IHSG Konsolidasi, Cek Saham INCO, HMSP, HRUM

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Saham Pilihan Fokus pada Sektor Energi dan Konsumer

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu, 18 Februari 2026, diperkirakan akan melanjutkan tren pergerakan yang terkonsolidasi. Analis menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham unggulan yang dinilai memiliki potensi menarik, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (INCO), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Secara teknikal, tim riset dari Phintraco Sekuritas mengamati bahwa histogram negatif pada indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) IHSG terus mengalami penyempitan. Fenomena ini berpotensi mengarah pada terbentuknya pola Golden Cross, yang sering kali diartikan sebagai sinyal pembalikan arah tren yang positif. Meskipun demikian, Stochastic RSI (Relative Strength Index) mulai menunjukkan pelemahan momentum, walau posisinya masih berada di area pivot yang netral.

“Dengan mempertimbangkan analisis teknikal tersebut, IHSG diprediksi akan bergerak dalam rentang konsolidasi di kisaran 8.150 hingga 8.300 poin,” demikian keterangan dari Phintraco Sekuritas pada Rabu, 18 Februari 2026.

Perkembangan Ekonomi Domestik Memberi Sentimen Positif

Kondisi ekonomi dalam negeri menunjukkan perkembangan yang patut diperhatikan. Dalam forum Sarasehan Ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp380 triliun pada tahun pertama masa jabatannya. Dana yang berhasil dihemat ini dialokasikan secara strategis untuk mendukung program-program prioritas nasional, termasuk Program Multi-Benefit Group (MBG).

Lebih lanjut, forum tersebut juga mengkonfirmasi masuknya komitmen investasi senilai Rp90 triliun. Dana ini merupakan hasil dari serangkaian kunjungan luar negeri sebelumnya, yang bertujuan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja di Indonesia.

Perjanjian Perdagangan dengan Amerika Serikat Menjadi Sorotan

Salah satu agenda penting yang dinanti adalah rencana penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade) antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dijadwalkan pada 19 Februari 2026 di Amerika Serikat.

Poin utama dari kesepakatan ini mencakup penetapan tarif resiprokal sebesar 19% untuk produk-produk asal Indonesia. Namun, terdapat pengecualian penting untuk komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO), kopi, dan kakao. Di sisi lain, Indonesia juga berencana untuk mengimpor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat dengan nilai transaksi mencapai US$15 miliar. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap neraca perdagangan kedua negara.

Perlambatan Sektor Teknologi Global dan Rotasi Sektor

Sementara itu, dari kancah global, kekhawatiran pasar masih berpusat pada potensi gangguan di sektor kecerdasan buatan (AI) dalam industri teknologi. Investor tengah mengamati dampak yang mungkin ditimbulkan oleh model-model AI terbaru terhadap berbagai sektor industri.

Perhatian juga tertuju pada apakah investasi besar yang terus menerus dialokasikan untuk infrastruktur AI akan mampu menghasilkan keuntungan yang substansial bagi saham-saham di sektor teknologi dengan kapitalisasi pasar yang besar. Akibat dari ketidakpastian ini, terlihat adanya pergeseran atau rotasi sektor dari saham-saham perangkat lunak (software) ke saham-saham perbankan.

Risalah The Fed Menjadi Perhatian Investor

Selain itu, para pelaku pasar hari ini juga akan menantikan rilis risalah hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Dokumen ini sering kali memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Rekomendasi Saham Pilihan

Berdasarkan analisis yang ada, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati investor. Saham-saham tersebut adalah:

  • INCO (PT Aneka Tambang Tbk): Saham di sektor pertambangan logam ini sering menjadi pilihan menarik karena komoditas yang diperdagangkan.
  • PNLF (PT Panin Life Tbk): Saham dari sektor keuangan, khususnya asuransi, yang pergerakannya perlu dipantau.
  • HMSP (PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk): Saham dari industri rokok yang memiliki basis konsumen kuat.
  • SRTG (PT Saratoga Investama Tbk): Saham dari perusahaan investasi yang portofolionya terdiversifikasi.
  • HRUM (PT Harum Energy Tbk): Saham di sektor energi, khususnya batu bara, yang sensitif terhadap harga komoditas global.
  • ULTJ (PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk): Saham dari sektor konsumen primer yang cenderung defensif.

Penting untuk diingat bahwa rekomendasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, dan keputusan tersebut harus didasarkan pada analisis mendalam serta toleransi risiko pribadi.

Pos terkait