umum. Masyarakat luas dapat mengikuti jalannya seminar ini secara langsung melalui berbagai kanal digital, termasuk kanal YouTube Bimas Islam TV, platform TikTok, dan akun Instagram resmi Bimas Islam.

Setelah sesi seminar, agenda dilanjutkan dengan Sidang Isbat yang bersifat tertutup. Sidang ini akan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Forum tertutup ini akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam penentuan kalender Hijriah. Para peserta sidang meliputi:

  • Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)
  • Perwakilan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Badan Informasi Geospasial (BIG)
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Perwakilan dari Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Perwakilan dari Planetarium Jakarta
  • Para pakar falak (ilmu astronomi Islam) dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam
  • Pimpinan ormas Islam
  • Perwakilan dari pondok pesantren
  • Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama

Setelah seluruh rangkaian Sidang Isbat selesai dilaksanakan, Menteri Agama akan didampingi oleh perwakilan Komisi VIII DPR RI dan MUI, akan menggelar konferensi pers. Konferensi pers ini akan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Bimas Islam. Melalui konferensi pers inilah penetapan resmi awal Ramadan 1447 Hijriah akan diumumkan kepada publik.

Pemerintah mengajak seluruh umat Islam untuk menantikan pengumuman resmi ini dengan penuh suka cita dan mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.

Pos terkait