Jembatan Darurat Salah Sirong Kokoh, Menteri PU Siapkan Jembatan Aramco

Jembatan Darurat Salah Sirong Hanyut, Pembangunan Jembatan Tahan Bencana Jadi Prioritas

Bireuen – Kondisi darurat kembali menyelimuti masyarakat di Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, menyusul hanyutnya jembatan darurat yang sebelumnya dibangun. Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga, termasuk akses vital bagi anak-anak sekolah, ini roboh akibat tingginya debit air sungai pada Selasa, 17 Februari 2026. Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam dan mendorong upaya percepatan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II, H. Ruslan M. Daud, yang akrab disapa HRD, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat sebelumnya merupakan hasil dari kerja politik dan lobi intensif yang dilakukannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) sebagai mitra kerja Komisi V DPR RI. HRD bahkan secara langsung membawa Menteri Pekerjaan Umum ke lokasi jembatan beberapa waktu lalu. Langkah ini mendorong pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, untuk segera membangun jembatan darurat tersebut.

HRD menjelaskan bahwa jembatan tersebut sebenarnya merupakan kewenangan dan tanggung jawab pemerintah kabupaten. Namun, karena pembangunan jembatan tersebut tidak kunjung dilaksanakan dan terabaikan oleh pemerintah kabupaten, ia mengambil inisiatif untuk melakukan lobi kepada Menteri Pekerjaan Umum. Tujuannya adalah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dialokasikan melalui skema tanggap darurat kebencanaan.

“Seharusnya ini kewenangan pemerintah kabupaten. Tapi karena tidak dibangun dan tidak direspons, saya mengambil inisiatif melobi Menteri PU agar negara hadir melalui APBN. Alhamdulillah, Kementerian PU sangat responsif dan akomodatif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar HRD. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respon cepat KemenPU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan BPJN Aceh yang telah membangun jembatan darurat di Salah Sirong melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya.

Jembatan darurat tersebut menghubungkan Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, tepatnya di Dusun Bivak. Namun, jembatan darurat itu tidak mampu bertahan akibat debit air sungai yang sangat tinggi. HRD menilai kondisi ini dipicu oleh kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai, terutama akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit secara masif. Akibatnya, saat hujan deras, air meluap dan menghantam jembatan hingga hanyut dan rusak parah.

Dampak Kerusakan Lingkungan dan Kebutuhan Mendesak

“Ini pelajaran penting. Kerusakan lingkungan di hulu berdampak langsung ke hilir. Karena itu, jembatan pengganti harus dibangun jauh lebih kokoh dan disesuaikan dengan karakter debit air di kawasan ini,” tegas HRD. Ia lebih lanjut menekankan bahwa jembatan tersebut memiliki nilai yang sangat sakral bagi masyarakat karena menjadi akses utama aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak sekolah.

Tanpa jembatan yang layak, anak-anak terpaksa menyeberang menggunakan sling yang sangat berisiko bagi keselamatan mereka.
“Ini bukan sekadar jembatan. Ini akses hidup masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Kalau mereka harus menyeberang dengan sling, risikonya sangat tinggi. Karena itu, jembatan ini harus segera dibangun dengan konstruksi yang aman dan layak,” kata HRD.

Atas kondisi tersebut, HRD kembali berkomunikasi langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum agar penanganan dilakukan segera dan jembatan yang dibangun memiliki spesifikasi lebih kuat, tahan bencana, serta mampu menyesuaikan dengan debit air sungai yang tinggi.

Solusi Jembatan Berjenis Aramco untuk Keamanan Warga

Menanggapi aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui HRD, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, memastikan bahwa pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti dengan membangun jembatan berjenis Aramco. Jembatan jenis ini dikenal lebih kokoh dan cepat dipasang, menjadikannya solusi yang ideal dalam situasi darurat seperti ini.

“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material jembatan Aramco akan didatangkan khusus dari Jakarta, dimobilisasi ke lokasi, dan segera dibangun. Saya juga menitipkan salam Bapak Presiden Republik Indonesia kepada warga Bireuen dan salam kami kepada masyarakat Salah Sirong yang sudah kita kunjungi beberapa waktu lalu. Insya Allah, lain kesempatan, saya akan kembali ke sana. Yang jelas, negara selalu hadir dan siap berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi beban masyarakat,” ujar Menteri PU.

HRD menyambut baik pernyataan tersebut dan menyatakan keyakinannya bahwa jembatan Salah Sirong akan segera ditangani dengan kondisi yang jauh lebih kokoh.
“Saya siap mengawal dan saya yakin jembatan ini akan segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat. Ini bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat tidak dibiarkan sendiri,” tutup HRD.

Pembangunan jembatan Aramco ini diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Salah Sirong dan sekitarnya. Selain itu, ini juga menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir di masa mendatang, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan akses yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pos terkait