Perkembangan IHSG dan Aktivitas Investor Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (20/1/2026). Dari segi teknikal, IHSG masih dalam fase penguatan lanjutan dan berpotensi menguji area level 9.123 hingga 9.151. Pada perdagangan sebelumnya, Senin (19/1/2025), IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level 9.133.
Meski volume beli masih mendominasi, ada tanda-tanda penurunan kekuatan transaksi yang perlu diwaspadai oleh para investor. Hal ini dapat memengaruhi potensi pergerakan terbatas dalam jangka pendek. Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 9.008 hingga 8.956, sementara level resistance terdekat diprediksi berada di sekitar 9.152 dan 9.192.
Di sisi lain, meskipun IHSG mencatatkan reli dan mencetak rekor harga penutupan tertinggi, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 710,51 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Senin (19/1/2025). Rinciannya, aksi jual asing di pasar reguler mencapai Rp 542,75 miliar, sementara di pasar negosiasi tercatat sebesar Rp 167,76 miliar.
Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain:
- Bank Central Asia (BBCA) dengan nilai net sell sebesar Rp 444,73 miliar
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dengan net sell sebesar Rp 143,67 miliar
- Telkom Indonesia (TLKM) yang tercatat net sell Rp 134,75 miliar
Sementara itu, saham-saham yang paling banyak diburu oleh investor asing adalah:
- Astra International (ASII) dengan net buy sebesar Rp 131,01 miliar
- Vale Indonesia (INCO) dengan net buy sebesar Rp 120,42 miliar
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 92,37 miliar
Aktivitas Pasar Saham BUMI
Di pasar saham BUMI, transaksi tercatat cukup ramai. Total transaksi di pasar reguler mencapai Rp 4,82 triliun, sedangkan di pasar negosiasi mencapai Rp 6,92 triliun. Secara keseluruhan, transaksi saham BUMI pada Senin (19/1/2026) hampir menyumbang sepertiga dari total transaksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.
Analisis dan Prediksi
Perkembangan IHSG yang terus menunjukkan penguatan menunjukkan bahwa pasar memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan-perusahaan yang terdaftar. Namun, penurunan kekuatan transaksi yang terjadi perlu menjadi perhatian bagi para investor, terutama dalam mengambil keputusan investasi.
Selain itu, aktivitas investor asing yang cenderung menjual beberapa saham besar seperti BBCA dan GOTO menunjukkan adanya ketidakpastian atau strategi pengelolaan portofolio yang berbeda. Di sisi lain, pembelian saham oleh investor asing pada ASII, INCO, dan BBRI menunjukkan minat terhadap sektor-sektor yang dinilai stabil dan berpotensi pertumbuhan.
Dengan perkembangan ini, para investor perlu tetap waspada dan memantau pergerakan pasar secara berkala. Prediksi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada berbagai faktor eksternal maupun internal, termasuk data ekonomi, kebijakan pemerintah, serta sentimen global.




