Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Minggu 24 Mei 2026, Perayaan Pentekosta

Kalender Liturgi Katolik untuk Hari Raya Pentekosta

Hari raya Pentekosta adalah salah satu perayaan penting dalam kalender liturgi Katolik. Pada hari ini, warna liturgi yang digunakan adalah merah, yang melambangkan Roh Kudus dan semangat iman.

Bacaan Hari Minggu

Bacaan-bacaan yang dibacakan pada hari Minggu 24 Mei 2026 mencakup beberapa kitab suci, antara lain:

  • Kisah Para Rasul 2:1-11

    Dalam bacaan ini, kita membaca tentang kejadian Pentekosta di mana para murid Yesus menerima Roh Kudus. Mereka berkumpul di satu tempat, lalu terdengar suara seperti angin keras yang memenuhi seluruh rumah. Mereka juga melihat lidah-lidah seperti api yang hinggap pada mereka masing-masing. Setelah itu, mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain sesuai dengan apa yang diberikan oleh Roh.

  • Mazmur 104:1ab,24ac,29c-30,31,34

    Mazmur ini mengajak kita untuk memuji Tuhan atas segala ciptaan-Nya. Dalam mazmur ini, kita menyadari bahwa Tuhan menciptakan segalanya dengan kebijaksanaan dan memberikan kehidupan kepada makhluk-Nya.

  • 1 Korintus 12:3b-7,12-13

    Bagian ini menjelaskan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diberikan kepada setiap orang untuk kepentingan bersama. Selain itu, kita juga diajarkan bahwa semua orang, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, budak atau merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh oleh Roh Kudus.

  • Yohanes 20:19-23

    Dalam injil Yohanes, kita membaca tentang pengalaman Yesus yang bangkit setelah dikuburkan. Ia datang kepada murid-murid-Nya yang sedang berkumpul di suatu tempat dengan pintu-pintu terkunci karena takut. Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya, dan murid-murid-Nya bersukacita. Ia juga mengirimkan Roh Kudus kepada mereka dan memberi kuasa untuk mengampuni dosa.

  • Roma 8:5-27

    Bacaan ini mengajarkan bahwa orang-orang yang hidup menurut Roh akan memiliki kehidupan yang penuh damai sejahtera. Sebaliknya, orang-orang yang hidup menurut daging akan menghadapi kematian. Oleh Roh Kudus, kita diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah dan menantikan pengharapan akan kemuliaan-Nya.

Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 2:1-11

  • Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
  • Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk.
  • Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
  • Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
  • Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
  • Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
  • Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?”
  • Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
  • Kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
  • Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
  • Baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Mazmur Tanggapan: Mazmur 104:1, 24, 29-30, 31, 34

  • Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
  • Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
  • Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
  • Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
  • Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!
  • Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.

Bacaan Kedua: 1 Korintus 12:3b-7,12-13

  • Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
  • Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
  • Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
  • Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
  • Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
  • Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
  • Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Injil Katolik: Yohanes 20:19-23

  • Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
  • Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
  • Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
  • Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.
  • Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Bacaan Cinta Orang (BCO): Roma 8:5-27

  • Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
  • Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
  • Karena keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
  • Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
  • Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
  • Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
  • Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
  • Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
  • Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
  • Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
  • Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
  • Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
  • Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
  • Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
  • Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
  • Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
  • Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
  • Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
  • Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
  • Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
  • Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
  • Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
  • Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Pos terkait