Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) telah mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga Minggu pagi, terdapat 48 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan yang dilaporkan tergenang air. Ketinggian air yang bervariasi antara 10 sentimeter hingga 170 sentimeter melanda beberapa wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Titik Genangan Tertinggi dan Wilayah Terdampak
Ketinggian air paling signifikan tercatat di Kelurahan Cipete Utara dan Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, di mana air mencapai 170 sentimeter. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi dampak yang cukup serius bagi warga di kedua kelurahan tersebut.
Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak genangan beserta perkiraan ketinggian airnya:
Jakarta Barat
- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 60–70 cm
- Kelurahan Kedoya Selatan: 30 cm
- Kelurahan Kedoya Utara: 20 cm
- Kelurahan Sukabumi Selatan: 100 cm
- Kelurahan Joglo: 65 cm
- Kelurahan Kembangan Selatan: 40–50 cm
- Kelurahan Kembangan Utara: 60 cm
Jakarta Selatan
- Kelurahan Cilandak Barat: 120 cm
- Kelurahan Cipete Utara: 170 cm
- Kelurahan Petogogan: 20 cm
- Kelurahan Pela Mampang: 170 cm
- Kelurahan Duren Tiga: 60–100 cm
- Kelurahan Cilandak Timur: 120 cm
Jakarta Timur
- Kelurahan Halim Perdana Kusuma: 40–70 cm
Respons dan Mitigasi BPBD DKI Jakarta
Menghadapi situasi banjir ini, BPBD DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat. Personel BPBD telah dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak untuk memantau perkembangan genangan secara langsung. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Upaya mitigasi yang dilakukan meliputi:
* Penyedotan Air: Tim gabungan berupaya mengurangi ketinggian air di area yang tergenang melalui proses penyedotan.
* Optimalisasi Saluran Air: Memastikan sistem drainase dan saluran air berfungsi optimal untuk memperlancar aliran air dan mencegah genangan yang lebih luas.
* Pemantauan Berkelanjutan: Tim BPBD terus memantau kondisi di lapangan untuk mendeteksi potensi titik genangan baru atau peningkatan ketinggian air.
Imbauan dan Layanan Darurat
BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah yang rawan banjir. Penting bagi warga untuk selalu memantau informasi terkini dari sumber resmi.
Dalam kondisi darurat yang memerlukan bantuan segera, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi nomor layanan darurat 112. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh warga Jakarta. Kesiapsiagaan dan respons cepat adalah kunci dalam menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir ini.
Banjir yang terjadi kali ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur perkotaan dalam menghadapi curah hujan tinggi, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase. Upaya penanganan banjir yang terpadu antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak kerugian dan menjaga keselamatan warga.






