IBTK 2026: Koster Minta Infrastruktur Siap Sebelum Pura Besakih Dibuka



bali.

Karangasem – Pemerintah Provinsi Bali segera melakukan perbaikan infrastruktur menuju Pura Agung Besakih menjelang puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. Fokus utamanya adalah memperbaiki jalan dan lampu penerangan agar dapat memperlancar arus perjalanan para pemedek, serta memberikan rasa aman dan nyaman saat mereka melakukan tangkil ke Pura Besakih.

Dalam rapat persiapan akhir yang diadakan di Gedung Wyata Graha kawasan parkir Manik Mas, Besakih, Karangasem, Gubernur Wayan Koster menegaskan kepada jajarannya untuk melaksanakan percepatan perbaikan tanpa birokrasi yang rumit.

Koster menyampaikan bahwa masih ada beberapa titik jalan berlubang, lampu penerangan yang tidak berfungsi, serta jalur gelap yang minim rambu yang berpotensi membahayakan pemedek.

“Tidak usah saling tunjuk kewenangan, tidak usah tunggu prosedur panjang. Besok langsung kerjakan. Ini acara besar, tidak boleh ada jalan rusak dan lampu mati,” ujarnya.

Beberapa wilayah seperti Kunyit dan jalur-jalur lainnya menuju Besakih disebut masih memerlukan penanganan cepat.

Selain menggelontorkan anggaran dari APBD Pemprov Bali, Koster juga merencanakan untuk bekerja sama dengan PLN. Ia meminta PLN segera melakukan pemasangan lampu darurat, penambahan titik penerangan, serta penyediaan sambungan listrik tambahan. Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi “titik gelap” di jalur utama.

Tidak hanya itu, alat berat dan tim siaga turut dikerahkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Di antaranya adalah ekskavator dan bulldozer, truk crane, serta peralatan tambal jalan yang standby, serta personel teknis siaga di lapangan.

Semua pekerjaan ditargetkan rampung sebelum puncak karya.

“Pemedek jangan terlalu lama antre, harus nyaman dan aman saat tangkil. Kami targetkan bisa selesai dalam waktu yang wajar,” kata Koster.

“Ibu ini adalah upacara keagamaan terbesar di Bali, ini tanggung jawab semua, secara institusi maupun personal. Tidak bisa diserahkan ke satu pihak saja. Mari bergerak bersama, Pemprov, Pemkab, lembaga terkait, kelompok hingga individu punya tanggung jawab yang sama untuk menyukseskan dan memperlancar IBTK. Semua harus bergerak,” tambahnya.

Persiapan Infrastruktur yang Menjadi Prioritas Utama

Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemprov Bali dalam mempersiapkan infrastruktur menuju Pura Agung Besakih:

  • Penanganan jalan berlubang di beberapa titik seperti wilayah Kunyit dan jalur-jalur lainnya.
  • Perbaikan lampu penerangan yang rusak atau tidak berfungsi.
  • Pemasangan lampu darurat oleh PLN untuk memastikan keamanan selama perjalanan.
  • Penambahan titik penerangan di jalur utama agar tidak ada lagi “titik gelap”.
  • Penggunaan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer untuk mempercepat pekerjaan.
  • Penyediaan truk crane dan peralatan tambal jalan yang siap digunakan.
  • Personel teknis siaga di lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur.

Kolaborasi Antar Instansi

Gubernur Wayan Koster menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemprov Bali, Pemkab Karangasem, lembaga terkait, kelompok masyarakat, hingga individu dalam mempersiapkan IBTK 2026.

Ia menilai bahwa keberhasilan acara ini merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari segi pengaturan lalu lintas, pengamanan, dan pelayanan kepada para pemedek.

Target Pemprov Bali

Pemprov Bali memiliki target yang jelas dalam mempersiapkan IBTK 2026. Seluruh pekerjaan infrastruktur harus selesai sebelum puncak karya berlangsung.

Koster berharap para pemedek dapat merasakan kenyamanan dan keamanan saat melakukan tangkil ke Pura Agung Besakih. Dengan demikian, acara ibadah ini dapat berjalan lancar dan sesuai harapan.

Pos terkait