Kasus Campak di Kabupaten Serang Menurun, Dinkes Catat Penurunan Signifikan Akibat Imunisasi Massal

Penurunan Kasus Campak di Kabupaten Serang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah kasus campak sejak awal 2026. Sebelumnya, kasus penyakit ini mengalami kenaikan yang memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Namun, berbagai upaya intervensi, terutama melalui program imunisasi, telah membantu menekan penyebaran virus campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti, menjelaskan bahwa jumlah kasus suspek campak kini terus menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Berdasarkan laporan tim kesehatan di lapangan, temuan kasus di wilayah tersebut kini lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Data Dinkes Kabupaten Serang menunjukkan bahwa sejak Januari hingga awal Juni 2026, terdapat total 1.554 kasus suspek campak dengan gejala demam, ruam kemerahan, batuk, dan pilek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 399 kasus terkonfirmasi positif campak dan dua kasus positif rubella.

Adapun rincian kasus suspek campak sepanjang tahun 2026 adalah sebagai berikut:
– Januari: 172 kasus
– Februari: 198 kasus
– Maret: 428 kasus
– April: 465 kasus
– Mei: 291 kasus

Menurut Istianah, penurunan kasus campak dipengaruhi oleh meningkatnya kekebalan masyarakat serta berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah untuk memutus rantai penularan. Salah satu upaya utama adalah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI), atau imunisasi respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak di enam kecamatan dengan angka kasus tertinggi.

Dalam program tersebut, seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan mendapatkan vaksin campak-rubella (MR) tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua anak memiliki perlindungan yang cukup terhadap penyakit tersebut.

Selain itu, Dinkes juga melaksanakan program catch up imunisasi campak di 26 puskesmas lainnya. Program ini ditujukan bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubella secara lengkap agar perlindungannya dapat segera ditingkatkan.

Dinkes Gencarkan Sweeping Imunisasi

Dinkes Kabupaten Serang terus melakukan penyisiran atau sweeping untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi. Anak usia 3 hingga 4 tahun yang diketahui belum mendapatkan imunisasi lengkap akan segera diberikan vaksin sesuai jadwal.

Istianah berharap capaian imunisasi di Kabupaten Serang yang saat ini sudah cukup baik dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan guna mencegah munculnya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), termasuk campak.

Kebersihan Lingkungan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Faktor Penting

Selain imunisasi, Dinkes mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran campak. Lingkungan yang padat penduduk dengan sirkulasi udara buruk berpotensi mempercepat penularan virus.

Menurut Istianah, faktor lain yang turut memengaruhi penyebaran campak adalah kondisi daya tahan tubuh masyarakat, pola istirahat yang cukup, aktivitas fisik, serta kemampuan mengelola stres. Ia menyebutkan bahwa imunisasi merupakan perlindungan spesifik, namun kebersihan lingkungan, sirkulasi udara yang baik, istirahat cukup, dan daya tahan tubuh juga sangat berpengaruh terhadap penularan campak.

Campak Sangat Mudah Menular, Orang Dewasa Juga Rentan

Istianah menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular melalui percikan air liur saat berbicara, batuk, bersin, maupun kontak dekat dengan penderita. Satu kasus bisa menularkan ke banyak orang, terutama kelompok rentan seperti balita dan mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kasus campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada orang dewasa. Kondisi tersebut dipicu menurunnya kekebalan tubuh karena vaksinasi yang diterima sudah berlangsung bertahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, pemerintah juga mulai memberikan vaksin campak kepada kelompok tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar pasien. Dikatakan Istianah, sebab sebelumnya sudah ada dokter yang meninggal akibat campak.


Pos terkait