JEC Orbita: Operasi Mata Juling Gratis Perdana di HUT ke-25

JEC ORBITA Makassar Rayakan 25 Tahun dengan Operasi Mata Gratis, Fokus pada Katarak dan Strabismus

JEC ORBITA Makassar menandai seperempat abad perjalanannya dengan menggelar bakti sosial operasi mata gratis yang menyasar dua kondisi utama: katarak dan strabismus atau mata juling. Acara yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 ini merupakan wujud nyata komitmen berkelanjutan institusi dalam menyediakan layanan kesehatan mata yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, ini terpusat di dua lokasi strategis, yakni RS Mata JEC ORBITA @ Makassar di Jalan Masjid Raya dan Klinik Utama Mata JEC ORBITA @ Makassar di Jalan Pettarani. Sebanyak 30 pasien beruntung menjadi penerima manfaat dalam program tahun ini, terdiri dari 25 pasien yang menjalani operasi katarak dan lima pasien yang mendapatkan tindakan korektif untuk mata juling.

Setiap peserta telah melalui serangkaian tahapan skrining yang ketat dan komprehensif. Proses ini meliputi pemeriksaan kesehatan umum, evaluasi mendalam terhadap kondisi mata, hingga asesmen kelayakan operasi. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan keberhasilan setiap tindakan medis yang dilakukan, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien. Program bakti sosial ini tidak berhenti pada tindakan medis semata, melainkan juga mencakup pendampingan pascaoperasi hingga masa pemulihan penuh, semuanya tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Inisiatif Baru: Operasi Mata Juling Gratis untuk Masyarakat

Tahun ini menandai tonggak sejarah baru bagi JEC ORBITA Makassar. Untuk pertama kalinya, program bakti sosial tidak hanya memfokuskan pada operasi katarak yang telah menjadi agenda rutin, tetapi juga memperluas cakupan dengan menyelenggarakan operasi strabismus atau mata juling secara gratis. Keputusan ini diambil setelah melihat masih adanya kesadaran masyarakat yang rendah mengenai potensi penanganan medis untuk kondisi mata juling. Banyak yang belum menyadari bahwa kondisi ini dapat dikoreksi melalui prosedur bedah yang aman dan efektif.

Dr. Vita Rahayu, Sp.M, seorang Dokter Subspesialis Strabismus di JEC ORBITA Makassar, menjelaskan secara rinci mengenai kondisi strabismus. Ia memaparkan bahwa strabismus terjadi ketika terdapat gangguan koordinasi antara otak, otot-otot penggerak bola mata, dan saraf yang mengendalikannya. Akibatnya, kedua bola mata tidak mampu sejajar secara sempurna saat memfokuskan pandangan pada suatu objek.

“Kondisi ini tidak hanya memberikan dampak signifikan pada gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda (diplopia) dan kesulitan dalam mempersepsikan kedalaman ruang, tetapi juga sangat memengaruhi kondisi psikologis pasien,” ujar dr. Vita. Ia menambahkan, “Banyak pasien yang mengalami penurunan rasa percaya diri, kesulitan dalam mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi, bahkan seringkali mengalami kecemasan sosial yang cukup berat.”

Secara global, data menunjukkan bahwa diperkirakan sekitar 148 juta orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi strabismus. Berbagai penelitian juga mengindikasikan bahwa penderita strabismus memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan kepercayaan diri, sebagian besar disebabkan oleh stigma sosial yang masih melekat pada kondisi ini. Melalui operasi korektif yang dilakukan, posisi bola mata dapat dikembalikan ke garis pandang yang sejajar, yang pada gilirannya akan memperbaiki fungsi visual dan memungkinkan pasien untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih baik.

Operasi Katarak: Solusi Krusial Atasi Kebutaan

Selain inovasi penanganan strabismus, program bakti sosial ini kembali menghadirkan operasi katarak gratis, sebuah program yang telah menjadi tradisi tahunan JEC ORBITA Makassar. Katarak masih tercatat sebagai penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ironisnya, kondisi ini sebenarnya dapat disembuhkan sepenuhnya melalui tindakan operasi yang relatif singkat dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Tantangan terbesar dalam penanganan katarak seringkali terletak pada keterbatasan akses dan kemampuan finansial sebagian masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan mata yang memadai.

Dr. Sultan Hasanuddin, Sp.M, selaku Ketua Panitia HUT ke-25 JEC ORBITA Makassar, menyampaikan apresiasinya terhadap dampak positif program ini. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal pendiriannya, JEC ORBITA telah berhasil membantu lebih dari 1.000 pasien melalui program operasi katarak gratis yang diselenggarakan secara berkala.

“Pada perayaan HUT ke-25 tahun ini, kami menargetkan 30 penerima manfaat, yang terdiri dari 25 pasien katarak dan 5 pasien strabismus. Seluruh peserta telah melewati tahapan skrining yang ketat serta pemeriksaan medis menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa mereka berada dalam kondisi fisik yang optimal sebelum menjalani prosedur operasi. Kami sangat menekankan bahwa setiap tindakan medis yang kami lakukan tidak hanya harus tepat sasaran, tetapi juga harus senantiasa mengutamakan keselamatan dan kenyamanan seluruh pasien,” jelas dr. Sultan Hasanuddin.

Proses operasi katarak dan strabismus dilakukan oleh tim dokter spesialis mata yang sangat berpengalaman, dengan menerapkan standar pelayanan medis yang setara dengan pasien reguler. Hal ini memastikan bahwa kualitas perawatan yang diberikan tidak mengalami penurunan, bahkan dalam konteks program bakti sosial.

JEC ORBITA Makassar: Perluas Akses dan Tingkatkan Edukasi Kesehatan Mata

Prof. Dr. dr. Habibah Setyawati Muhiddin, Sp.M(K), Direktur Utama JEC ORBITA, menekankan bahwa peringatan 25 tahun ini bukan sekadar sebuah perayaan pencapaian institusional, melainkan sebuah momentum penting untuk memperluas kontribusi sosial dan dampak positifnya bagi masyarakat.

“Sejalan dengan visi besar JEC Group dalam upaya mengoptimalkan penglihatan dan secara simultan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kami bertekad untuk terus berinovasi agar semakin banyak masyarakat yang memiliki akses memadai terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas tinggi,” ujar Prof. Habibah.

Beliau menambahkan bahwa aspek edukasi kepada masyarakat masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu terus digalakkan. Hal ini terutama berlaku untuk pemahaman mengenai penanganan strabismus dan pentingnya deteksi dini katarak. Masih banyak warga yang belum sepenuhnya menyadari bahwa kedua kondisi mata tersebut sebenarnya dapat ditangani secara medis dan memiliki peluang kesembuhan yang sangat baik jika ditangani sejak dini.

Melalui penyelenggaraan bakti sosial yang berkesinambungan ini, JEC ORBITA Makassar berharap dapat memberikan lebih dari sekadar layanan medis. Institusi ini ingin menawarkan sebuah kesempatan kedua bagi para pasien untuk dapat kembali melihat dunia dengan lebih jernih, serta menatap masa depan dengan harapan dan optimisme yang baru.

Pos terkait