Kepedulian Ipda Purnomo: Polisi dan Konten Kreator yang Ulurkan Tangan untuk Guru Honorer
Di tengah dinamika kehidupan yang penuh tantangan, muncul sosok inspiratif dari jajaran kepolisian yang menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa. Ipda Purnomo, seorang anggota Polres Lamongan, tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum, tetapi juga merambah dunia digital sebagai konten kreator dengan akun “Purnomo Polisi Baik”. Lebih dari itu, kepeduliannya terhadap sesama termanifestasi dalam aksi nyata yang menyentuh hati, terutama bagi para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Tuban yang baru saja menghadapi ketidakpastian kontrak kerja.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Ipda Purnomo ini patut diacungi jempol. Ia memberikan bantuan tunai pribadi sebesar Rp 11,7 juta kepada 39 guru PPPK di Tuban. Bantuan ini, yang dibagikan masing-masing sebesar Rp 300 ribu per guru, merupakan bentuk empati dan dukungan moral yang sangat berarti di masa sulit yang mereka hadapi.
Dukungan untuk Pendidik Bangsa
Ipda Purnomo mengungkapkan bahwa aksi sosial ini didasari oleh rasa kepeduliannya yang mendalam terhadap dunia pendidikan. Ia menyadari betapa besar peran seorang guru dalam membentuk generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, ketika para tenaga pendidik ini mengalami kesulitan, perhatian dan bantuan dari berbagai pihak menjadi sangat penting.
“Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka. Dan bisa untuk membeli kebutuhan masuk bulan puasa ini,” ujar Ipda Purnomo, menekankan bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu para guru dalam memenuhi kebutuhan menjelang bulan Ramadan. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada 39 guru yang SK mengajarnya tidak diperpanjang.
Bantuan yang diterima oleh Lilik Sri Hidayati, yang mewakili 39 guru lainnya, menjadi simbol harapan dan semangat baru. Para guru tersebut mengaku terharu dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Ipda Purnomo, yang menunjukkan bahwa masih ada pihak yang peduli dengan kondisi mereka setelah pemutusan kontrak. Aksi ini tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga dukungan emosional yang tak ternilai harganya.
Sosok Ipda Purnomo: Polisi Aktif dan Inspirator Sosial
Ipda Purnomo bukanlah sosok yang asing di lingkungan Polres Lamongan. Selain bertugas di Sat Binmas, ia juga dikenal luas sebagai seorang konten kreator yang aktif di media sosial. Melalui akun Instagram “Purnomo Polisi Baik”, ia kerap membagikan berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya, menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan.
Jiwa sosialnya yang tinggi tidak hanya terwujud dalam aksi-aksi kecil, tetapi juga dalam skala yang lebih besar. Ipda Purnomo adalah pendiri dan pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi, sebuah yayasan yang didedikasikan untuk rehabilitasi pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah.
Yayasan Berkas Bersinar Abadi: Wadah Rehabilitasi dan Kemanusiaan
Yayasan Berkas Bersinar Abadi, yang berlokasi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, telah menjadi tempat perlindungan bagi banyak individu yang membutuhkan perawatan dan pendampingan. Yayasan ini bahkan pernah menjadi sorotan publik karena menampung dan memberikan dukungan kepada Calon Legislatif (Caleg) yang gagal dalam Pemilu 2024.
Meskipun tidak ada pasien caleg gagal yang secara spesifik dirawat saat itu, Ipda Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima beberapa konsultasi dari keluarga caleg yang mengalami stres pasca-pemilu. Ia siap memberikan bantuan dan perawatan psikologis bagi siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang mereka.
“Pada prinsipnya, pihaknya siap menampung dan merawat caleg yang membutuhkan bantuannya bila nanti ada pasien caleg gagal,” ungkap Ipda Purnomo. Ia menekankan pendekatan penyembuhan yang mengedepankan penerimaan, kegiatan keagamaan, dan pendekatan psikologis untuk memberikan kelapangan dada.
Saat ini, Yayasan Berkas Bersinar Abadi merawat hampir 173 pasien ODGJ. Ipda Purnomo menegaskan bahwa semua pasien, termasuk potensi pasien caleg gagal, akan mendapatkan perlakuan yang sama, tanpa ada ruang khusus atau perlakuan istimewa. Semua dilayani dengan sepenuh hati demi kesembuhan mereka.
Gejala yang kerap dilaporkan oleh keluarga caleg yang berkonsultasi adalah sulit tidur, yang diyakini Ipda Purnomo sebagai bagian dari stres akibat ketidakpastian hasil pemilu. Ia senantiasa mendoakan agar semua caleg, baik yang berhasil maupun yang gagal, dapat menerima hasil dengan ikhlas, seraya meyakini bahwa rencana Tuhan jauh lebih sempurna bagi hamba-Nya.
Aksi Ipda Purnomo ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat hadir dari berbagai kalangan, termasuk dari seorang penegak hukum. Dedikasinya dalam membantu sesama, baik melalui aksi kemanusiaan langsung maupun melalui yayasan yang didirikannya, patut menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar kebaikan dan memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.





