Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Barat Hampir Rampung, Warga Korban Banjir Segera Tempati
Meulaboh, Aceh Barat – Upaya penyediaan tempat tinggal yang layak bagi para korban banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, menunjukkan progres yang signifikan. Pembangunan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan untuk meringankan beban warga terdampak musibah pada 26 November 2025 lalu, kini telah berada di tahap akhir penyelesaian. Proyek ini mencakup pembangunan 12 unit huntara yang tersebar di dua lokasi strategis di Gampong Jambak dan Gampong Lawet.
Menurut Teuku Ronal Nehdianysah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, pembangunan di Gampong Jambak telah mencapai 98 persen. Sementara itu, di Gampong Lawet, progres pengerjaan telah mencapai 70 persen dan masih terus dikebut untuk memastikan penyelesaian tepat waktu.
“Kami terus berupaya agar pembangunan huntara ini dapat segera rampung sepenuhnya,” ujar Ronal. “Harapan kami adalah agar warga yang terdampak banjir bandang dapat segera menempati hunian sementara ini dengan nyaman dan aman, sembari kita merencanakan solusi hunian tetap di masa mendatang.”
Rincian Progres Pembangunan dan Fasilitas yang Tersedia:
Pembangunan huntara ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, dengan fokus pada penyediaan hunian yang fungsional dan memadai bagi para pengungsi.
Gampong Jambak:
- Telah mencapai progres pembangunan fisik sebesar 98 persen.
- Jaringan air bersih dan listrik telah terpasang dan siap untuk disambungkan ke setiap unit huntara.
- Fasilitas dasar untuk penghuni awal telah disiapkan, meliputi kasur, tikar, kompor, kasur lipat, kipas angin, sembako, dan bantal.
Gampong Lawet:
- Progres pembangunan fisik telah mencapai 70 persen.
- Pengerjaan terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian.
- Fasilitas dasar yang sama seperti di Gampong Jambak juga akan disediakan bagi para penghuni di lokasi ini.
Dukungan Fasilitas Tambahan dari Pemerintah Daerah:
Selain fasilitas dasar yang telah disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui BPBD dan Dinas Sosial juga berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan tambahan bagi para penghuni huntara.
Dukungan tersebut meliputi:
* Sembako lanjutan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.
* Penyediaan material untuk pembuatan pagar di sekitar hunian guna menambah keamanan.
* Penambahan seng untuk memperluas area dapur, memberikan ruang yang lebih memadai bagi aktivitas memasak.
* Perlengkapan harian seperti selimut dan sarung untuk meningkatkan kenyamanan para penghuni.
Pemerintah daerah menyadari bahwa proses pemulihan pascabencana memerlukan dukungan yang komprehensif. Oleh karena itu, penyediaan huntara ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memberikan stabilitas dan rasa aman bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik:
Pembangunan huntara ini tidak hanya sekadar menyediakan tempat berlindung sementara, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan upaya bersama untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan para korban banjir dapat segera memulai kembali aktivitas mereka dalam lingkungan yang lebih aman dan layak.
Keberadaan huntara ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga untuk kembali bangkit dan beradaptasi, sembari pemerintah daerah terus bekerja keras mencari solusi hunian tetap yang permanen. Komitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada korban bencana terus digalakkan, demi memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana.
Proyek pembangunan huntara ini menjadi bukti nyata sinergi antara berbagai pihak dalam menghadapi tantangan bencana alam, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam melindungi masyarakat.






