Jasad Pemancing Bali Ditemukan di Perairan Senggigi, Terbawa Arus Ribuan Kilometer
Lombok Barat – Sebuah penemuan jasad yang mengapung di perairan Pantai Senggigi, Lombok Barat, pada Minggu pagi (8 Maret 2026), akhirnya mengungkap tabir misteri identitasnya. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah tersebut dipastikan sebagai IWS (53), seorang pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Sanur, Denpasar, Bali, beberapa hari sebelumnya. Peristiwa ini diduga kuat merupakan akibat dari kecelakaan laut yang menyebabkan korban terseret arus hingga mencapai ribuan kilometer ke perairan Lombok.
Kisah tragis ini bermula ketika IWS, warga Sanur, Denpasar Selatan, Bali, dilaporkan hilang pada Jumat (6 Maret 2026). Ia diketahui sedang melakukan aktivitas memancing menggunakan perahunya di lepas pantai Sanur. Namun, nahas, peristiwa yang dialaminya membuat ia terpisah dari daratan dan diduga kuat terbawa oleh kekuatan arus laut yang tidak terduga.
Kronologi Penemuan dan Evakuasi Jasad
Penemuan jasad pertama kali dilakukan oleh warga sekitar pada pukul 10.00 Wita di perairan Pantai Kerandangan I. Saksi mata melaporkan melihat sebuah benda mencurigakan yang menyerupai tubuh manusia mengapung di lautan. Seiring berjalannya waktu dan dipengaruhi oleh arus laut, benda tersebut kemudian bergerak dan akhirnya terdampar di area dekat menara mercusuar Pantai Senggigi.
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Batulayar segera bergerak cepat. Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, membenarkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan proses evakuasi.
“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat serta Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera melakukan evakuasi. Posisi jenazah saat itu terpantau berada di dekat menara mercusuar setelah sebelumnya terbawa arus dari arah Kerandangan,” jelas AKP I Putu Krisna Varananda.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, anggota Polairud, serta Babinsa (Bintara Pembina Desa) Senggigi, segera bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet. Proses evakuasi yang penuh tantangan ini akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 12.02 Wita.
Jenazah kemudian dibawa ke tepi Pantai Senggigi, tepatnya di depan Pasar Seni Senggigi, untuk proses awal penanganan. Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Identifikasi dan Keinginan Keluarga
Pada pemeriksaan awal di rumah sakit, jenazah tersebut sempat berstatus sebagai “Mr. X” atau tanpa identitas yang jelas. Berdasarkan ciri-ciri fisik yang terlihat, petugas memperkirakan usia korban berada di kisaran 50 hingga 60 tahun.
Petugas menemukan beberapa barang yang masih melekat pada tubuh korban, yang kemudian menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi. Barang-barang tersebut meliputi:
* Baju lengan panjang berwarna keunguan.
* Celana pendek berwarna biru.
* Gelang tangan berwarna silver.
* Jam tangan berwarna silver.
* Sebuah kalung.
* Gelang benang berwarna.
Identitas korban akhirnya berhasil terungkap pada Senin (9 Maret 2026) sore, sekitar pukul 16.00 Wita. Momen penentuan ini terjadi ketika adik kandung korban yang berasal dari Bali tiba di RS Bhayangkara Mataram. Dengan mengenali pakaian serta aksesori yang dikenakan oleh jenazah, sang adik memastikan bahwa jasad tersebut adalah kakaknya, IWS.
Kedatangan pihak keluarga dari Bali untuk melakukan kroscek langsung menjadi bukti kuat dan mengkonfirmasi identitas korban. Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka telah sepenuhnya mengikhlaskan kejadian ini sebagai sebuah musibah. Berdasarkan keinginan keluarga, mereka menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah.
Penyidik Unit Reserse Kriminal (Unit Reskrim) Polsek Batulayar kemudian melengkapi administrasi berupa surat pernyataan penolakan autopsi serta berita acara serah terima jenazah kepada pihak keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerasnya kekuatan alam dan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.






