Badan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO, baru-baru ini menyuarakan keprihatinannya yang mendalam atas kerusakan yang menimpa Istana Golestan di Teheran, Iran. Insiden ini terjadi sebagai akibat dari serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan AS-Israel di ibu kota Iran pada hari Senin, 2 Maret 2026. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puing-puing beterbangan dan gelombang kejut yang menghantam area sekitar Lapangan Arg, tempat istana bersejarah itu berada. Akibatnya, sejumlah jendela, pintu, dan cermin berharga di dalam istana mengalami kerusakan signifikan.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama, UNESCO mengonfirmasi bahwa mereka telah mengambil langkah proaktif dengan mengkomunikasikan koordinat geografis situs-situs yang terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia, serta situs-situs lain yang memiliki nilai signifikansi nasional, kepada semua pihak yang berkepentingan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko kerusakan potensial terhadap aset budaya yang tak ternilai ini.
Pemantauan Ketat terhadap Warisan Budaya
UNESCO menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi warisan budaya di Iran dan di seluruh wilayah yang bergejolak dengan sangat cermat. Badan PBB ini berupaya keras untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap situs-situs budaya yang terancam. Pernyataan tersebut diunggah di situs web resmi UNESCO, menegaskan peran aktif mereka dalam menjaga kelestarian budaya global.
Lebih lanjut, UNESCO mengingatkan komunitas internasional mengenai kewajiban hukum yang mengikat untuk melindungi warisan budaya dunia. Perlindungan ini diatur oleh hukum internasional, terutama Konvensi Den Haag tahun 1954 tentang Perlindungan Harta Budaya dalam Kasus Konflik Bersenjata, yang mencakup mekanisme perlindungan yang ditingkatkan. Selain itu, Konvensi tahun 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia juga menjadi landasan hukum penting dalam upaya pelestarian ini.
Kantor Berita Iran, ISNA, melaporkan bahwa serangan gabungan yang terjadi pada Minggu malam di bagian selatan Teheran memang menyebabkan kerusakan parsial pada Istana Golestan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Gelombang kejut dari ledakan tersebut dilaporkan menghancurkan jendela, pintu, dan cermin antik yang menjadi bagian dari kekayaan istana. Konfirmasi serupa juga datang dari Kantor Berita Mehr, yang mengutip laporan dari Annahar.
Ali Darabi, Wakil Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran, secara tegas mendesak organisasi internasional yang bertanggung jawab atas perlindungan situs budaya, terutama UNESCO, untuk segera memenuhi tugas dan tanggung jawab mereka. Beliau menekankan pentingnya peran badan-badan ini dalam menjaga warisan dunia dan properti budaya dari ancaman kehancuran.
Istana Golestan: “Istana Versailles” dari Persia
Istana Golestan bukan sekadar bangunan bersejarah; ia adalah saksi bisu kejayaan Dinasti Qajar, yang pernah menjadikannya sebagai pusat kekuasaan. Kompleks istana ini merupakan mahakarya seni dan arsitektur yang memukau, menyimpan berbagai harta karun berharga. Di dalamnya terdapat koleksi perhiasan yang mempesona, aula-aula megah untuk upacara formal, dinding-dinding yang dihiasi dengan ubin keramik yang sangat rumit, serta ceruk-ceruk yang diukir indah menampilkan gambar burung dan patung para pangeran.
Pembangunan istana ini dimulai pada abad ke-16, dan mengalami serangkaian modifikasi serta perluasan yang signifikan selama abad ke-18 dan ke-19. Keindahan dan kemegahannya membuatnya mendapatkan julukan yang sangat prestisius, yaitu “Istana Versailles” dari Persia, sebuah perbandingan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu situs paling penting di dunia.
Nama “Golestan” sendiri memiliki arti yang indah, yaitu “Taman Mawar,” yang mencerminkan keindahan lingkungan alam di sekitarnya. Istana ini terdiri dari delapan struktur arsitektur yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri, dan semuanya berpusat pada sebuah kolam air yang menawan serta hamparan bunga yang rimbun.
Menurut data dari UNESCO, Istana Golestan terletak di jantung pusat bersejarah kota Teheran. Kompleks istana yang dikelilingi tembok ini merupakan salah satu kompleks bangunan tertua di kota tersebut. Sejarah mencatat bahwa istana ini dipilih oleh keluarga Qajar sebagai pusat pemerintahan mereka, yang kemudian menjadikan Teheran sebagai ibu kota negara. Keputusan strategis ini menempatkan Istana Golestan sebagai pusat kekuatan politik dan budaya Iran selama berabad-abad.






